
Pukul 19.20
Letta baru saja tiba dirumahnya dan ia tercengang sangat kaget, karna kondisi rumahnya saat ini sangat berantakan.
"KAMU MAIN BELAKANG SAMA AKU MAS!"
"AKU GAK MAIN SAMA CEWEK LAIN LAIN, AKU CUMAN SAYANG SAMA KAMU ZEL!"
"BOHONG, KAMU BOHONG"
"Bunda, ayah, gak usah teriak teriak, leo mau ngerjain tugas kampus"
"DIEM LEO"
Prang
Ayah Bundanya letta dan leo sang abang letta menatap letta yang baru saja membanting sebuah album kelantai
"Gres!"
Ayah, Bunda, dan leo tercengang kaget dengan kedatangannya letta, karna letta selalu pulang pukul 8 malam karna memiliki les malam
Tapi mengapa ia sekarang pulang awal?
Gres Adalah nama panggilan keluarga letta padanya, tapi mereka juga sering memanggil letta dengan nama letta juta kok.
"Kalian kalau mau berantem, berantem aja, gak usah pake teriak juga, kuping letta sakit!"
Letta berkata sangat kasar dan berjalan kedalam kamarnya yang berada dilantai dua, sedangkan ayah, bunda dan leo hanya menatap letta yang sudah masuk kedalam kamarnya
Mereka bertiga tau, ucapan letta itu bukan kqrna letta benci mereka, hanya saja letta memang selalu berkata seperti itu jika ia sakit hati.
Letta sangat tak mau keluarganya yang terkenal sangat humoris barantem karna masalah yang tidak ada buktinya.
__ADS_1
Bundanya letta-Zelia, memang sangat posesif dan emosional seperti letta. Ayahnya letta-Reno, memang sangat menyayangi zelia dan mana mungkin ia selingkuh.
Sedangkan leo, abangnya letta, memiliki sifat seperti reno bukan zelia
●●●●●●●●●●
Paginya
Letta bangun sangat pukul 06.00 dan siap dengan seragam sekolahnya pukul 06.25.
Letta segera keluar dari kamarnya dan ketika ia menuruni anak tangga, ia melihat dari atas bahwa ayah dan bundanya sedang tertawa bersama diruang makan bersama dengan leo
Inilah yang letta suka, keharmonisan keluarga
"Letta sayang, sini nak, sarapan bareng"
Letta pun turun dan duduk disamping bundanya setelah ia mengucapkan "Selamat pagi all"
"Gakpapa asal jangan sampe pisah aja, kalau sampe pisah, orang yang pertama kali bunuh diri adalah letta sendiri"
Reno, Zelia dan leo tercengang kaget, pasalnya baru kali ini letta mengancam dengan nyawanya sendiri, tapi mereka paham, letta hanya tak ingin keluarganya hancur.
"Motor kamu udah abang betulin"
"Good job, bang. Makin love love deh"
"Jijik gue!"
Letta hanya menyengir kuda dan itu mampu membuat zelia dan reno tersenyum senang karna kedua anaknya kini sudah tumbuh dewasa
Letta pun telah selesai sarapan dan berpamitan untuk kesekolah, dan saat dilampu merah, letta sangat berpas pasan dengan seorang pria yang selalu membuat hatinya berdisko tak karuan
Dia adalah mantan kekasihnya letta, Reyhan.
__ADS_1
Letta memakai helm sehingga reyhan tak mengenalinya, sedangkan reyhan berada didalam mobil dengan kaca jendela yang terbuka setengah
Kaca jendelanya diturunkan sampai bawah dan letta sangat tercengang kaget ada seorang wanita disebelahnya reyhan
Pikiran letta mulai kacau dan terus menerus memikirkan, wanita itu siapa? Apa dia pacara barunya reyhan? Dia cantik sekali, Dan sepertinya ia tak akan bisa memilikinya kembali
Tidddddd
Letta baru sadar lampu sudah berubah menjadi warna hijau, letta pun segera menjalankan motornya kesekolah dan saat tiba disekolah, letta segera kekelasnya
Didalam kelas sudah ada kedua sahabatnya, Mawar dan alina menatap kedatangan letta, wajah letta sangat merah saat ini, seperti menahan emosi juga menahan tangisan
Letta saat tiba dikelasnya langsung duduk dikursinya dan menidurkan kepalanya dilipatan tangannya diatas meja, letta menangis tanpa suara
Alina dan mawar mulai cemas, mereka terus menerus bertanya pada letta namun letta tak menjawab
"Woy pak fikri sakit, jadi sekarang jamkos"
Ucapan ketua kelas membuat semua murid kegirangan kecuali letta. Mawar dan alina sudah membujuk letta untuk keluar kelas, namun letta sama sekali tak menjawabnya
"Let, apa ini ada sangkut pautnya sama rey?"
Letta masih tak menjawab namun mawar dan alina yakin ini ada sangkut pautannya sama reyhan
"Sampe kapan lo suka sama dia? Move on letta, Lo mau emangnya sakit hati mulu?"
"Kalau bikin dia jadi milik gue lagi gue rela sakit hati beratus ratus demi dia"
Letta menjawab dengan nada terisak
"Bodoh!"
"****!"
__ADS_1