Kuro No Tamashi

Kuro No Tamashi
Pemimpin Yang Baik Dan Bijaksana


__ADS_3

Tanggal 19 Juni 2011, jam 19:00. Waktu pun berlalu, Shoyo dan para pencuri sudah hampir dekat dengan rumah tua yang berada di pinggir sungai, sesampainya mereka di rumah tua itu, mereka pun memasuki rumah tersebut, Shoyo meminta para pencuri tadi untuk tidak berbuat macam-macam, karena jika mereka berani berbuat macam-macam mungkin mereka akan terbunuh saat itu juga, Shoyo memerintahkan mereka untuk membuka pintu bawah tanah yang berada di dalam gudang penyimpanan barang, para pencuri itu langsung membuka pintu dengan hati-hati agar tidak merusaknya karena takut dihabisi oleh Shoyo, setelah terbuka, Shoyo berjalan menuju bawah dengan lengan yang tertusuk pisau dan memerintahkan mereka jika sudah masuk semua, tutuplah pintu tersebut, mereka pun menurutinya. Shoyo dan para pencuri itu menuruni tangga dengan pelan-pelan agar tetap tenang, setelah menuruni beberapa anak tangga, cahaya lampu pun terlihat, setelah memasuki ruangan tersebut Shoyo sudah ditunggu oleh seluruh anggota Kuro no Tamashi dan menyambut kedatangan sang pemimpin di ruangan yang besar, namun Asuna yang melihat lengan Shoyo berdarah Asuna langsung memerintahkan anggota lainnya untuk mengambilkan kotak P3K untuk mengobati luka tersebut, Asuna bertanya kepada Shoyo dengan suara yang gelisah " hei Shoyo lenganmu kenapa bisa begini, apa yang terjadi, katakan padaku! " Shoyo pun menjawabnya dengan wajah yang datar " em anu eee tidak apa-apa ini hanya luka ringan jadi tidaklah menyakitkan! ", Shoyo pun menjelaskan apa yang terjadi, setelah para anggota Kuro no Tamashi mendengar penjelasan Shoyo mereka sontak ingin langsung menghabisi para pencuri itu, namun Shoyo menghentikan mereka, dan pada saat itu juga dia meminta para pencuri tadi untuk memperkenalkan diri. Mereka pun memperkenalkan diri dengan suara yang ketakutan. " Saya pemimpin kelompok pencuri bernama Henry pak, dan ketiga anggota ku ini bernama Arya, Wiguna, dan Shio pak, kami minta maaf kepada anda karena telah menusukkan pisau ke lengan anda pak! ", Shoyo yang sedang di balut dengan perban lengannya oleh Asuna pun mengangguk dan memaafkan mereka, namun dengan suatu syarat, mereka harus menjadi anggota Kuro no Tamashi dan mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemimpin, para pencuri itu dan anggota Kuro no Tamashi terkejut karena Shoyo memerintahkan mereka untuk bergabung, dan para anggota Kuro no Tamashi pun tersenyum dan Asuna pun mengatakan sesuatu sambil mengikat perban, " jika itu kemauan ketua kami tidak akan menentangnya ", Shio pun bertanya kepada Shoyo "anu kenapa ?, kenapa anda memerintahkan kami untuk bergabung dengan Kuro no Tamashi, anda sudah tahu kan bahwa kamu itu pencuri, mungkin kami bisa saja mengkhianati kalian ", Shoyo pun menjawab dengan suara yang dingin " yah ee anu kalian itu sama saja dengan kami, kami juga membunuh para penjahat untuk bertahan hidup, dan jika saat itu terjadi aku sendiri yang akan membereskan kalian m ngerti! ", mereka pun mengucapkan terima kasih sambil menangis, setelah suasana membaik mereka langsung disambut oleh para anggota Kuro no Tamashi dengan ucapan " Selamat datang di Kuro no Tamashi, organisasi yang berisi orang-orang aneh ". setelah berkenalan Henry bertanya kepada Shoyo " wahai ketua, sebenarnya