
(Di sisi lain, di dunia luar) Setiap orang sibuk mempersiapkan perjamuan yang diadakan dalam waktu kurang dari sehari. Sekarang semua selir berkumpul di aula utama An di Istana Hareem.
Saat itu mereka semua berkumpul di satu ruangan. Mereka ingin tahu ada berita apa yang benar-benar penting. Dengan cara ini, Jenderal Feng mengumpulkan mereka semua di satu aula ... Karena semua orang sangat ingin tahu dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada selir lainnya, jadi ada banyak keributan di Aula An di sana pada saat itu.
Melihat kebisingan mereka, Feng Jiang, yang tidak tahan dengan sikap mereka, membuatnya sakit kepala dan membuatnya kesal.
Dalam hatinya:berkata: eh ... menghadapi mereka bahkan lebih sulit daripada memasak di dapur dengan pisau💢, mereka tidak akan berhenti menanyakan beberapa hal yang aneh dan tidak masuk akal kepadaku, ohh ya tuhan. . . cobaan macam apa ini yang harus aku lewati? Dan ayah ... kapan kau akan datang? aku sudah tidak bisa menghadapi mereka lagi."menahan emosi".
Ketika semuanya menjadi ribut dan menanyakan hal-hal aneh pada Feng Jiang ... membuat emosinya naik ke titik tertinggi ...
Sehingga . . . . . . . . . . . .
BANG!! BRUKK!!
"DIAM"💢🔥
"Dengan tampilan yang mematikan " Setelah Feng Jiang mengatakan ini, amarahnya meletus, dan semua orang kaku dan tidak bergerak. dia menghancurkan sebuah meja menjadi Pecahan yang pecah berkeping-keping,meja tersebut tepat berada disamping salah satu selir Raja, dan menyebabkan bulu kuduknya berdiri, membuat seluruh tubuhnya gemetar ketakutan, sehingga semuanya tidak ada yang berani berbicara lagi.
Ketika Jenderal Feng masuk ke aula An, dia juga menyaksikan kejadian yang tidak biasa terjadi pada putra tertuanya ... Dia hanya tersenyum licik ...
hemph!!" diam-diam menatap putranya."
Feng Jiang tidak mengetahui kedatangan ayahnya, karena posisinya saat ini di barisan depan, dan posisi Jenderal ada di belakangnya. Sampai selir memberi penghormatan kepada Jenderal Feng,sehingga membuatnya sadar akan keberadaan ayahnya.
"hormat kepada Jenderal Feng Liming"
"memberi hormat"* Semua kata selir berkata pada saat yang sama *.
Feng Jiang pun tersadar kembali dan segera melihat ke belakang untuk mengkonfirmasi ..
Jenderal Feng pun berjalan ke arah putranya dan sambil tersenyum.
pakt.."penepuk bahu"
a...ayah!! "ucap Fengjiang gugup"
Jenderal Feng: Haha ... Tenang, jangan khawatir melihat Ayah, kita akan membicarakan ini setelah semuanya diselesaikan.
Feng Jiang hanya mengangguk ke ayahnya dan menghela nafas.
Jenderal Feng pun menatap mereka dan mulai berbicara dengan para selir.
Jenderal Feng: Baiklah ... kalian pasti ingin tahu mengapa saya mengumpulkan kalian semua di sini, kalian pasti bertanya-tanya pada diri kalian sendiri.
baik,kita tidak perlu basa-basi. kita langsung ke intinya, kalian pasti sudah tahu bahwa saya mengadakan jamuan makan untuk merayakan kembalinya putri ketiga dari misinya ... Saya memanggil semua orang untuk bertemu di sini ... Saya di sini untuk secara khusus mengundang kalian ke perjamuan nanti dan aturan baru yang harus kalian pelajari dalam semalam. Tidak akan terlalu sulit bagi kalian yang pernah menghadiri pesta terakhir kalinya.
Selama ribuan tahun, akhirnya kita mengadakan pesta lagi.. Sekarang saya akan menjelaskan aturan baru kepada semua orang.
Sementara Jenderal Feng menjelaskan aturan-aturan baru kepada mereka,Feng Liming pun memberikan isyarat mata yang dia berikan kepada putranya ...
"Saling melirik satu sama lain,mengangguk"
Setelah itu Feng Jiang pergi ke ruangan lain dengan pengawal pribadinya ...
"Di ruangan lain yang jauh dari kerumunan wanita"
Feng Jiang memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Ibu Selir pertama ke sini.
Fengjiang: Shi Wu pergi untuk menemukan Selir Utama, dan segera bawa dia kesini.
Shi Wu: Baik Tuan.
Ketika pengawalnya ingin pergi, Feng Jiang menghentikannya sebentar.
__ADS_1
Feng Jiang:tunggu,"menghentikan dengan tangannya".
Jangan biarkan yang lain tahu bahwa aku menemuinya secara pribadi disini.
Shi Wu: laksanakan.
'
'
Shi Wu: Lapor Tuan, saya telah membawa selir utama ke kehadapan Anda.
Saat itu, Fengjiang masih membelakangi mereka berdua ... Segera setelah itu, Feng Jiang berbalik menghadap ... Perlahan, dia dengan tenang mendekatinya.
"berhadapan"
FengJiang: Feng Jiang memberi hormat kepada Selir Utama Xia..."memberi hormat".
Selir Utama Xia Xiang"bagaikan cahaya matahari terbit dan terbenam".
Selir pertama yang di nikahi oleh yang mulia Raja Xi,selir terpercaya Yang Mulia dan terpercaya di Istana. Cantik,jujur,terbuka,lemah lembut,ramah dan mudah tersenyum,anggun.
