Lagu Untuk Kamu

Lagu Untuk Kamu
Kala Cinta Menggoda


__ADS_3

Nadia berjalan ke meja yang ia tempati bersama Tasya. Dibelakangnya, mas Satria membuntuti dengan rapi layaknya anak mengikuti induknya. sesampainya, Tasya kebingungan dengan kedatangan mas Satria yang notabene belum pernah ia kenal dan Nadia pun juga belum pernah menceritakan mengenai Satria terhadapnya.


"Kenalin Cha, ini mas Satria." ujar Nadia mengenalkan. Mas Satria menganggukkan kepalanya tanda memberi salam tanpa salaman.


"Halo mas Satria, temannya Nadia ya ?" tanya Tasya pada mas Satria


"Hari ini sih iya. Ngga tahu kalau besok."jawab mas Satria tegas. Seketika membuat dua wanita di depan mas Satria terbelalak. Mimik Nadia pun beralih menjadi kesal pada jawaban mas Satria.


Tasya menjawil lengan Nadia meminta penjelasan. Setahu Tasya dan bahkan teman teman kantornya, Nadia sedang menjalin kasih dengan lelaki yang kini bekerja di Kalimantan. Bahkan foto Bian ada di meja kerja Nadia.


Nadia menoleh ke arah Tasya. mengisyaratkan bahwa ia akan menjelaskan ini semua pada Tasya nanti. Bahkan Nadia pun juga kaget mendengar jawaban mas Satria.


"Duduk dulu, mas!"perintah Nadia diikuti Nadia yang juga duduk. Mas Satria mengambil kursi di samping Nadia dan duduk manis di samping Nadia.


"Jadi mas Satria, tujuan utama mas Satria aku suruh datang ke Magelang, tak lain dan tak bukan adalah untuk mengantar Tasya pulang. "ucap Nadia to the point tanpa melihat reaksi mas Satria.


"Terus kamu pulangnya gimana ?"tanya mas Satria pada Nadia


"Ya aku naik motor. Rumahku dekat dari sini."


Mas Satria diam sejenak. Ia terlihat sedang berpikir. Tujuan ia datang kemari ialah untuk bertemu dengan Nadia, namun sepertinya Nadia hanya memberi pelajaran padanya karena ia telah lancang main ke rumah Nadia tanpa izin


"Kenapa ngga sama kamu juga ? Gini loh, aku belum hafal banget jalan Magelang. Jadi baiknya, kamu juga ikut anterin temenmu pulang"ujar mas Satria


"Ampun deh mas. Jadi laki manja amat. Kan ada google maps. Pasti ketemu jalan,"sanggah Nadia


"Bahaya nyetir sambil fokus hape. Apalagi sudah malam. Kalau siang sih ngga masalah,"mas Satria ngeles.


"Kan ada voice nya. tinggal didengerin aja...."


Melihat adu mulut antara Nadia dan Satria, Tasya pun menengahi.


"Stop stop. Kalian ini ribet banget kayak orang pacaran. Gini deh Nad, kamu ikut mas Satria antar aku. Mas Satria kan teman kamu, masa iya langsung disuruh antar aku yang kenal aja baru banget. Bukan gimana gimana, semenjak banyak rampok di daerah rumahku, aku jadi harus waspada dengan orang baru"


"Good idea. Nah itu, jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal,"sahut mas Satria mendukung usulan Tasya.

__ADS_1


Akhirnya Nadia pun mengalah. Ia mau ikut mengantar Tasya pulang bersama mas Satria.


 


Selama di perjalanan, mereka hanya terdiam. Tasya tak berani membuka percakapan karena ia juga merasa tidak enak membuat Nadia harus ikut mengantar. Nadia pun juga memiliki perasaan yang sama. Dengan kejadian tadi, seolah olah membuatnya tidak bertanggung jawab pada Tasya.


Siapa sebenarnya Satria ?


Tasya mengirimkan pesan whatsapp pada Nadia. Nadia yang kebetulan memegang hapenya pun sontak langsung membalas pesan Tasya.


Cowok gila.


Tasya kembali mengetik.


Ingat, kamu sudah ada Bian. Dia lagi nyari duit buat apa ? Buat nikah dengan kamu.


Nadia menarik nafas panjang setelah membaca pesan dari Tasya.


Aku ngga bakal ninggalin Bian kali. Satria hanya teman.


Tasya membalasnya dengan cepat pesan dari Nadia.


"Tidakkkkkkkkkkkk"terika Nadia tiba tiba. Sontak mas Satria kaget dan buru buru menepikan mobilnya. Tidak hanya mas Satria yang kaget. Tasya pun juga sama.


