
Lili bagaikan bunga yang bertangkai besi. Meski semalam ia menangis ditolak Alex untuk jalan-jalan, tetapi ia tetap bersemangat mengejar pria itu. Tidak ada kamus menyerah dalam hidup seorang Liliana untuk mendapatkan Alex.
Walau sekarang ia merasa begitu resah karena Alex sangat jarang ia temui dan lihat di kelasnya sejak UNBK. Kegiatan OSIS yang membuat Alex tidak bisa berlama-lama di dalam kelas, apalagi selesainya UNBK mereka harus siap menjadi panitia untuk MOS.
Lili ingin rasanya menarik pria yang sedang memakai almamater merah itu dan mengurungnya hingga tidak bisa bergerak jauh. Dari sini ia bisa melihat bagaimana sibuknya anak OSIS dalam membuat sambutan di lapangan. Mulai dari dekor dan spanduk besar yang tertulis untuk pembukaan.
Sebenarnya Lili harusnya istirahat di rumah atau keluar jalan-jalan karena sekarang masa libur, tetapi ia tidak mau dan memilih di sini. Ia tidak bisa juga mengganggu sahabatnya Alexa yang sedang kesenangan mendapat lamaran dari Alden.
“Ih, tuh, cewek siapa, sih?” kesal Lili saat melihat seorang wanita menghampiri Alex. Ia melihat Alex dan wanita itu berbincang. Ia merasa haus berjalan ke kantin untuk membeli minuman.
Ia melihat banyak siswa baru yang sedang datang ke sekolah mereka mengambil atau mengembalikan formulir. Di sekolahnya ada dua jalur, bisa lewat offline dan online untuk mendaftar. Mungkin yang ingin melihat suasana sekolah memilih datang mengambil formulir.
Lili menatap malas bangku-bangku di kantin mulai terisi penuh. “Dari gue kelas satu sampai mau kelas tiga, kenapa kantin ini tidak tambah-tambah kursinya, sih,” sewotnya. Ia melihat satu bangku kosong, tetapi di sana ada beberapa kumpulan remaja. Ia mendekat ke sana dan memesan bakso. Niat awal untuk beli minum hilang sesampai di kantin. Ia menginginkan makan juga.
“Gue boleh duduk di sini, ‘kan?” tanya Lili diangguki mereka. Kumpulan remaja itu menjadi semangat melihat Lili ingin duduk di dekat mereka. Lili yang tidak acuh terhadap sekitar mulai makan dengan lahap.
“Umm, lo kakak kelas atau siswa baru juga?” tanya salah satu dari mereka—Denis. Lili mengangkat wajahnya dan memelankan kunyahannya. “Gue akan naik kelas 3,” jawab Lili. Mereka membulatkan bibir membentuk huruf o.
“Kakak kelas,” lirih mereka. Lili tidak tahu jika ia sudah menjadi sorotan karena duduk di tengah Raka the geng. Cowok yang dinobatkan akan menjadi most watted di sekolah mereka.
“Ahhh, kenyang. Waktunya mantai calon laki gue lagi,” gumam Lili dan beranjak dari sana. Ia meninggalkan kantin dan berlari kecil ke tempatnya memantau Alex.
***
__ADS_1
“Lex, itu Lili nungguin lu,” ujar Rion, anggota OSIS. Alex menoleh melihat Lili yang sedang duduk jauh dan benar gadis itu menatap ke arahnya.
“Iya,” jawab Alex tanpa melepas tatapannya dari Lili. Padahal ia ingat gadis itu selama ujian kepadanya berpura-pura tidak acuh. “Dia mungkin ada urusan di sekolah.” Alex kembali bekerja.
Rion menggelengkan kepala melihat temannya itu tidak bisa bersikap manis kepada Lili. Lili itu cantik, termasuk idaman di sekolah, tetapi tidak ada yang berani mendekati gadis itu karena Lili berulang kali mengatakan jika hatinya sudah menjadi milik Alex.