Kuro no Tamashi itu apa ?", Shoyo pun menjawab pertanyaan tersebut " Kuro no Tamashi adalah sebuah organisasi pembunuh bayaran yang beranggota lebih dari 100 orang dan memiliki lambang bergambar Dewa Kematian, dan memiliki pemimpin yang bernama Kirigaya Shoyo, semua anggota Kuro no Tamashi menyandang nama Kirigaya, dan memiliki tato Dewa Kematian, kalian juga akan diberikan tato tersebut ". Setelah Shoyo selesai menjelaskan tentang Kuro no Tamashi mereka pun di beri tato dewa kematian di tubuh mereka, setelah selesai m memberikan tato, Shoyo pun memerintahkan para anggota Kuro no Tamashi untuk berkumpul karena rapat akan segera di mulai. Rapat ini bertujuan untuk berbagai informasi tentang sebuah organisasi yang menculik anak-anak untuk kelinci percobaan untuk menciptakan Booster obat penguat tubuh, organisasi ini belum di ketahui namanya dan pada saat itu Henry mengatakan bahwa dia tahu nama organisasi tersebut " aku tahu nama organisasi tersebut, namanya adalah Honto no Kami, atau Dewa yang Sebenarnya, dan aku juga pernah melihat suatu mobil menurunkan beberapa anak di pinggir jalan Sakura dengan kondisi trauma dan tidak bisa mengingat apapun selain apa yang terakhir kali mereka lakukan sebelum di bawa ke organisasi Honto no Kami, mungkin ini tidak membantu namun hanya ini yang aku tahu tentang Honto no Kami ", Setelah Henry menceritakan tentang organisasi tersebut Shoyo berterima kasih kepadanya karena telah memberi informasi yang membantu, setelah itu Shoyo memerintahkan para anggota Kuro no Tamashi untuk menyelidiki tentang organisasi Honto no Kami, dan rapat akan di lakukan kembali pada tanggal 12 Juli 2011. S belum para anggota Kuro no Tamashi pun pulang satu persatu, Henry dan tiga anggota pencuri sebelumnya, di tanya oleh Shoyo " hei Henry, dimanakah kau tinggal, apakah kau memiliki rumah untuk tinggal ?", Henny pun menjawab pertanyaan Shoyo " tidak ketua, kami tidak memiliki rumah, kami hanya tinggal di bawah jembatan Sakura ", Shoyo pun menawarkan mereka untuk tinggal di asrama Rose Cafe, " bagaimana jika kalian tinggal di asrama Rose Cafe, tentu kalian tinggal di sana tidaklah gratis,kalian juga harus berkerja di sana, bagaimana mau atau tidak?, jika mau aku akan berbicara dengan pemilik Rose Cafe ", mereka pun menerima tawaran dari Shoyo untuk berkerja di Rose Cafe. Setelah selesai, para anggota Kuro no Tamashi pun pulang, Shoyo berpamitan kepada Asuna dan menitipkan salam kepada orang-orang yang berada di panti, Asuna yang mengangguk dengan tersenyum pun pulang. Shoyo dan Henry pun berjalan menuju rumah Pak Ruko untuk berbicara, sesampainya di rumah pak Ruko, Shoyo pun mengetuk pintu dan memanggil Pak Ruko, setelah beberapa kali di panggil Pak Ruko pun membuka pintu, setelah dia tau bahwa itu Shoyo di langsung meminta Shoyo untuk masuk ke dalam rumah, setelah masuk dan duduk Pak Ruko pun bertanya " ada apa malam-malam begini nak Sho? ", Shoyo pun menjawab pertanyaan Pak Ruko " saya kesini ingin meminta untuk mempekerjakan 4 orang yang saya bawa ini, mereka adalah anggota baru ku, karena mereka tidak memiliki tempat untuk tinggal jadinya saya memutuskan untuk memperkenalkan mereka kepada anda pak, bagaimana ? ", Pak Ruko pun menerima permintaan Shoyo dan mengizinkan mereka untuk tinggal di asrama Rose Cafe, Shoyo memerintahkan mereka