Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness

Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness
seharum bunga sedap malam


__ADS_3

Hai, namaku ellin aku anak peranakan etnis tonghoa. Kelahiran jakarta 21 may 1993, masih melekat di memoriku pada saat kejadian itu tiga hari sebelum ulang tahunku yang ke lima tahun. baba tergesa gesa membawaku ketempat shūshu dan ai. Dia bilang akan menyusulku ke palangkaraya setelah semua ini selesai. Keadaan pada saat itu mulai keos semua orang saling melempar batu dan merusak toko kami. Aku ikut shūshu dan ai naik kapal menuju palangkaraya.


Pada saat kejadian itu aku dan orang tuaku tidak berani keluar rumah karena serangan sangat tidak ada rasa kemanusiaan. Tangisan dan jeritan harus aku dengar di usia menuju lima tahun. Ruko kami sudah di bobol dan aku bersama baba dan mama bersembunyi di dalam lemari. Tak lama kejadian itu teleponku berdering bersyukurlah teleponku tidak di rusak pada saat itu. Ternyata shūshu, menelepon baba lalu berkata dia sudah berusaha mendapatkan tiket kapal untuk keluarga kami tapi tiket yang di dapatkan shūshu hanya satu yang lebih sisanya untuk keluarga shūshu sendiri. Rencananya kami ingin meninggalkan jakarta sampai kerusuhan ini berakhir. Tempat tujuan kami ke palangkaraya, tapi nasip tak bertuah hanya ada satu tiket yang kami dapat dan baba mengatarku ke dermaga bersama shūshu. Akhirnya terahir kalinya aku melihat baba dan mama, setelah itu terjadi lah kerusuhan 21 may 1998. Tepat di hari ulang tahunku, lalu menyisakan luka di batinku.


Setelah kurusuhan itu shūshu sempat mencari informasi kedua orang tuaku. Katanya mereka jadi korban saat mempertahankan ruko mereka yang tersisa di jarah dan di bakar, orang tuaku terjebak dalam kebakaran itu.


Walau aku hanya anak dari teman shūshu, beliau tidak pernah membedakan kami. Dalam keadaan sulit kami bertahan hingga aku dan kedua anak shūshu di sekolakan negeri. Sejak saat itu aku takut dengan kerumunan. Ai sering bikinkan bekal untuk aku dan anaknya. Agar aku tidak ikut berdesak desakan di kantin sekolah. Aku beryukur memiliki keluarga baru yang memahami keadaanku. Aku sayang mereka cici lian selalu berbagi apa saja yang dia dapat dan bermain bersama. Sekarang yang aku miliki adalah keluarga ini. Aku bantu shūshu membuat roti untuk melanjutkan hidup, aku merasa senang di dapur tidak melihat orang lain dan aku suka masak roti sendiri di sini. Sedangkan karyawan shūshu berkerja dari jam tujuh pagi sampai jam lima sore. Kalau aku mengerjakankerjaan ku pada subuh karena jam tidurku yang sebentar, karena aku tidak bisa tidur nyenyak aku merasa mendengar lemparan batu dan tangisan. aku takut tidur terlelap takut ada sesuatu yang membuat aku kehilangan keluargaku lagi.

__ADS_1


...****************...


Tak terasa usia ku sudah dua puluh sembilan tahun, sekarang shūshu punya beberap toko, syukurlah kehidupan kami makin membaik. Cici lian sekarah menikah setelah lulus kuliah S2 arsitek di belanda lalu cici lian menetap sama keluarganya di sana. Aku dan nuan membantu shūshu mengelola usaha roti kami.


"cici, aku mau nikah." ucap nuan sambil mengeluarkan roti dari pangangan.


" syukurlah, cici senang mendengarnya." jawabku dengan tersenyum sambil mengusab bahu nuan.

__ADS_1


" ya, gak papa lah, kalau nuan ketemu jodoh duluan dari pada cici, nuan kan udah dua puluh delapan tahun, memang usia matang untuk menikah." ucapku.


Wajarlah seusia nuan menikah, aku paham maksud nuan sebentar lagi usiaku tiga puluh tahun usia jadi perawan tua untuk standar orang yang kolot di lingkunganku. Mungkin maksud nuan menjaga perasaan dan harga diriku.


" aku kepikiran cici ellin, gimana kalau aku menikah , aku pasti pindah rumah dan tinggal di rumah aku sendiri. Lalu siapa yang menemani cici ellin masak malam seperti ini." ucap nuan menghiburku agar tidak tersinggung dengan pembahasan ini.


" tidak apa, apa cici merasa tenang saja kalau masak roti malam begini. Hahaha..." jawab ku sambil tertawa.

__ADS_1


" cici ada - ada aja, dimana - mana kalu rumah orang wangi bunga sedap malam, kalau rumah kita wangi ragi. Hahaha..." ucap nuan di akhiri tertawa.


bersambung....


__ADS_2