Alex menatap ponselnya yang berdering. Ia mengedarkan pandangannya saat mendapat pesan dari sepupunya. Ia segera ke depan dan menghampiri wanita yang sedang menenteng tas dengan wajah menunduk malu.
“Kimmi.” Gadis itu mengangkat wajahnya dan menghampiri sepupunya.
“Kak Alex,” cicit Kenaya.
“Formulir kamu mana?” tanya Alex. Kenaya segera mengambil map hijau di tasnya. Ia segera memberikannya pada Alex.
Ia kemudian mengajaknya ke lapangan untuk menunggunya agar bisa pulang bersama. Kenaya pun mengangguk dan dari sudut lapangan, Lili sudah menajamkan matanya dan titik fokus tatapannya pada Kenaya.
“Siapa, tuh?” Ia menghela napas saat melihat Kenaya. “Meresahkan, ya, Bund,” sewot Lili sendiri. Ia kemudian duduk kembali di tempatnya.
Kehadiran Kenaya bukan hanya menarik perhatian Lili, tetapi sang KETOS pun mendadak kehilangan fokus. Kenaya yang melihat Abian menjadi salah tingkah. Ia mengedarkan pandangannya sampai melihat Lili. Ia hanya mengenal gadis itu sebagai sahabat sepupunya Alexa dan musuh buyutan adiknya, Sie.
“Kak Alex, aku mau ke Kak Lili,” pamit Kenaya.
“Iya,” jawab Alex seadanya.
__ADS_1
Lili memperbaiki posisi duduknya saat melihat Kenaya berjalan ke arahnya. Ia membalas senyum gadis itu saat sudah berada di depannya. Tentu saja Lili sangat ramah kepada Kenaya karena ia tahu gadis itu sepupu dari Alex.
Lili dan Kenaya mulai kenalan dan berbincang satu sama lain. Keduanya mengobrol dan tertawa yang begitu memabukkan. Andai mereka berdua tahu ada dua pria yang kehilangan konsentrasi bekerja dengan benar.
“Gue itu bingung banget cara dapatin hati Alex. Dia itu lebih membeku dari karang lautan. Gue itu mungkin ombak kecil yang berusaha mengikis karang sekuat dia,” ujar Lili membuat Kenaya yang mendengar cerita Lili tentang Alex dari tadi begitu takjub.
“Enggak ada yang bisa gue lakuin selain meminta bantuan sama yang di atas. Alexa yang gue harapin gak bisa diandelin. Dia sarannya gak ada yang berbobot,” ucap Lili kesal mengingat sahabatnya menyarankannya ke dukun beranak untuk memelet Alex.
“Hahahahaha, Kak Alexa ada-ada saja. “ Kenaya tertawa mendengar saran sepupunya begitu konyol. “Kak, Li. Terusakan doa kakak. Mencintainya dalam diam dan mengharapkannya dalam doa. Bila tidak mendapatkannya tetap bersyukur, Kak karena Allah pasti menyiapkan jodoh terbaik untuk Kakak dan bila didapatkan maka sujud syukur.” Lili tercengang. Andia dia tahu Kenaya sangat bisa diajak membahas masalah cinta, ia akan meminta saran pada Kenaya daripada Alexa.
“Wah, Kakak enggak nyangka lo bisa soal cinta.” Kenaya tersentak. Ia mendadak salah tingkah karena pujian Lili. Padahal ia sendiri merasa rumit dengan cinta yang sedang tengah tertanam di hatinya.
"Kak Li, Kimmi tidak tahu banyak tentang cinta. Kimmi juga butuh orang untuk mengajari Kimmi tentang cinta yang selalu diambakan orang.” Lili mengelus punggung Kenaya.
“Nama yang sedang kamu sebut dalam doamu adalah amin Kakak,” ujar Lili tulus.
***
Bersambung ....
Hey, semangat untuk cinta dalam diam, hehehe.
Semoga namanya dalam doa kalian adalah jodoh kalian, aamiin.
__ADS_1