
Semua orang terdiam saat mendengar ucapan Zafran, terutama kedua orang tuanya yang merasa yakin jika saat ini putra mereka sudah merasa emosi.
"Haha, kau sangat lucu sekali, Zaf," seru Bella sambil terkekeh pelan, dia merasa ucapan Zafran sangat lucu dan tidak menyangka jika laki-laki itu punya selera humor juga.
Vano segera mengalihkan pembicaraan mereka sebelum Zafran kembali mengeluarkan suara, keadaan bisa menjadi sangat canggung jika putranya itu sudah kehilangan kesabaran.
Selesai makan, mereka lanjut mengobrol yang sebenarnya isi percapakannya hanya sekedar basa-basi. Vano sibuk membicarakan tentang pekerjaan walau beberapa kali Samuel kembali membahas tentang perjodohan, sementara Via dan Luna sibuk membahas tentang perkembangan fashion saat ini.
"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat lain, Zaf?" ucap Bella sambil menatap Zafran dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Zafran menghela napas kasar. "Boleh." Dia lalu beranjak dari tempat itu dan berpamitan untuk keluar dengan orang tuanya, tidak lupa dengan kedua orang tua Bella juga. Dia ingin cepat-cepat terbebas dari semua ini.
Bella tersenyum senang karena Zafran menuruti ajakannya. Dia bergegas mengikuti langkah laki-laki itu untuk keluar dari sana, dan mungkin dia bisa mengajak Zafran ke klub untuk menikmati waktu berdua.
"Apa kau bawa mobil?" tanya Zafran saat sudah berada di parkiran, dia melihat lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Bella sedikit pun.
Dengan cepat Bella menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bawa mobil." Dia berucap dengan semangat. Untung saja tadi dia berangkat bersama dengan kedua orang tuanya, jika tidak maka dia tidak akan bisa satu mobil dengan Zafran.
Zafran menganggukkan kepalanya lalu mengajak Bella untuk masuk ke dalam mobilnya, dia lalu melirik ke arah jam yang melingkar dipergelangan tangan menunjukkan jika sekarang sudah pukul 10 malam.
"Rumahmu di mana? Aku akan mengantarmu pulang."
Bella terlonjak kaget saat mendengar ucapan Zafran, padahal dia baru saja masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Pu-pulang? Kenapa?" Bella bertanya dengan bingung. Kenapa laki-laki itu malah mau mengantarnya pulang? Bukankah mereka bisa pergi ke tempat lain?
"Karena sekarang sudah larut, tidak baik seorang gadis berada di luar rumah malam-malam begini," jawab Zafran sambil menghidupkan mobilnya. Dia lalu melihat ke arah Bella yang saat ini sedang tercengang karena apa yang dia ucapkan.
"Sekarang 'kan masih jam 10, masih sangat sore kalau pulang," ucap Bella dengan nada tidak terima. Biasanya dia akan pulang jika jam sudah menunjukkan pukul 2 atau 3 dini hari, lalu sekarang jam masih sangat sore sekali.
Zafran tersenyum sinis saat mendengarnya. Jelas-jelas sekarang sudah malam, tetapi wanita itu malah mengatakan jika sekarang masih sore.
"Bagaimana kalau kita ke klub aja? Ada klub temanku yang sangat nyaman, kita bisa bersenang-senang di sana," ajak Bella dengan semangat. Dia yakin jika Claudia dan yang lainnya juga berada di sana, dia bisa memamerkan kedekatannya dengan Zafran.
Zafran mengernyitkan keningnya dengan kedua tangan mencengkram kemudi kuat, berani sekali wanita itu mengajaknya ke tempat yang tidak pernah dia datangi? Bahkan dia sama sekali tidak berminat untuk datang ke tempat seperti itu.
"Kalau kau tidak-"
"Leo dan yang lainnya juga pasti ada di sana, kita bisa bersenang-senang dengan mereka," potong Bella.
"Baiklah. Tunjukkan di mana tempat itu," ucap Zafran sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Bella bersorak senang saat mendengarnya, dengan cepat dia menyebutkan alamat dari klub malam yang akan mereka datangi.
"Aku tidak menyangka jika Zafran adalah anak pengusaha kaya raya, pokoknya malam ini aku harus mendapatkan dia." batin Bella meronta-ronta tidak sabar. Apa pun yang terjadi, dia harus mendapatkan Zafran dan menikah dengan laki-laki itu. Dengan begitu, hidupnya pasti akan bahagia dan bergelimang harta.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Zafran segera memarkirkan mobilnya dan bergegas keluar dari mobil, sementara Bella masih duduk di tempatnya menunggu pintu mobil dibuka oleh Zafran.
__ADS_1
Zafran yang sudah berada di luar tampak memperhatikan klub malam itu, tanpa sadar jika Bella sedang menunggunya.
"Kenapa dia tidak membukakan pintu untukku?" gumam Bella dengan heran, padahal sudah beberapa menit berlalu.
Zafran lalu menoleh ke belakang saat merasa jika Bella tidak keluar-keluar dari mobilnya. "Kenapa kau tidak keluar?" Dia bertanya dengan bingung.
Bella berdecak kesal saat mendengar ucapan Zafran, padahal sejak tadi dia menunggu laki-laki itu, tetapi Zafran malah tidak membukakan pintu untuknya. Dia lalu bergegas keluar dengan tatapan tajam.
"Ayo, kita masuk!" ajak Zafran sambil berjalan masuk ke klub itu, tidak peduli jika wanita yang sedang bersamanya sedang kesal.
Suara dentuman musik yang memekakkan telinga langsung terdengar begitu Zafran memasuki tempat itu. Lautan manusia tampak menari dengan semangat, juga ada yang menikmati minuman bersama dengan yang lainnya.
"Bella!'
Bella menoleh ke arah samping kanan saat mendengar panggilan seseorang, sontak dia tersenyum lebar saat melihat teman-temannya ada di tempat itu.
"Ayo, kita ke sana!" ajak Bella sambil menunjuk ke arah di mana Leo dan yang lainnya berada.
Zafran langsung melihat ke arah mereka dengan senyum tipis. "Wah, ternyata kau ada di sini juga, Leo."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.