
Indy menangis dalam kamarnya, melihat perlakukan suaminya pada dirinya. Dia mengeluh dan menghubungi orang tuanya, namun saat Indy sedang menghubungi orang tuannya, tanpa banyak bicara Ibu Fandi menarik ponsel Indy dan membantingnya.
Indy yang melihat hal itu dia hanya bisa diam dengan mulut ternganga lebar.
''GARA -GARA KAMU, SUAMI KU BERSIKAP KASAR DENGAN AKU INDY, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN KE AKU HINGGA SUAMI KU SANGAT MEMBELA KAMU SEPERTI INI? '' ucap Ibu ucap dengan nada tinggi di hadapan Indy.
Indy bangun dari duduknya, wajahnya kian sedih ketika melihat kemarahan ibu mertuanya yang secara tiba-tiba.
''Ada apa Mah? Kenapa Mama marah dengan aku, apa salah Indy ke Mama?'' tanya Indy dengan lirih tanpa mengetahui penyebab kemarahan ibunya.
''Kamu tanya kesalahan kamu, iya? Aku kasih tau kamu Indy, kesalahan kamu adalah kamu itu hadir di hidup kamu hadir di hidup kami. Gara-gara kamu, semua keluarga berantakan. Kamu itu memang pembawa sial,'' ujar Ibu Fandi dengan menarik rambut Indy.
Indy menyadari hal itu, dia merintih kesakitan dan meminta ibu mertuanya melepaskan rambut yang sengaja ditariknya. Dia terus memohon pada ibu mertuanya, namun permohonan itu tidak digubris oleh ibu mertuanya.
''GARA- GARA KAMU SEMUA HANCUR, fANDI DAN AYAHNYA SELALU BERTENGKAR, AKU SELALU DI MARAHI OLEH SUAMI KU, GUNA-GUNA APA YANG SEBENARNYA KAMU GUNAKAN HINGGA KAMU BISA MENGUBAH AYAH FANDI MENJADI SEPERTI INI? APA?'' bentak Ibu Mertua pada Indy, kemudian dia melepaskan rambut Indy dengan kasar dan menatap Indy dengan tajam.
''Aku menikahkan kamu dengan Fandi agar keluarga ini bahagia, tidak seperti ini. Lagian, kutukan apa? KUTUKAN APA HINGGA MEMBUAT KELUARGA INI SELALU MENDAPATKAN SIAL KARENA KAMU.''
''Maaf Bu, maafkan Indy.. Indy tidak bermaksud menyakiti membuat semua ini terjadi, Indy tidak menyangka kalau dengan hadirnya INdy di rumah ini, Indy justru membawa nasib buruk bagi keluarga ini.'' Indy berkata dengan berderai air mata. Dia hanya menundukkan kepalanya.
''Baguslah kalau kamu menyadari kehadiran kamu adalah pembawa sial, dan ya.. Mama mau, kamu ceraikan Fandi secepatnya!'' jawab Ibu Fandi dengan tegas pada Indy.
__ADS_1
Indy yang mendengar ucapan itu seketika sangat terkejut, dia meninggikan kepalanya dengan mulut ternganga.
''Kenapa Ibu bisa mengatakan hal itu pada ku? Kenapa Ibu menyuruh aku menceraikan Mas Fandi? Apa salah ku bu? '' ucap Indy dengan berlinang air mata.
''Kesalahan kamu itu, karena kamu membawa sial di hidup kami. Paham!'' jawab Ibu Fandi dengan marah, kemudian dia mendorong Indy hingga Indy terdorong beberapa langkah dari hadapannya dan pergi.
Melihat kepergian ibu mertuanya, Indy hanya diam dengan berderai air mata. Dia memandang ke arah ibu mertuanya yang pergi meninggalkan dirinya.
''Ya Tuhan, apa salah ku? Kenapa semua orang di sini sudah berubah? Kenapa semua orang menyalahkan aku atas kesalahan yang tidak aku lakukan? Kenapa?'' ujar Indy dengan berurai air mata.
Di kantor, Fandi tengah duduk berdampingan dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Inara, kekasih Fandi.
''Bu Inara,'' panggil karyawan itu dengan terkejut, kemudian bergegas keluar dari ruangan Fandi.
''Mas, gimana ini? Dia tau hubungan gelap kita, gimana kalau dia bilang ke istri kamu? '' ucap Inara dengan wajah panik.
''Tenang, aku bisa mengatasi hal ini. Kamu jangan khawatir, aku akan menemui dia,'' jawab Fandi.
Fandi pergi ke ruangan karyawan itu, saat di hampiri oleh Fandi, karyawan itu hanya menundukkan wajahnya. Dia merasa sangat menyesal karena masuk ke ruangan Fandi tanpa mengetuk pintu.
''Maaf Pak Fandi, saya benar -benar minta maaf. Saya janji dengan Pak Fandi, saya tidak akan mengulanginya lagi,'' ujar karyawan itu merasa takut kalau dirinya akan di pecat oleh Fandi.
__ADS_1
''Saya tidak akan memecat kamu.. '' jawab Fandi.
''Apa?! Gila ya Mas kamu, dia itu tahu rahasia kita, lalu kenapa? Kenapa Mas membiarkan dia masih di sini? Gimana kalau dia bicara dengan Indy nanti? '' sahut Inara dengan panik dan kesal dengan Fandi.
''Bu Inara, saya mohon jangan meminta Pak Fandi memecat saya, saya janji saya tidak akan memberi tahu Bu Indy tentang apa yang saya lihat, saya janji.''
''Baik, saya yakin dengan.. ''
''Mas,'' potong Inara.
''ssstt, tenang.. Aku janji, rahasia kita akan baik baik saja, kalau pun Indy tahu, itu lebih bagus, karena apa ? Karena aku bisa menceraikan dia dan menikah dengan kamu,'' jawab Fandi dengan lirih.
Inara yang saat itu merasa panik, perlahan mulai tenang. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Fandi ada benarnya.
''Kamu tidak akan saya, tapi kamu harus ingat rahasia hubungan ini hanya kita bertiga yang tahu, kamu paham.. '' ucap Fandi dengan tegas.
Karyawan itu menganggukkan kepalanya, kemudian Fandi dan Inara pergi dari hadapan karyawan itu. Saat Fandi dan Inara pergi, karyawan itu meninggikan kepalanya dan memberanikan diri melihat Fandi.
''Padahal lebih cantik Bu Indy dari pada Bu Inara, tapi kenapa Pak Fandi bisa tergila-gila dengan Bu Inara? Kalau seandainya aku jadi Pak Fandi, aku pasti sangat bahagia , karena bisa punya istri secantik dan sebaik Bu Indy,'' ucap karyawan itu, setelah itu dia melanjutkan bekerja.
BERSAMBUNG....
__ADS_1