
Karena Fengjian sendiri terus menangis dan merengek tanpa bisa berkata dengan jelas...
dengan keadaan seperti itu bagaimana ia bisa menceritakan asal mulanya ia menangis benarkannn....
hehh dan akhirnya pelayan pribadinya Fengjian pun selesai bercerita...
Ooo aku mengerti sekarang "ucap Hua Li"
Meskipun itu sulit dipercaya,akan tetapi itu tidak mustahil juga "ucap Hua Li yang sedang berpikir dan memegangi dagunya sendiri memahami isi cerita dari pelayan Fengjian tersebut.
Hua Li pun berkata kepada dirinya sendiri.
"hm...aku tidak percaya dia kembali.... aku yakin,dia berbicara dengan nada suara seperti itu hanya untuk sementara waktu." "ucap Hua Li yang sedikit khawatir akan keadaan adik sepupunya"
Fengjian yang tadinya menangis, ia mencoba menenangkan dirinya dan bertanya kepada Hua Li.
Fengjian:hiks...hiks... apa maksudmu Hua Li??
Hua Li pun menjawabnya:Jian'er, apa kau melihatnya saat dia mulai memasuki ruang makan utama istana?
Fengjian langsung menjawab Hua Li tanpa berpikir dengan jernih apa maksud dari perkataannya tadi.
Fengjian: yah...aku melihatnya,dia tersenyum dan semua orang bahagia.
Hua Li agak kesal akan jawaban dari Fengjian dan ia berkata didalam hatinya.
batin Hua Li: huhh dasar anak bodoh.. kapan ia akan dewasa dan berpikiran panjang seperti seorang putri Jenderal yang sesungguhnya _\="
hehh dasar Fengjian.
Hua Li: itu artinya kau tidak melihat dengan jelas bodoh💢
dilihat dari luar dia memang tersenyum dan bahagia… akan tetapi didalam hatinya ia tidak bahagia sama sekali.
Aku telah memperhatikannya dalam waktu yang cukup lama.
Dengan sifatnya yang ceria dan polos itu, apakah kau pernah berpikir, dia sendiri akan merasa nyaman atau tidak berada di tengah-tengah orang-orang terkemuka dan menjadi pusat perhatian semua orang.
Fengjian menjawab "tidak" dengan nada suara pelan dan sangat malu sambil menundukkan kepalanya.
Tidak cukup sampai disana Hua Li berbicara,ia terus melanjutkan perkataannya yang belum selesai kepada Fengjian hingga ia merasa tertekan oleh sikap Hua Li barusan.
Hua Li: apa kau ingat saat dia masih berada di alam fana bersama dengan orang tua angkatnya?
hidupnya sangar sederhana, dia tidak pernah bertemu dengan orang-orang berkelas pada waktu itu,dia tinggal di pojok jalanan yang sempit yang jarang orang lewati yang penuh dengan kekurangan dan udara yang kotor di sekitarnya, lebih mirip dengan salah satu perkampungan yang terbuang, dengan lingkungan hidup seperti itu dia bahkan tidak punya kesempatan untuk bertatapan langsung dengan orang-orang terkemuka dari alam manusia, dan sekarang!! coba kau bayangkan,
Seorang gadis polos yang hidup sederhana tiba-tiba dibawa oleh seseorang yang mengaku sebagai paman kandungnya ke dimensi lain dan mendapati bahwa dirinya adalah seorang putri kerajaan tertua didunia spiritual ini!! kira-kira apa yang ada didalam pikirannya sekarang?
Dia baru saja sampai satu hari disini, dan sekarang!!
kalian menyiapkan perjamuan seperti ini! seperti layaknya seorang putri bangsawan!! tanpa menanyakan pendapatnya apakah dia siap atau tidak??
__ADS_1
Dan mengundang semua menteri-menteri dan para pejabat.
Apakah kalian pernah bertanya kepadanya akan hal ini!!? bahwa dia siap atau tidak bertemu dengan mereka semua, dan lebih parahnya lagi ia diberikan gelar status putrinya kembali. Perasaannya sekarang, dia pasti merasa sangat tertekan dengan semua peraturan disini.
Seorang rakyat biasa tiba-tiba mendadak menjadi seorang putri, tanpa harus belajar terlebih dahulu bagaimana menjadi seorang putri yang lemah lembut dan berwibawa, dan yang lebih penting adalah belajar etika sebagaimana layaknya seorang putri bangsawan... "ucap Fengjian didalam hatinya yang merasa bersalah dan menyesal"
Fengjian pun menjawab perkataannya yang tadi: Hiks… hiks…… tidak huhuhuuu
Xiaoli...hiks, bagaimana sekarang?!
