
Pagi menjelang, ayam berkokok dan burung-burung berkicau dengan merdu, Shoyo pun terbangun dari tidurnya, dia terduduk di atas kasur sembari memandangi langit yang cerah, ibu pun mengetuk pintu kamar Shoyo untuk menyuruh Shoyo agar mencuci muka dan gosok gigi, sesudah cuci muka dan gosok gigi Shoyo dipanggil untuk sarapan bersama di ruang makan, namun dia kebingungan sambil mencari-cari Rio,Ayane,dan Kotone, Shoyo bertanya kepada ibu " Bu dimana Rio dan yang lainya?", ibu menjawabnya dengan ceria " oh Rio sudah berangkat ke sekolah tadi pagi!, Shoyo pun menjawab dengan wajah yang datar " oh sekolah ya hemm". Ibu bertanya kepada Shoyo kenapa dia tidak sekolah, Shoyo menjawab dengan alasan tidak punya uang, ibu dan ayah yang mengetahuinya pun sudah memiliki rencana untuk menyekolahkan Shoyo agar mendapatkan pendidikan yang layak. Shoyo yang mendengarnya sedikit tidak enak dan menolak tawaran kedua orang tua Rio dengan lembut, Shoyo yang masih sekolah tidak ingin keluarga Rio tahu bahwa Shoyo masih sekolah, setelah sarapan pagi selesai Shoyo berpamitan untuk pergi keluar rumah sebentar kepada kedua orang tua Rio. Saat Shoyo keluar rumah, Shoyo berjalan menuju rumah tua yang berada di sungai dengan santai dan menikmati keindahan alam, sesampainya di rumah tua itu, Shoyo mengemas baju-baju dan uang yang dia ambil dari para penculik yang telah dia bunuh, setelah berkemas Shoyo pun berjalan ke arah kota untuk menitipkan barang-barangnya ke rumah pemilik Rose Cafe dimana dia berkerja paruh waktu yaitu, Ruko Teo. Ruko Teo adalah orang yang baik, walaupun dia tahu bahwa Shoyo itu pembunuh, namun dia tetap diam seakan-akan itu adalah hal yang wajar, dia juga menganggap bahwa Shoyo adalah anaknya, uang hasil berkerja di Rose Cafe adalah untuk panti yang dia tinggali dulu, karena di panti tersebut terdapat orang-orang yang berharga bagi Shoyo dari yang lebih tua darinya hingga yang anak-anak yang ada di panti. Alasan Shoyo mengambil uang dari penculik yang kemaren adalah untuk di membantu keuangan di panti tersebut, khususnya untuk anak-anak seumuran dengannya yang sedang sekolah, Shoyo pergi dari panti dengan alasan mencari uang. Shoyo mengetuk pintu depan pak Ruko untuk beberapa kalinya, dan pak Ruko pun membuka pintu, pak Ruko pun terkejut dan langsung memeluk Shoyo dengan wajah gembira, setelah memeluk Shoyo dia bertanya kepada Shoyo " syukurlah nak Sho kau masih hidup kan, dari mana saja kamu selama ini, sejak kamu tidak absen 13 hari terakhir aku khawatir kepadamu, terus ada keperluan apa kamu kesini", Shoyo pun menjawab dengan wajah yang datar " terima kasih pak, aku baik-baik saja kok malahan aku sehat, aku datang kesini untuk meminta izin kepada bapak agar aku dapat menitipkan barang-barang ku di rumah anda supaya ketika hendak sekolah tidak ke rumah tua itu lagi karena jalan ketempat itu sangatlah jauh!" pak Ruko pun merasa tidak keberatan dan malahan Shoyo pun ditawari untuk tinggal di asrama Rose Cafe, namun Shoyo menolak dengan cara yang halus" terima kasih pak namun aku sekarang sedang menginap di rumah teman ku!", pak Ruko pun merasa senang mendengar bahwa Shoyo telah memiliki teman di dunia