Lagu Untuk Kamu

Lagu Untuk Kamu
Melukis Senja


__ADS_3

Selamat malam Bian ...


kukira sudah dua tahun penuh kita tak bertegur sapa ? apa kali ini kau merasakan rindu yang sama sepertiku ?aku jadi ingat , dulu kita selalu bernasib sama. aku sakit kau pun ikut sakit. bahkan ritme kita saat akan memulai obrolan lewat whatsapp ataupun telephone tidak pernah berjarak lama. lalu kita bisa ngobrol hingga menghabiskan malam sangat panjang. esoknya kita bertemu dan kau memanduku untuk olahraga pagi. kau yang paling tahu cara mengobati asam lambungku. saat itu puasa, dan entah mengapa penyakit asam lambungku semakin mengganggu aktifitasku. namun kau datang bagai pahlawan. kamu dokterku, penyembuhku. bahkan kamu membuatkan minuman dari jahe merah yang aku tidak pernah menyukainya. tapi karena aku tahu ini adalah buatanmu, aku menjadi mau. lalu, ingatkah kamu ketika kita berada di pusara almarhum ayahku. kamu menyapa ayahku dan berujar janji selayaknya lelaki yang akan meminang perempuan yang dicintai di depan ayah sang perempuan. kamu berjanji menjadi Bian yang akan menjagaku setiap waktu. mencintaiku sepanjang waktu. ingatkah itu, Bi ?


Bolehkah untuk kali ini saja aku merindumu sangat banyak. bolehkah aku meminta pundakmu untuk sebentar saja bersandar. bolehkah aku bercerita banyak hal tentang rindu yang selama ini mengganggu. apakah boleh aku menuntutmu untuk rindu juga seperti yang aku rasakan saat ini ? bolehkah aku menagih semua janji yang telah kau ucapkan dulu ?


Bian Adhayksa...


dimana kamu saat ini ? sedang apa saat ini ? bagaiamana kabar kelinci kita yang pada akhirnya diasuh olehmu sendiri ? bagaimana kabar Aiman yang sering mengataiku tantenya oom. bagaiaman abang Adiyanu yang pada akhirnya menentang hubungan kita. bagaimana kabar bos sekaligus kawanmu yang selalu mendukung apa yang kamu lakukan ? dan bagaimana kabar hatimu ? apakah masih ada ruang untuk tetap memaafkanku ? apakah kamu masih percaya bahwa aku tak setega yang kamu kira. apakah kamu paham bahwa aku harus berperan untuk bersikap seperti selayaknya seperti Nadia yang saat ini. bukan Nadia dua tahun lalu, ketika terus merengek kapan kamu akan melamarku.


 


"Na, mas mau bicara,"ujar lelaki bertubuh tegap sambil memegang tangan Nadia. Dia bernama mas Satria


"ya, mas. Ada apa ?" jawab Nadia ramah.

__ADS_1


"hubunganmu dengan Bian sekarang bagaimana ?"tanya mas Satria. seketika wajah Nadia sedikit berubah sedih. Dia menelan ludahnya setelah nama itu disebut lagi.


"tidak ada hubungan lagi, mas."jawab Nadia berusaha untuk sesantai mungkin. namun mas satria agaknya menangkap sesuatu yang berbeda darinya. Ia dan Nadia sudah dua tahun menikah, dan Satria banyak tahu tentang istrinya.


"Saat mas pegang hapemu kemarin, ada dua panggilan tak terjawab. Bukan telepon, tapi video call."cerita mas satria, "anehnya, kenapa jika kalian tidak ada hubungan, dia bisa menghubungimu. Video call loh,"papar mas Satria meminta penjelasan pada Nadia.


"Aku ngga tahu, mas. aku pun kaget ketika mas lihat ada laporan panggilan dari Bian. Justru aku nggak tahu kalau Bian sampai call aku,"jawab Nadia menjelaskan.


"Bukan mau gimana gimana, na. Mas cuma kasihan sama Bian kalau sampai hari ini masih mengharapkan kamu. Bukankah pernikahan mas dan kamu adalah pertanda bahwa kalian memang tidak berjodoh ? Salah dia juga kenapa dulu tidak buru buru melamarmu."ujar mas Satria sambil mengelus rambut wanita yang ia nikahi dua tahun ini.


 


Satu tahun berlalu. Semakin hari rasa sayang antara Nadia dan Bian semakin besar. Ditambah dengan Bian yang memutuskan untuk bekerja ke luar jawa demi mendapat pundi pundi rupiah yang akan ia gunakan untuk menikah dengan Nadia. Bian selalu meminta izin Nadia di setiap pergerakan yang ia lakukan. Sampai pada suatu malam, ketika Nadia iseng membuka facebook yang sudah hampir satu tahun tidak ia buka. Beberapa pesan masuk yang belum sempat ia balas akhirnya sedikit menguras waktunya. Sampai pada satu nama, ia terhenti. Satria Wiguna Mughar. Foto profilnya seorang lelaki bertubuh tinggi dengan rambut sedikit gondrong dan dengan badan yang sedang bergaya membelakangi kamera.


Halo Nadia. Boleh kenalan ?

__ADS_1


Pesan itu dikirim sekitar dua bulan lalu. Dan yang membuat ia tertarik dengan orang ini adalah karena dia teman bersama dwngan mantan kekasihnya bernama Bryan North. Akhirnya dengan niat untuk bisa ber say Hi dengan Bryan, ia menanggapi pesan dari Mas Satria. Sampai pada obrolan bertukar whatsapp, mas Satria memberanikan diri untuk mengajak Nadia ketemuan. Namun Nadia menolak. alasannya klise, tiba-tiba saja ia ingat dengan kekasihnya, Bian. Tanggapan Bian ketika Nadia berterus terang kenalan dengan mas Satria pun langsung gegabah untuk segera memutus pertemenan dengan mas Satria. Dengan polosnya, Nadia mengiyakan kemauan Bian. Ia langsung memblokir pertemenan dengan mas Satria. Tak ada lagi akses yang bisa mas Satria lakukan. Namun hal itu justru tak menyurutkan keinginan mas Satria untuk mengenal lebih jauh kenalannya yang mengklaim pernah menjadi pacar sahabatnya yang tak lain adalah Bryan North. Setahu mas Satria, Bryan North adalah lelaki yang baik, sholeh, tampan dan kini mapan. Bryan North juga family man, dan tidak pernah ada cerita Bryan menyakiti hati wanita. Sedang mas Satria hanya menyimpulkan jika wanita yang pernah dekat dengan Bryan North adalah wanita baik seperti Bryan North. Ia tidak berpikir hal apa yang pada akhirnya membuat Nadia dan Bryan North putus.


Mas Satria pun tak habis akal. Ia mendatangi tempat kerja Nadia di perbatasan Magelang dan Purworejo di saat hari sudah senja. Sesampai di tempat kerja ia bertemu dengan salah satu pegawai yang kebetulan mengenal Nadia. Ia pun memberikan alamat Nadia pada mas Satria dengan syarat. Entah apa yang disyaratkan oleh orang itu, namun mas Satria tampak mantap mengiyakan sambil menyalami penuh semangat.


"Assalamualaikum ...... ,"


Seorang ibu ibu keluar dari rumah Nadia. Beliau adalah bunda Nadia.


"Ya. Siapa ya ?"tanya ibu Nadia


"Saya Satria. Benarkah ini rumah Nadia, bu ?" jawab Mas Satria sangat sopan


"Ya, betul...."


Seketika wajah mas Satria langsung cerah. Akhirnya sudah dekat jodohku,"ujar mas Satria dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2