Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness

Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness
sakura gugur di malam hari


__ADS_3

Hai, namaku qumairah aku sebatang kara yang terbiasa hidup mandiri, karena semejak usiaku satu tahun. Ayahku warga negara jepang dan ibuku warga negara indonesia mereka berpisah. Lalu aku tinggal bersama kakek dan nenekku di jepang. Lalu sekarang aku berkerja menjadi menejer toko sepatu di jepang ini. Mencapai di posisi seperti ini berkat perjuangan kakek dan nenek hingga aku bisa mengejar cita - citaku. Sekarang nenek dan kakek sudah bahagia di surga sana. Tinggalah aku sendiri, yang patut aku syukuri aku punya apartemen sederhana yang bisa aku tinggali.


Malam telah tiba, aku baru pulang dari toko. Suasana dingin mulai menyuruak hingga menusuk tulang, jaket tebal berwarna hitam dan sarung tangan rajut yang sudah di tembus dingin. Aku hari ini sengaja turun dari bus agak jauh dari apartemenku, karena aku mau menikmati sakura yang beguguran pada hari ini. sakura yang gugur kelopaknya yang berterbangan terbawa angin malam dan lampu jalan yang menerangi langkahku. Kehangatan yang aku rasakan di dalam detak jantungku menghibur hatiku yang kesepian.


membuatku teringat ketika kau yang datang bagaikan angin dari segal arah menyergab ku dari segara arah penuh kebahagiaan lalu kau pergi bagai badai yang telah selesai memporak - poranda diriku. Sudah setahun setelah itu seperti saat ini saat yang sama seperti kau datang di hidupku dan pergi usai sakura itu gugur. Seperti malam ini terakhir kita bertemu.


Aku mendegar kau memanggilku dan ku toleh kepalaku ke belakang. Ya itu benar kau tersenyum denganku. Tapi aku tau senyum itu akan berubah setelah sakura ini telah usai.


" cukup hentikan langkah mu di situ." ucapku dengan tegas.


Untuk apa kita bertemu lagi?, mereka bilang kau itu tidak nyata. lalu kata mereka kalau aku mengikuti terapi mereka kita tidak akan bertemu lagi. Lalu ini apa?, hanya untuk menyadarkanku bahwa aku ini hanya mantan pasien rumah sakit jiwa. Seperti lontaran kariyawan toko yang meremehkanku.

__ADS_1


...****************...


Setahun yang lalu, akan aku ceritakan kisahku.


Musim dingin telah tiba, bodohnya aku kenapa turun di halte ini padahal sekali lagi halte. Bisanya aku tidak fokus karena lelah. Mana musim dingin dan tadi bus terakhir dan lagi pula sia - sia juga kalau aku naik bus lagi sudah separuh jalan. Ya angab saja menikmati sakura yang baru bermekaran. Karena jalanku tergesa- gesa tak terasa aku menabrak seseorang lalu buah dan belanjaanya berserakan.


"maaf... Saya buru - buru tadi." ucapku sambil memungut belanjaanya yang jatuh.


" oh... Begitu" ucapku sambil memberikan belanjaanya.


"anda mau kemana?." tanyakau

__ADS_1


" saya mau ke arah sana." ucapku sambil menujuk arah ke depan.


"ayo kita beriringan sambil menikmati bunga sakura bemekaran."ucap kau


Sepanjang perjalan kami saling bercerita hinga langkah kami tak terasa sejauh ini. Padahal kami hanya orang asing yang saling tidak mengenal sangat jarang kejadian ini terjadi di negara yang sibuk dengan urusanya sendiri tampa berkomentar urusan orang lain.


" sepertinya saya sudah sampai." ucapku menghentikan pembicaraan.


"kalau begitu terima kasih sudah menemani saya." ucapkau sambil membukuk.


Aku melihat pungungmu yang mulai menjauh dari pandanganku. Malam yang hangat walau cuaca mulai dingin berangin.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2