yang kejam ini, Shoyo pun mendapat izin dan diperbolehkan untuk memakai lemari kosong yang berada di depan kamar mandi, Shoyo pun di panggil oleh istri pak Ruko untuk masuk ke dalam rumah dan ganti baju untuk siap-siap berangkat ke sekolah, ketika hendak berjalan ke arah kamar mandi, Shoyo tidak sengaja menabrak anak perempuan pak Ruko yang bernama Ilfy Ruko, Ilfy adalah pelajar yang menduduki kelas 4 SD dan sangatlah pintar terhadap pelajaran, namun ketika bersama Shoyo, Ilfy terlihat seperti gadis biasa yang pemalu, Ilfy juga sudah dianggap seperti adik perempuan oleh Shoyo, Shoyo pun meminta maaf kepada Ilfy, namun Ilfy ingin memaafkannya jika dia mau berangkat ke sekolah bersama-sama, Shoyo pun menerima syarat dari Ilfy dan bergegas ganti baju untuk berangkat ke sekolah bersama-sama. Sesudahnya ganti baju, Shoyo dan Ilfy berangkat bersama, mereka berjalan dengan memandangi langit yang cerah dan indahnya alam, tanpa disadari Shoyo dan Ilfy telah sampai di gerbang sekolah Ilfy yang telah terbuka, Ilfy pun mengungkapkan " sampai jumpa kembali ya kakak !" dengan tersenyum, Shoyo pun menjawab dengan wajah yang datar, Ilfy yang sudah masuk ruangan sekolah pun di hampiri banyak temanya yang bertanya-tanya siapakah pria yang berjalan bersamanya tadi, Ilfy menjawabnya dengan wajah tersipu malu " anu dia eee kakak ku walaupun bukan kakak kandung sih tapi aku menganggapnya sebagai kakak ku yang tersayang !", teman-temannya pun terkejut, Shoyo yang sudah hampir dekat dengan sekolah pun bergegas ke sekolah agar tak terlambat, sesampainya di sekolahan bel pun berbunyi Shoyo masuk ke dalam kelas dengan disambut oleh rekan-rekan pembunuhnya, pelajaran akhirnya dimulai Shoyo yang jarang sekolah diperintahkan untuk menghadap ke ruang guru setelah jam pelajaran, bel pun berbunyi menandakan bahwa pelajaran telah usai, Shoyo pun berjalan menuju ruang guru l, di tengah-tengah perjalanan menuju ruang guru Shoyo dipeluk oleh gadis yang bernama Kirigaya Asuna. Kirigaya Asuna adalah gadis panti yang lebih tua dari Shoyo yang urusan keuangan sekolahnya ditanggung oleh Shoyo, Asuna memeluknya Shoyo dengan air mata yang berlinang di pipinya, Shoyo yang tidak peka terhadap keadaan bertanya kepada Asuhan " hei kak kenapa kamu menangis? " Asuna yang menangis menjawabnya dengan ekspresi setengah marah " karena kamu tahu, aku khawatir kepadamu Shoyo, sudah berapa minggu kamu tidak datang ke sekolah maupun ke markas ", setelah beberapa saat kemudian Asuna melepaskan pelukannya dari Shoyo dan Shoyo pun meminta maaf kepada Asuna karena tidak memberi kabar kepada seluruh anggota Kuro no Tamashi, karena dia ada urusan penting dengan kliennya soal target yang hendak dibunuh. Shoyo pun meminta Asuna untuk mengumpulkan seluruh anggota Kuro no Tamashi untuk memberikan informasi nanti malam di markas besar, Asuna menganggukkan kepalanya dengan wajah tersenyum, dan Shoyo pun pergi meninggalkan Asuna untuk ke ruang guru. Sesampainya di ruang guru Shoyo pun di marahi oleh gurunya yang bernama Latina Say karena Shoyo sering bolos sekolah, Shoyo meminta maaf kepada Bu Latina karena dia sering bolos, Bu Latina mau memaafkannya dengan syarat harus