
Mentari pagi bersinar, Shoyo yang terbangun dan menatap langit-langit kamar berpikir, apakah dia nanti akan dimarahi oleh Bu Olivia dan tidak akan diberi jatah sarapan, Shoyo mencoba untuk tidak memikirkannya dan hendak bangun dari tempat tidur, namun sebelum Shoyo bangun, dia bertanya-tanya kenapa tangannya terasa keram dan berat sebelah, Shoyo pun mulai melihat ke arah tangannya, dan ternyata tangannya sedang di tiduri oleh Kotone.
Shoyo terkejut dengan adanya Kotone di tempat tidurnya, Kotone adalah kakak perempuan Rio yang memiliki sifat dingin dan bermuka cantik, Kotone pun terbangun dan mengucapkan selamat pagi kepada Shoyo. Shoyo pun menjawab nya selamat pagi dan bertanya kepada Kotone " eh ee anu Kotone, kenapa kamu tidur kamar ku? ", Kotone yang habis menguap menjawabnya " hah, oh. Tadi malam setelah aku ke toilet, aku mencoba melihat mu untuk melihat bagaimana ekspresi wajahmu saat tertidur. Tapi saat aku melihatmu, kamu tidur dengan air mata yang berlinang, aku pun mencoba untuk menghentikan tangisanmu dengan mengelus kepalamu, namun itu tak bisa, aku pun memutuskan untuk tidur di sebelah mu dan memelukmu, akhirnya kamu pun berhenti menangis dan tertidur pulas! .
Shoyo yang mendengarnya pun sedikit malu dan meminta Kotone untuk melupakannya, setelah itu Shoyo berterima kasih kepada Kotone karena telah mau memperhatikannya, Kotone pun pergi keluar kamar untuk mandi dan bersiap-siap pergi berangkat ke sekolah dan memerintahkan Shoyo untuk mencuci muka terlebih dahulu, Shoyo yang menganggukkan kepalanya pun berangkat mencuci muka.
Setelah selesai mencuci muka, Shoyo dipanggil oleh Bu Olivia untuk sarapan bersama, Shoyo yang menjawabnya " iya Bu ", dia pun pergi menuju ruang makan dan duduk di sebelah Kotone, Rio yang duduk di depan Shoyo mengatakan selamat pagi Shoyo, Shoyo pun menjawabnya dengan wajah yang datar " eh ee iya, selamat pagi ". Mereka pun makan hingga beberapa menit berlalu, Shoyo yang selesai makan mengucapkan " terima kasih atas makanannya. Oh iya Bu aku ingin pergi keluar karena ada urusan, mungkin aku akan pulang sedikit terlambat ",
Bu Olivia pun memperbolehkannya namun dengan suatu syarat yaitu" jika kamu sudah pulang lewat lah pintu depan karena kamu sudah bagian dari rumah ini ", Shoyo pun menganggukkan kepalanya, dan berpamitan kepada ayah dan ibu, namun sebelum berangkat Shoyo pun diajak untuk berangkat bersama Rio dan saudarinya, Shoyo yang menerimanya pun berjalan bersama-sama, setelah itu Shoyo telah sampai di persimpangan rumah Pak Ruko, Shoyo dan Rio pun berpisah.
Setelah Rio dan saudarinya berjalan cukup jauh, Shoyo pun pergi menuju rumah Pak Ruko, sesampainya di depan pintu rumah Pak Ruko, Shoyo pun mengetuk pintu Pak Ruko, Pak Ruko meminta Shoyo untuk menunggu sebentar dan memerintahkan Ilfy untuk membukakan pintu, saat Ilfy tahu bahwa itu adalah Shoyo, Ilfy langsung membuka pintu dan memeluknya, setelah memeluknya Ilfy pun meminta Shoyo untuk bergegas untuk ganti baju agar mereka dapat berangkat ke sekolah bersama-sama, namun Shoyo mengatakan " oh maaf ya Ilfy chan, aku berencana untuk tidak sekolah hari ini, karena aku ingin ke Rose Cafe untuk berkerja ", Ilfy pun memasang wajah cemberut dan meminta Shoyo untuk libur kerja saja hari ini.
__ADS_1
Namun Pak Ruko mendengarnya menasehati Ilfy " hei hei Ilfy tidak boleh begitu loh, kak Shoyo juga ingin berkerja untuk mengirimkan uangnya ke tempat dia dulu. Jadi bagaimana jika kak Shoyo yang mengantarkan Ilfy berangkat ke sekolah, bagaimana Shoyo apakah kamu mau mengantarkannya? ", Ilfy yang mendengarnya pun kembali ceria dan Shoyo yang diminta oleh Pak Ruko pun menyetujuinya, setelah itu mereka pun berangkat ke sekolah bersama-sama.