Hua Li: sudah,sudah tenanglah… kau berhentilah menangis, aku akan memikirkan cara bagaimana memperbaiki situasi disini,sedangkan kau pergilah bersihkah wajahmu yang berlendir itu, itu membuatku jijik cihhh *Hua Li berbicara kepada Fengjian dengan nada suara yang agak kesal dan dingin, namun sebenarnya didalam hatinya ia selalu hangat kepada sesama*
"Bai Xiao"
budak yang dibeli oleh nyonya Feng untuk putrinya,ia pelayan pribadi Fengjian,yang sudah ikut dengan -nya(Fengjian)sejak saat masih kecil untuk melayani nonanya dan menerima semua perintah apa yang diperintahkan oleh petuanan-nya"
Bai Xiao, bawa Fengjian(nonamu) untuk memberihkan wajahnya dulu "ucap Hua Li kepada pelayan pribadi Fengjian"
Bai Xiao: baik nona "patuh"
dan pelayannya pun memapah Fengjian untuk membasuh wajahnya.
"Su Yizue"
Hua Li pun menyuruh Su Yizue untuk menyiapkan pakaian yang cocok dengan Fengjian dan sekaligus menyiapkan pakaian untuk nya, Hua Li berkata ia akan berganti dulu,dan menyuruh pelayannya tidak perlu melayaninya untuk berganti, dan mengantarkan saja pakaian untuk Fengjian.
Su Yizue patuh dengan-nya.
setelah selesai berganti… tiba-tiba seseorang datang dan menobrak pintu kamar Hua Li dengan kerasnya.
BANG!!!
HUSHHH…"masuk dengan cepat seperti angin"
Tiba-tiba orang yang masuk seperti angin tadi langsung berada dihadapan mereka (Hua Li dan Fengjian)
Gawat, gawat, gawat "sangat panik"
berita buruk, berita buruk hufft..."terengah-engah"
Hua Li dan Fengjian sempat terkejut, mereka mengira itu pembunuh bayaran yang ingin membunuh mereka, akan tetapi setelah mengetahui bahwa itu ternyata adalah……
Hua Li: Xu weii!! biasakah kau tenang sedikit dan "duduk diam" disini *BUKK!!*
Xu Wei pun dipaksa duduk oleh Hua Li dan menenangkan diri dulu.
Hua Li.... Fengjian...hahh...huffft "terengah-engah"
Kabar..... kabar buruk!! ini buruk sekali.. Jenderal...ayah....ayahmu hahh "sangat panik"
Fengjian: hahh!! XiaoWei katakan dengan jelas…
__ADS_1
ada apa dengan ayahku!!
Fengjian menjadi panik setelah Xu Wei menyebut "ayahnya" dalam kepanikannya tadi,sehingga Fengjian menjadi takut dan menjadi salah paham kepada percakapan Xu Wei yang gagap tadi akan ada hal buruk yang terjadi pada ayahnya.
Xu Wei: Jenderal memberi perintah kepada bawahannya ,dalam tiga hari kedepan, agar menyiapkan perjamuan yang sangat besar yang tidak pernah ada sebelumnya,untuk merayakan kedatangannya sang putri kembali.
Sekarang ini semuanya sedang sibuk untuk menyiapkan perjamuan itu.
APAAA!!! "bicara secara bersamaan"
mereka kaget dengan ucapan Xu Wei barusan!!
Lalu kenapa kau tidak menghentikannya XiaoWei!! "ucap Hua Li sedikit marah"
Xu Wei: aku tidak bisa… aku tidak bisa, bukan aku seorang saja yang tidak berani menghentikannya berbicara, akan tetapi semua orang yang hadir disana pada waktu itu tertekun, semuanya terdiam, tidak ada yang berani berbicara satu patah katapun setelah Jenderal memberi perintah seperti itu,dalam kata lain Jenderal Feng "murka".
Fengjian:habis sudah...habis sudah... hiks.... kakakkk hiks..hiks...
Hua Li yang tidak tahan mendengar semua itu tiba-tiba ia berdiri!!
CUKUPP!!
EGHH !!
didalam hatinya pun berkata:aku sudah tidak tahan... aku sudah muak dengan yang ada disini...
lebih baik aku...
Yoo memangnya ada apa nih,kok jadi panik gitu mereka setelah tau kalo jenderal ngomong gitu kebawahannya??
bukannya itu bagus yak?
kok malah panik!!hm...
diem lu thor😑
lu ga tau apa-apa sihh
hihh mendingan lu diem aja sana😑
gw tabok nih😑✊
author: kok sekarang lu jadi jahat Xin😑✊
halah...bodo amat gw ga peduli
ittss nih author 😬✊
oh ya manteman jangan lupa untuk like dan selalu dukung karya aku ya...
sekian terima kasih
__ADS_1