Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness

Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness
mawar merah berduri bagian 2


__ADS_3

Ah... Aku punya rencana masuk ke ruangan sayang mushab saat dia selesai mandi, kalu dua kaget aku bilang aja aku gak sengaja. Terus karena panik aku terpeleset jatuh di dada sayang mushab pas di atas ranjag. Oh... Mukin saat itu aku mencium aroma sabun yang masih melekat di tubuhnya. Sepertinya sudah waktunya, aku masuk ke kamarnya lewat pintu penghubung ini.


"pak ini bekas yang tertinggal belum di tandatangani pengajuanya." ucapku


dengan mimik wajah kecewa rupanya dia sudah memakai baju di ruangan. Aku lupa kalau ini ruangan VIP, kan ada tempat ganti baju setelah ruangan mandi.


"letakan saja di meja, nanti saya pelajari. oya saya mau keluar dulu." ucap pak mushab sambil membuka pintu lalu keluar.


Aku terdiam menatap punggung sayangku, tampa menoleh ke padaku.Apa hanya itu saja dia tidak mengajaku keluar?!. Kecewa sekali aku. Sayang kamu tidak mengajak aku berkencan?, sayang aroma tubuhmu itu masih melekat di hidungku saat kamu pergi.walau sayangku mushab telah pergi aku tidak mau beranjak dari kamarnya. Aku ambil haduk yang berserakan diruangan ganti baju.


"ah..." ******* yang lolos ketika aku menghirup haduk yang aku pungut di lantai.

__ADS_1


Aromanya makin kuat dan aku membuka tempat baju kotornya berada. Astaga aroma tubuhnya masih tersisa. Lalu aku buka kancin bajuku satu - persatu dan kuraba bagian kenyalku sendiri yang mulai mengeras. Lalu aku menemukan kimononya yang tergeletek di tempat pemandianya lalu aku terduduk di sebelah bak pemandian ku cium aroma sabun yang masih melekat lalu aku terduduk di lantai dengan besandar di pinggir bak, tak teras aku sudah terbuka semua pakaianku dan aku memulai memanjakan tubuhku sambil mencium kimono yang aku gengam di tangan.


...****************...


" pak habis ini ada jeda tiga jam bapak mau makan di mana atau apa pun mengisi waktu luang?". Ucapku pada pak mushab


"ayo kita makan, lalu belanja oleh - oleh. Kamu saja yang tentukan kita makan di mana" jawan pak mushab.


Sepanjang jalan aku mengikuti dia dari samping, ah... Aku liat rambitnya ikal kelimis sebahu dia perbaiki ikat rambutnya di sampingku, aku menatap pesonanya dari samping degan setelan jas biru keabu - abuan jam tangan mahal yang iya kenakan sambil memegang tas tangan kulit. Ah.... Pesonamu membuatku ingin menjerit saat ini kacamata hitambu menambah pesonamu.


" E...ah.." tak terasa ******* itu keluar dari mulutku.

__ADS_1


" kamu kenapa?" sambil menggigit karet hitam dan tanganya memegang rambut ke belakang.


" eh... Tidak apa - apa pak saya hampir tersandung." ucapku mencari alasan.


Bodoh... Mulut ini gak bisa di kontrol, habis manis banget tampa aku sadari aku orgasme tampa di sentuh atau di pancing. Duh tubuh ini mulai tak terkendalali baru liat dia seperti itu saja aku sudah di puncak, apa lagi kalau dia sudah tidur bersamaku.


...****************...


tak tersa pukul delapan malam kami masih di bali, mungkin besok pagi kami akan pulang ke batam. Kali ini aku memiliki kesempatan lagi melepas kenikmatan karena aku kembali ke kamar sayang mushab untuk seperti biasa aku membereskan barang - barangnya. Ku kembali menciumi handuknya dan kali ini aku melepas pakaianku di atas ranjangnya dan berimajinasi dia menencumbu aku di atas ranjang ini, lampu kamar yang remang - remang aku nyalakan. Untuk menambah imajinasiku yang mulai liar, ku tanggalkan baju ku yang polos bagian atas lalu aku remas gunung kembar ku, tak lupa aku menyalakan alat pemuas ku yang mualai bergetar, lalu aku buka seluruh pakaian yang melekat di tubuhku dan mulai memasukan alat pemuasku. Tapi tiba tiba aku mendengar suara penjer prin pintu terbuka.


"widi apa yang kamu lakukan?!!. Ucap pak mushab yang tiba - tiba kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2