Sesampainya di gerbang sekolahan Ilfy meminta untuk mendoakan agar dia mendapatkan nilai yang bagus, Shoyo pun menganggukkan kepalanya dan berkata " iya, pasti. Jadi bersemangat dan fokus lah untuk belajar ", Ilfy pun memeluknya dan pergi menuju sekolah, setelah itu Shoyo berjalan menuju Cafe dimana dia berkerja. Saat di perjalanan menuju Cafe, Shoyo bertemu dengan temannya yang dulu pernah membantunya untuk membunuh para penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya, Shoyo pun saling menyapa dan berpelukan oleh temannya, setelah itu Shoyo menawarkan temannya untuk mampir ke Cafe dimana Shoyo berkerja, temannya pun menerima tawaran dari Shoyo, dan mereka pun berangkat ke Cafe.
Sesampainya di Cafe, Shoyo dan temannya terkejut karena melihat Cafenya terlihat sangat ramai, Shoyo pun bergegas untuk ganti baju dan membantu berkerja, Shoyo pun bertanya kepada Henry tentang keadaan yang sedang terjadi " hei Henry kenapa hari ini ramai sekali? ", Henny pun menjawab pertanyaan Shoyo " tidak tahu, tapi katanya karena menu baru yang dibuat oleh mu Shoyo! , beberapa saat pun berlalu namun Rose Cafe masih kekurangan tenaga untuk memberikan hidangannya kepada pelanggan, Teman Shoyo pun menawarkan bantuan kepada Shoyo, dan situasi pun terkendali. Setelah itu, mereka berkerja hingga tidak di sadari sudah jam 11:30. Karena para pelanggan sudah puas dan pergi, mereka pun menutup Cafe untuk waktu beristirahat.
Sembari istirahat Shoyo pun membuatkan hidangan dan minuman yang dibuat oleh Shoyo, setelah itu Henry dan para pegawai Cafe bertanya kepada Shoyo " hei Shoyo dari tadi aku penasaran dengannya, siapa dia Shoyo! ", teman Shoyo pun memperkenalkan diri kepada mereka " oh maaf, saya adalah Kirigaya Frod saya ahli dalam bertarung, salam kenal ya semuanya ", setelah itu para pegawai Cafe pun memperkenalkan diri kepada Frod, dan mereka pun bersiap-siap untuk membuka Cafe, setelah itu mereka pun dibanjiri oleh pelanggan yang ketagihan dengan kue dan minuman yang dibuat oleh Shoyo.
" Eee anu jadi, sekali lagi aku perkenalkan, dia adalah Kirigaya Frod anggota pertama di Kuro no Tamashi, atau mungkin bisa dibilang dia adalah wakil ketua, walaupun dia terlihat pendek dan bodoh namun saat serius dia sangatlah mengerikan. Jadi, ada urusan apa kau kesini ". Karmela dan anggota Kuro lainnya pun terkejut karena mengetahui bahwa Frod itu wakil ketua, setelah itu Frod menjawab pertanyaan Shoyo dengan wajah yang serius " anu loh, soal organisasi Honto no Kami yang kau bicarakan beberapa hari yang lalu, aku pun menyelidikinya dan menemukan sebuah informasi tentang jumlah anggota Honto no Kami, setidaknya mereka berjumlah lebih dari 150 orang, mungkin sedikit lebih banyak dari anggota kita saat ini !"
Henny pun bertanya kepada wakil ketua Frod " eh anda tahu tentang Honto no Kami ", dan Frod pun menjawab pertanyaan Henry " tentu saja, karena aku juga mengikuti rapat tersebut ", dan anggota Kuro lainnya pun terkejut karena mendengar bahwa wakil ketua Frod mengikuti rapat tersebut karena mereka tidak mengenalinya ,dan mereka terkejut untuk kedua kalinya, karena wakil ketua Frod telah menemukan informasi yang sangat penting, Henry meminta para anggota Kuro lainnya kecuali Ketua Shoyo dan wakil ketua Frod untuk keluar kamar sebentar, setelah mereka keluar, Henry meminta pendapat kepada anggota Kuro tehadap wakil ketua Frod. Karmela pun menjawab pertanyaan Henry dengan tubuh gemetar " menakutkan. Saat dia memasang wajah serius, hawa membunuhnya pun meluap-luap keluar, aku pun baru tahu jika kita memiliki wakil ketua ", para anggota Kuro lainnya pun setuju dengan pendapat Karmela, setelah itu mereka pun masuk kembali ke kamar dan meminta ketua dan wakil ketua melanjutkan obrolannya.
__ADS_1
Setelah mereka banyak mengobrol, Shoyo meminta Henry dan yang lainnya untuk memperkenalkan diri kepada Frod. " Baik, saya adalah Henry, 15 tahun, laki-laki. Saya Karmela, 17, perempuan. Saya Wiguna, 16, laki-laki. Saya Shio, 15, laki-laki. Saya Lala, 16, perempuan. Dan yang terakhir, saya adalah Arya,16, laki-laki pak ", sesudah memperkenalkan diri dan mengobrol tentang keseharian mereka masing-masing hingga cukup malam, Shoyo pun memerintahkan Henry dan Wiguna untuk mengantarkan Karmela dan Lala pulang Henry pun mengantarkan mereka pulang.