"menyentuh tangannya dengan lembut"
Selir Xia:haiya..Jiang'er tidak perlu terlalu sungkan kepadaku,katakanlah kau ingin mengatakan hal penting apa kepadaku sampai menyuruhku menemuimu secara empat mata disini."tersenyum".
Melirik Shi Wu,dan ia berkata.
Feng Jiang: Kau bisa pergi sekarang.
"Baik".
'
'
'
"Saat dimana Shujin menunggu jawaban dari Putri Ketiga".
"Xiao Qiao, aku tulus padamu. Aku sangat mencintaimu. Saat ini kau bukanlah dirimu yang dulu. Perasaanku saat ini hanya untukmu. Ini tidak berarti aku mencintaimu hanya karena kau bereinkarnasi darinya. Faktanya adalah, perasaanku sekarang, cintaku sekarang lebih dalam dari sebelumnya, dan aku lebih menyukai sifat ceriamu yang sekarang ini daripada sifatmu yang dingin dan kejam di masa lalu."
"tertawa singing"
Wuxin: Tidak mungkin itu mustahil.
"Shu Jin:Apa maksudmu XiaoQiao ?"panik"
Aku mengatakannya dengan bersungguh-sungguh, aku tidak berbohong kepadamu."
"XiaoQiao: Tidak! kau berbohong kepadaku, aku tidak bisa mempercayainya!"memberontak".
Shu Jin: Dengar, yang perlu kau ketahui adalah satu hal. Aku telah berkorban banyak untukmu, karena kau telah lahir di dunia manusia, kau berkembang dari tahun ke tahun. Kau telah mengalami cobaan yang menyakitkan dan tinggal di sana dengan semangat yang kuat.. Biarkan hatiku bergerak karena kepribadianmu yang ceria, dan menarikku untuk mencintai dirimu yang sekarang, jadi Xiao Qiao, tolong percayalah padaku ... "penuh harapan".
Xiao Qiao:baik...aku percaya kepadamu."tersenyum".
Shu Jin terus berciuman sebelumnya, dan sekarang ia melanjutkannya lagi,kali ini dia merasa sangat senang, karena Xiao Qiao menerima cintanya, mereka berciuman dengan sangat mesra dari sebelumnya.
Tidak cukup melahap habis bibir manis Sang Putri,ciuman Shujin pun berlanjut perlahan turun ke lehernya yang hangat dan lembut.
Hmm ... hahh!
Ah ShuJin ...!.
__ADS_1
(Hanya terjadi didalam pikiran Shu Jin yang kacau,tidak mengandung unsur nyata yang terjadi sekarang ini T_T)
Melihat sesuatu yang aneh dari tatapanShu Jin, sang putri merasa heran dengan ke anehannya, jadi dia mulai bertanya pada Shu Jin.
Wuxin: Shujin,apa kau baik-baik saja?!
"masih terbawa suasana didalam pikiran"
hei bodoh apa kau mendengarku!!💢
"pakk!!"
"tersadar"
ahh...kenapa kau memukulku Xiao Qiao!!"kesakitan".
Wuxin:hehe....akhirnya kau sadar juga bajingan.
Shu Jin: Hehh!💢. Beraninya kau memanggilku bajingan!. Katakan padaku apa yang aku lakukan sampai kau menyebutku bajingan!!. "kesal".
Wuxin: Hehe ... apa kau masih tidak sepenuhnya menyadari orang bodoh?"tersenyum menakutkan".
Setelah Wuxin menceritakan keadaan aslinya, dia melihat bahwa dia sedang menekan tubuh sang putri di bawah kendalinya, yang membuat pria itu tersipu. Hal ini terlihat jelas dari ekspresinya. Dia merasa malu. Dan membuat wajahnya memerah.
"selesai melihat-lihat"
ShuJin: Aku ... Aku ... Aku tidak!. "berpaling, membuang muka dengan canggung".
"Astaga ... ini memalukan, tidak heran dia menyebutku bajingan! Aku memang pantas mendapatkannya," pikirnya saat itu".
Wuxin: Shujin...apa kau sudah sadar sepenuhnya?!"tersenyum menakutkan".
Shu Jin: Ya ... "Masih bingung".
Wu Xin: Lalu kenapa kau tidak merangkak dari sini dan tetap menekanku? ! Kenapa kau belum pergi juga? ! "Senyuman lebih menakutkan dari sebelumnya."
Ketika Shu Jin hendak bangun dari tubuh Wuxin dan ketika pintu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya dengan begitu keras sehingga mereka berdua tercengang. Dan. . . . .
WOOSH!!..... AHHHH.....
BRUUK!!...
UKHH....
"Wu Xin terdiam dan terkejut dengan kejadian ini."
Hemph!!
Dasar bocah busuk, beraninya kau melecehkan putri seperti ini, hari ini aku akan membunuhmu ...
WUUSH!
"Tiba-tiba bangun dari tempat tidur menghalangi orang tua itu. "
"menghadang".
Wuxin: ehh ... tunggu ... tunggu sebentar, Kakek berhenti !!!! Ini bukan salahnya dan jelas bukan salahmu ... kau ... kau jangan gegabah dulu, kita akan membicarakannya baik-baik ya? "terpaksa tersenyum".
Kakek: Jadi maksudmu ini termasuk salahmu gadis kecil?
Wuxin: Ya, ini adalah ... "tersadar".
Hei, tentu saja tidak, aku hanya membantunya agar hidupnya tidak terbang di tanganmu, dia tidak melakukan kesalahan apa pun padamu, dia bersalah padaku, jadi kakek yang tampan ... biarkan aku menghukum dia nanti ya ... "Tersenyum dengan percaya diri yang kuat."
__ADS_1
"Ergh....kenapa aku merasa merinding?"Kata Shu Jin Didalam hati".