"Kamu kenapa Nad ?" tanya mas Satria. Tangannya reflek membelai kerudung Nadia. Tasya terbelalak melihat sikap mas Satria pada Nadia. Sedangkan Nadia menghindari belaian tangan mas Satria padanya.


"Aku ngga papa. Kaget aja"


"Kaget kenapa ?"tanya mas Satria.


"Ngga usah banyak tanya deh. Buruan jalan lagi,"perintah Nadia dengan kasar.


Nafas Nadia memburu kencang. Sosok Bian menyembul dalam pikiran Nadia. Dia merasa sangat berdosa pada Bian karena malam ini ia bertemu dengan lelaki lain. Padahal ia sudah berjanji pada Bian tidak akan berhubungan dengan mas Satria. Ia sendiri pernah berujar pada Bian, bahwa ketika ia bermain api Bian pun juga akan melakukan hal yang sama. Jika Bian tidak bermain api seperti halnya Nadia biar api itu membakar Nadia tak bersisa. Artinya, ketika Nadia selingkuh, Bian pun juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Namun jika Bian tidak selingkuh, biar Tuhan yang memberi hukuman pada Nadia. Entah itu dapat berupa kesadaran Bian untuk tidak mempertahankan hubungannya dengan Nadia atau dengan akibat yang lain.


 

__ADS_1


Sampai rumah Tasya, Nadia ijin pamit pada orang tua Tasya lalu melanjutkan perjalanan pulang dengan mas Satria. Sepanjang perjalanan ia lebih banyak diam. Padahal mas Satria sudah berusaha untuk membuka obrolan dengan Nadia. Namun Nadia hanya menanggapinya dengan dingin.


Tiba tiba mas Satria membelokkan mobilnya ke kedai kopi. Nadia sendiri masih diam dan malas untuk protes kepada mas Satria.


"Temenin ngopi bentar yuk, biar aku ngga ngantuk di jalan." ajak mas Satria. Entah mengapa Nadia menuruti mas Satria. Barangkali ia hanya ingin membalas budi pada mas Satria karena telah datang ke Magelang dan membantu Nadia mengantar sahabatnya pulang.


"Kamu pesan apa ?"ujar mas satria menawarkan.


"Aku ngga minum kopi. Asam lambung"jawab Nadia malas. Tiba tiba mas Satria menarik tangan Nadia dengan lembut menuju ke meja kasir untuk memilih menu.


"Ada yang non kopi kok."


Nadia melihat mas Satria dengan amarah yang di tahan. Karena tidak ingin berlama lama, akhirnya ia memutuskan untuk memilih hot matcha. Sedangkan Mas Satria memilih es soklat.


Beberapa menit kemudian pesanan sudah jadi. Karena take away, akhirnya mereka kembali ke mobil. Baru beberapa menit mobil melaju, lagi lagi mas satria menepikan mobilnya. Kali ini di taman kota. Ia lalu mengajak Nadia turun. Mereka duduk di ayunan yang berada tak jauh dari parkiran mobil.


"Aku masih ngga percaya kita bisa bertemu,"ucap mas Satria membuka obrolan.


"Makanya bangun biar sadar"jawab Nadia ketus.


"Iya sekarang bangun. Bersyukur banget bangun bangun ada cewek cantik di hadapanku" goda mas Satria


"Baru pertama kali ketemu sudah nge gombal. Sudah biasa ngomong kayak gitu juga ya sama cewek lain ?"tuduh Nadia.


"Enggak. Kita ngga pertama kali ketemu," Nadia mengernyitakan dahinya tanda ia penasaran maksud jawaban dari mas Satria.


"Kamu pernah nemenin Bryan North manggung di kampus UGM kan ? Nah kita ketemu disitu. Orang Bryan sendiri yang kenalin kamu ke aku. Tapi waktu itu...


"Waktu itu kamu sama cewek. Iya kan ? Cewek rambutnya sebahu",ujar Nadia menyerobot obrolan mas Satria. Seketika wajah mas Satria langsung memerah tanda menahan malu.


"Cewenya kemana ?"tanya Nadia.


"Bryan North kemana ?"mas Satria balas bertanya.


"Bryan di Jogja."jawab Nadia ngeles, "cewe kamu kemana ?"

__ADS_1


"Di Magelang. Nih depan aku sekarang"lagi lagi mas Satria menggoda Nadia. Hal itu membuat Nadia semakin sebal dengan mas Satria.


"Aku single", mas Satria melanjutkan jawabannya.


__ADS_2