Shoyo bertanya kepada Frod dia mau kemana setelah ini, Frod mengatakan tidak tahu. Shoyo pun menawarkan Frod untuk tinggal di asrama Rose Cafe dan berkerja di Cafe, Frod pun menerima tawaran dari Shoyo dengan senang hati, Shoyo pun meminta kepada Arya dan Shio untuk membantu Frod membersihkan kamar tidur yang hendak di pakai oleh Frod, setelah itu Shoyo berpamitan kepada Frod dan yang lainnya untuk pulang.
Shoyo pun pulang dengan membawa oleh-oleh untuk semua orang yang ada di rumah, Sesampainya di rumah, Shoyo membuka pintu dan masuk. Saat masuk dia disambut oleh Bu Olivia. Shoyo pun bertanya kepada ibu " ee anu Bu Rio dan yang lainnya kemana ", ibu pun menjawab pertanyaan Shoyo " oh Ayane dan Kotone sedang membantu Rio belajar untuk besok ujian ", Shoyo pun menjawabnya dengan wajah yang datar "heem ujian ya ",dia pun memberikan oleh-oleh yang berisikan kue Pancong kepada ibu dan meminta mereka untuk memakannya, ibu pun memanggil Rio dan saudarinya untuk keluar dari kamar dan memakan kue Pancong tersebut, tentunya Shoyo tidak mengatakan bahwa dia yang membuat kue tersebut, setelah itu Shoyo pun ikut melihat berita tv yang sedang di tonton oleh Pak Nishida.
Rio, Ayane dan Kotone pun keluar dari kamar dan mencicipi kue tersebut, setelah itu Bu Olivia dan Ayane bertanya kepada Shoyo " apa ini kok enak sekali, tekstur yang lembut dan manis ini membuat ku ketagihan ", Shoyo pun menjawab pertanyaan tersebut " itu adalah kue Pancong, kue yang terbuat dari tepung beras, aci, dan bahan-bahan lainnya ", setelah itu Shoyo pamit ke kamar untuk tidur, namun sebelum sampai di depan kamar, Shoyo mendengar berita bahwa ada pembunuhan berantai di sekitar daerah Kanto. Yang tertangkap kamera pengintai hanyalah sekelompok orang yang memakai jubah bergambar tengkorak kepala kambing, Shoyo pun masuk ke kamar dan bersiap-siap untuk tidur, setelah itu dia pun berbaring di tempat tidurnya sembari melihat langit-langit kamar dan memikirkan tentang Kepala kambing tersebut hingga dia pun tertidur.
Hari pun berganti, Shoyo terbangun oleh suara Bu Olivia yang sedang membuat sarapan, Shoyo pun bangun dan mandi, setelah mandi Shoyo ikut membantu Bu Olivia untuk menyiapkan sarapan, saat Shoyo membantu ibu, ibu terkejut dengan Shoyo yang pintar memasak, setelah ibu dan Shoyo selesai menyiapkan makanan, mereka pun sarapan bersama., Rio yang memakan masakan Shoyo terkejut karena sangat lezat, setelah itu Rio bertanya kepada ibu " Bu ini apa, rasanya enak sekali ", ibu pun menjawab pertanyaan tersebut " oh itu adalah masakan yang di buat oleh Shoyo ", Rio dan Ayane terkejut karena Shoyo bisa memasak.
Setelah itu, Shoyo pun menjawab pertanyaan Rio " eee anu aku belajar dari temanku dulu yang ada di panti ", Rio pun memuji Shoyo " wah hebat sekali kau Shoyo, kau bisa membuat makanan selezat ini, aku terkagum kepadamu ", Ayane yang tahu bahwa itu adalah masakan Shoyo pun merasa suram, dan Shoyo bertanya kepada ibu " hei Ibu, Kotone kenapa terlihat suram ", ibu pun memberi tahu kepada Shoyo bahwa Ayane adalah orang yang bisa memasak dengan lezat di keluarga ini, namun setelah dia merasakan masakan Shoyo pun merasa kalah kepada Shoyo dan meminta Shoyo untuk mengajarinya memasak.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian mereka pun berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian, Shoyo juga berangkat menuju rumah Pak Ruko untuk mengambil barang-barang sekolahnya, setelah dia selesai bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, Ilfy pun meminta kepada Shoyo untuk berangkat bersama. Shoyo memperbolehkannya, mereka pun berangkat bersama dan setelah dia mengantarkan sekolah Ilfy Shoyo pun berangkat ke sekolah, saat di persimpangan dia bertemu dengan Frod yang memakai baju sekolah, Frod pun menyapa Shoyo dan memanggilnya. Shoyo pun bertanya kepada Frod dengan wajah yang datar " hei Frod, sebelumnya aku mau bertanya, kau mau ke mana? ", Frod pun menjawab pertanyaan Shoyo " mau kemana katamu ketua, ya tentunya sekolah lah! ".