untuk memperkenalkan diri kepada Pak Ruko, dan Henry pun memperkenalkan diri kepada Pak Ruko " selamat malam Pak Ruko saya Henry dan mereka temanku , Arya dia tinggi dan kuat, dia Wiguna , rajin dan cepat belajar, dan yang terakhir dia adalah Shio dia sangat pintar jiga menarik perhatian, terima kasih banyak Pak Ruko telah mengizinkan kami untuk tinggal dan bekerja di Rose Cafe ", setelah itu Shoyo, Henry dan yang lainnya berpamitan untuk pergi ke Rose Cafe, dan Pak Ruko pun memberikan kunci cadangan kepada Shoyo, setelah itu mereka pun pergi berangkat ke Rose Cafe. Sesampainya di Cafe, Shoyo pun membuka pintu Cafe dan memerintahkan mereka untuk masuk, setelah masuk, Shoyo pun memerintahkan Henry dan yang lainnya untuk mengikutinya ke lantai atas dimana tempat asrama berada, Setelah mereka berada di depan kamar Shoyo pun meminta mereka untuk memilih kamar masing-masing untuk di bersihkan, setelah usai membersihkan kamar mereka pun diperintahkan oleh Shoyo untuk mandi, selagi mereka mandi Shoyo pergi ke toko baju dan membeli baju untuk Henry dan yang lainya, setelah membeli baju Shoyo juga membelikan makanan untuk mereka dan kembali ke Cafe, sesampainya di Cafe , Henry dan yang lainnya diperbolehkan untuk memakai baju yang dibelinya, setelah memakinya dan terlihat cocok mereka diberi makanan untuk dimakan, namun saat Shoyo memberikan makanan Henry dan 3 temannya menangis karena telah mau berusaha untuk memperdulikan dirinya yang sudah tersesat di jalan yang hitam. Namun Shoyo tidak memperdulikan apa masa lalu mereka, Shoyo hanya berpesan kepada mereka untuk berjalan di jalan yang menurut mereka benar, Henry pun mengatakan bahwa Shoyo adalah " ketua Shoyo anda adalah orang yang baik, saya akan mempersembahkan jiwa dan raga ini untukmu selamanya. Jadi, gunakanlah saya kapan saja! ", Shoyo pun menjawab perkataan Henry " tidak Henry, jiwa dan raga itu adalah milikmu jadi jagalah baik-baik dan manfaatkanlah hidupmu itu! ", setelah itu Shoyo memerintahkan mereka untuk tidur agar besok tidak telat kerja, mereka pun berterima kasih kepada Shoyo dengan menundukkan kepalanya dan setelah itu mereka pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Shoyo yang urusannya sudah selesai pun pulang ke rumah Pak Nishida, sesampainya di rumah Shoyo berjalan menuju pintu belakang dengan pelan-pelan, saat membuka pintu belakang Shoyo masuk dengan hati-hati agar tidak ketahuan dan menuju ke kamar untuk tidur. Sesampainya di depan kamar Shoyo terkejut karena melihat pintu kamar Ayane dan Kotone terbuka, saat Shoyo melihatnya didalam kamar, mereka tidak ada dan Shoyo pun membuka pintu kamar Rio ternyata, Ayane dan Kotone sedang tidur bersama Rio. Shoyo pun merasa iri kepada Rio dan Shoyo pun pergi ke kamarnya untuk tidur, setelah masuk ke dalam kamar, Shoyo melihat isi surat yang diberikan oleh Asuna tadi sebelum pulang yang berisikan pesan " hei Shoyo, entah dimana kamu tinggal sekarang, dan sepahit apa hidupmu, jangan pernah lupakan aku, karena aku akan selalu ada untukmu. Jadi, pulanglah kapanpun kamu mau pintu depan panti siap menerimamu kapan saja, dan Selamat Tidur ". Untuk pertama kalinya Shoyo pun tersenyum sambil menangis, dan dia pun bersiap-siap untuk tidur sembari memikirkan apa yang akan dilakukannya pada hari esok sampai tidak sadar dia pun tertidur pulas.


__ADS_2