menceritakan alasan kenapa dia sering bolos sekolah, Shoyo pun menceritakannya dengan alasan " saya minta maaf kepada Bu Latina karena saya sering bolos sekolah, saya bolos sekolah karena saya mengemasi barang-barang milik nenek yang mengasuh saya selama ini, karena kemarin beliau telah meninggal, saya ingin memberikan barang-barangnya yang berharga kepada anaknya ", Bu Latina pun terdiam dan turut berdukacita, setelah itu Bu Latina pun memaafkan Shoyo dan Shoyo sudah di perbolehkan untuk keluar dari ruang guru, setelah keluarnya Shoyo dari ruang guru, Shoyo berjalan menuju atap sekolahan tempat dimana dia nongkrong, sesampainya di atap, dia pun duduk sembari melihat langit yang biru, beberapa saat kemudian Asuna, Renta, dan Lala ikut ke atap, Sesampainya di atap Asuna dan dua anggota Kuro lainnya meminta Shoyo untuk menceritakan apa yang dia lakukan beberapa minggu ini, Shoyo pun menceritakan tentang apa yang dia lakukan selama ini " iya iya baiklah, aku diminta oleh walikota untuk membereskan para penculik yang ada di daerahnya dengan bayaran yang cukup tinggi, aku pun menerima permintaan pak walikota untuk membereskan para penculik itu. Setelah hendak membereskan kelompok penculik yang terakhir aku melihat ada beberapa anak yang hendak mereka culik, aku pun menghabisi para penculik itu dan mengantarkan beberapa anak tadi, namun karena tak terduga aku harus tinggal untuk sementara di rumah orang tua anak-anak tadi karena sebagai balasan terima kasih telah menyelamatkan anak-anaknya ". Lala bertanya kepada Shoyo kapan dia akan kembali ke panti, namun Shoyo tidak menjawab dan memerintahkan mereka untuk berkumpul di markas besar nanti malam. Bel berbunyi Shoyo dan yang lainnya kembali ke kelas masing-masing hingga pulang, sesaat pulang Shoyo langsung pulang ke rumah Pak Ruko untuk menitipkan barang-barangnya, sesampainya di rumah Pak Ruko dia diminta oleh Ilfy untuk mengerjakan PR nya bersama, namun Shoyo menolak dengan alasan dia ingin pergi berkerja di Cafe ayahnya, Ilfy langsung ingin ikut bersama Shoyo namun Shoyo bertanya " PR mu bagaimana, aku pulangnya malam loh ", Ilfy meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk ikut dan berkata " ayah, ibu aku ingin ikut bersama kak Shoyo pr-nya akan aku kerjakan di sana, walaupun pulang malam kan ada kak Shoyo jadi aku tenang saja tidak apa-apa kan ayah, ibu ?", ayah dan ibu Ilfy pun mengizinkan Ilfy untuk ikut Shoyo dengan syarat harus mematuhi apa kata kak Shoyo, Shoyo dan Ilfy pun bersiap-siap untuk berangkat ke Rose Cafe ayahnya, setelah bersiap-siap mereka pun berangkat dengan bergandengan tangan, sesampainya di Cafe Shoyo terkejut karena Cafenya terlihat sepi, Shoyo pun bertanya kepada teman kasirnya yang bernama Karmela. Karmela adalah salah satu anggota Kuro no Tamashi yang berbakat, " hei mel kenapa sepi sekali ?", Karmela pun menjawab pertanyaan Shoyo " iya, beberapa hari ini ada Cafe baru yang memiliki daya tarik yang kuat, jadi mereka pun terpikat akan Cafe tersebut, mungkin karena mereka sudah bosan dengan menu yang ada di sini jadinya mereka pergi untuk mencoba menu yang baru! . Shoyo pun meminta Ilfy untuk mengerjakan pr-nya