
Alina dan Mawar hari ini sangat senang melihat letta kembali ceria dan tak seperti kemarin lagi
Mereka ingin menanyakan kemarin letta kenapa! Tapi pasti nantinya letta kembali murung lagi.
"Let! Kamarin gue liat lo ngobrol sama cowok, postur tubuhya kaya reyhan!"
"Iya dia reyhan"
Arina dan mawar terkejut mendengar jawabannya, devan juga yang bertanya tadi pun ikut kaget
"Sama cewek yang alumni empat tahun yang lalu?"
"Iya!"
"Reyhan pacaran sama yang diatas umur? Masyallah mata dia katarak apa? Yang muda masih banyak kenapa harus cari yang tua sii?"
Tuk.
"Dia itu kakaknya reyhan bukan pacarnya"
"Seriusan lo?"
Letta menganguk
"Namanya Amalia?"
Letta menganguk lagi namun ia bingung mengapa devan tau semua hal tentang ka amalia?
"Berarti dia calon kakak ipar lo?"
Kedua mata letta terbelalak kaget
"Maksudnya?"
"Bang leo pacarnya ka amal, Mereka juga satu kampus bareng kok cuman beda satu semester aja"
"Kenapa lo bisa tau tapi letta nggak?"
"Alina, Bang leo sering bawa ka amal ke rumah gue main sama bang cakra"
Letta, alina dan mawar hanya beroh saja lalu guru pun masuk dan memulai pelajaran
●●●●●●●●●●
**Teng
__ADS_1
'Waktunya istirahat pertama**'
Alina, Mawar dan letta jika istirahat pertama selalu didalam kelas karna bagi mereka waktu istirahat pertama tak cukup untuk mereka kekantin
Mereka baru memesan makanan saja pasti bel masuk sudah bebunyi jadi mereka lebih berdiam saja dikelasnya
"Alina, mawar, letta, tau gak?"
"Tau apaan?"
"Gak jelas banget deh lo datang datang langsung nanya kegituan"
"Bener tuh!"
Devan tak menjawab dan duduk disebelahnya letta
"Kelas sebelah ada murid baru!"
"Terus apa urusannya sama kita bertiga?"
"Tentu ada, apalagi urusannya urgen banget kalau sama letta mah"
"Yaudah apaa? Gak usah berbelit belit"
"Murid barunya reyhan"
"Kenapa let?"
"Mana mungkin reyhan sekolah disini?"
Tuk
Devan menoyor kepala letta lalu menatapnya tajam
"Gue gak pernah bohong!"
"Lo selalu bohong sama gue"
"Gue seriusan"
"Gue juga serius"
"Yaudah ah gak per-"
"Gres!"
__ADS_1
Mawar, Alina dan devan menoleh kearah sumber suara, sedangkan letta sudah tercengang kaget karna mendengar suara yang tak asing memanggil namanya yang langka
"Boleh bicara sebentar?"
Letta masih tak percaya reyhan kini berada dikelasnya, ia pun menganguk dan ikut bersama reyhan keluar dari kelas
"Kaget ya?"
Letta menganguk, memang ia sangat kaget.
"Ini ada titipan sandwich dari ka amal, katanya dia minta maaf karna baru tau sama lo yang ternyata adik iparnya"
Letta tercengang kaget, jadi yang devan katakan tadi pagi memang benar, abangnya berpacaran dengan kakaknya reyhan.
Lalu bagaimana nasib letta? Sudah banyak halangan untuk letta memiliki reyhan kembali, kini malah bertambah lagi halangannya
"Makasih! Tapi lo beneran pindah ke sini?"
"Iyah, Ini juga dipaksa sama si amal"
"Hey dia kakak lo"
"Lah iya yah, yaudah gue cabut kekelas dulu deh, jangan lupa makan sandwichnya, itu perjuangan kakak gue banget"
Letta tersenyum sambil tertawa kecil dan mengangukkan kepalanya
Reyhan hendak pergi namun tiba tiba berhenti dan membalikkan badannya kembali kepada letta
"Lo tambah imut!'
Blush
Reyhan tertawa kecil lalu lamgsung pergi dan untungnya reyhan tak melihat pipi letta yang memerah
Rasanya jantung letta saat ini akan melompat keluar saja, Reyhan memang selalu membuat disko dadakan didalam tubuhnya.
"Ciee yang blushing nie yeeee!"
"Apaan si dev?"
Letta malu banget karna sedari tadi alina, mawar dan devan terus mengintip dirinya dengan reyhan dan mereka juga sepertinya mendengar ucapan terakhirnya reyhan
Letta pun masuk kedalam kelas dan memakan sandwich pemberian ka amal, kakak iparnya.
Letta bahagia, Letta baper, namun hatinya tergores lagi, ia akan sangat sulit memiliki reyhan.
__ADS_1
Padahal letta selalu berharap akan memiliki reyhan kembali, Tapi mana mungkinkan abangnya terlihat serius dengan ka amal dan sepertinya mereka akan menikah juga dimasa depan.
Lalu nasibnya manti bagaimana? Ia akan saudaraan dengan reyhan dan tak akan bisa memiliki reyhan.