terlebih dahulu sebelum membantu Shoyo, Shoyo yang memiliki ide untuk membuat minuman dan hidangan yang baru pun mulai membuatnya, beberapa saat kemudian hidangan dan minuman yang Shoyo buat sudah jadi, Shoyo pun menghidangkannya ke meja, Ilfy, Karmela dan para anggota Rose Cafe lainya diminta oleh Shoyo untuk mencoba hidangan dan minuman yang dibuat oleh Shoyo, setelah mencobanya, Ilfy dan yang lainya terkejut karena terasa sangat lezat. Seorang anggota Rose Cafe yang bernama Hidan Sinzu bertanya kepada Shoyo " apa ini lezat sekali, hei Shoyo apa ini tekstur yang lembut dan manis ini membuat ku ketagihan untuk memakannya! ", Shoyo pun menjawab pertanyaan Sinzu dengan wajah yang datar " itu adalah Kue pancong kue panggang yang terbuat dari Tepung, Aci, Telur, pengembang kue dan lainnya terus ditambah gula yang ditaburi di atas kue tersebut membuatnya terasa manis dan gurih ", Ilfy yang mencoba Pop Es Kunyit terkejut karena terasa sangat nikmat di perut, Shoyo pun menjelaskan tentang Es Krim Kunyit tersebut " oh itu adalah Pop Es Kunyit, pop es kunyit terbuat dari serbuk sari kunyit yang aku campur dengan es, madu agar terasa manis dan aku taburi sedikit jeli, serbuk sari kunyit terbuat dari air kunyit yang di rebus dengan beberapa campuran khusus hingga mengeras ,setelah mengeras gumpalan-gumpalan kunyit itu didinginkan, setelah dingin barulah digiling hingga halus dan menjadi serbuk sari tanpa ampas, manfaatnya adalah menghilangkan rasa sakit perut, menghilangkan bau badan dan lain-lain.Yang satu ini adalah Kopi Jahe, sari jahe tidaklah beda dengan cara pembuatan sari kunyit, sari jahe berbeda dengan kunyit yang tidak bisa di campur dengan kopi atau teh, manfaat sari jahe adalah menambah ketahanan tubuh ,dan sangat cocok di minum saat musim dingin untung menghangatkan tubuh, dan yang terakhir adalah, Kopi kedelai, kopi kedelai dipanggang terlebih dahulu sebelum digiling menjadi halus, kopi kedelai tidaklah pakai campuran khusus, namun tetap terasa ringan, kopi kedelai, jahe, dan kunyit dapat di suguhkan dengan cara dingin maupun hangat!. Ilfy, Karmela dan anggota Rose Cafe lainya terkagum dan memberi saran kepada pemilik Rose Cafe pak Ruko yang diam-diam ikut menikmati hidangan Shoyo, Pak Ruko pun setuju dengan saran mereka namun jika Shoyo tidak keberatan, Pak Ruko bertanya kepada Shoyo apakah dia tidak keberatan, Shoyo pun tidak keberatan, dan Shoyo mulai menulis resep-resep dari hidangannya,tidak terasa hari sudah malam Shoyo dan anggota Rose Cafe lainya mulai berkemas untuk pulang, Shoyo yang melihat Ilfy tertidur setelah mencoba makanan menggendongnya, namun di tengah perjalanan menuju rumah Pak Ruko, Shoyo dihadang dengan sekelompok pencuri, Shoyo pun menghadapi mereka hingga mereka pun menyerah, tak ada korban jiwa namun Shoyo tertusuk di bagian lengan, para pencuri yang menyerah pun di perintahkan untuk ikut dengannya, Shoyo pun melanjutkan perjalanan ke rumah pak Ruko dan mengantarkan Ilfy yang sedangkan tertidur, pak Ruko berterima kasih kepada Shoyo karena telah melindungi anaknya, Shoyo pun berjalan ke arah markas yang telah di janjikan untuk berkumpulnya para anggota Kuro no Tamashi.