
Di dunia Rahasia ini ... Aku menghabiskan hari-hari bahagiaku di sini, ya... meskipun ada beberapa hal yang menggangguku.
seperti Shuzhen yang terus menggangguku setiap kali aku menghabiskan waktu bersama kakek.
Tidak terasa ... Aku sudah di sini begitu lama, hatiku mulai gelisah Bagaimana kehidupan mereka di luar sana tanpa diriku disamping mereka?
sedangkan aku adalah satu-satunya harapan bagi mereka.
Selain itu, aku juga sangat merindukan mereka.
Hm… sepertinya sudah waktunya aku kembali sekarang.
Xi Xinqian pun memberanikan diri mendekati sang kakek yang sedang bersantai di kursinya.
"Kakek, apakah kau tidur?" tanyanya pada kakek sambil melihat matanya terpejam".
Dia terus memanggil, tapi kakek tidak menjawab, sepertinya dia benar-benar tidur.
tapi dia samar-samar menyadari bahwa kakek itu hanya berpura-pura, dan mempermainkannya, ini kemudian membuatnya mengambil tindakan.
Dengan tawa lucu di wajahnya, Xi Xinqian perlahan berjalan menuju punggung Kakek.
segera menarik kursi goyangnya ke belakang agar sang kakek tidak bisa berpura-pura lagi dan terkejut.
__ADS_1
''Aiyo~ kau gadis nakal! apa yang kau lakukan?" Kakek bertanya pada Xi Xin Qian dengan kaget.
“Haha… Kakek, apakah kau terkejut? Tanya Xi Xinqian menertawakan Sikakek.
“huh~ katakan. apa yang kau inginkan dariku?” Kata kakek pasrah, dengan raut wajah jutek.
Xi Xinqian mulai melancarkan aksi ... dalam sekejap dia berlutut dan secara aktif memijat kaki kakeknya.
“Aiyo~ kakekku memang yang paling pengertian dan baik hati, aku mencintaimu kakek.
Um… kakek, aku merasa sudah cukup lama tinggal di sini, dan… aku juga sangat merindukan mereka di luar sana, aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan tanpa aku di samping mereka, jadi kakek…”
"Sudahlah, jangan berharap untuk keluar dari sini, kau tidak akan bisa". kata kakeknya dengan serius, memotong pembicaraaannya di tengah-tengah''.
Dia terus mengulangi pertanyaannya, apakah mungkin untuk keluar dari dunia rahasia ini?
namun sang kakek tetap memberikan jawaban yang sama.
Hari demi hari ia terus mengikuti kakeknya kemana-mana, bahkan sampai ke tempat tidur pun ia ikuti.
Dia bilang dia akan berhenti mengikuti kakeknya selama dia memberitahunya bagaimana keluar dari sini bagaimanapun caranya.
Setelah mengikuti kakeknya selama beberapa hari, usaha Xi Xinqian akhirnya membuahkan hasil.
"Kau benar-benar ingin meninggalkanku sendirian lagi gadis kecil? Menunggu selama ratusan tahun, aku menunggu seseorang datang ke sini, akhirnya kau dan anak nakal itu datang kepadaku untuk menemani hari-hariku yang membosankan ini, tapi sekarang... Kau bahkan mau meninggalkanku sendiri, dan tidak mau menemaniku bermain lagi... hiks... hiks..." kata Kakek penuh drama".
__ADS_1
"Sudahlah kakek, hentikan dramamu itu, aku tidak akan lagi termakan oleh akting burukmu." Xi Xinqian kesal, berkata dengan wajah tanpa ekspresi.
"Baiklah, kalau begitu kau dan bocah busuk itu menikahlah, lalu lahirkan banyak anak untuk menemaniku bermain di sini, setelah itu kau bisa pergi." Kata kakek memaksanya.
''Kakek, apakah kau bercanda?'' katanya, terkejut, dan sedikit pusing dengan perilaku kakeknya.
"Siapa bilang aku bercanda, aku serius, lagipula aku melihatmu sedikit menyukainya, kan gadis kecil?" kata kakek menebak isi hati Xi Xinqian.
Tapi Xi Xinqian mengelak, meski wajahnya sudah terlihat merah oleh kakek''.
''heh! menyukainya? astaga, memangnya siapa yang suka bajingan itu? katanya menghindari pembicaraan.
"Baik, jika kau tidak ingin menikah dengannya maka kau tidak bisa keluar dari sini." Kata lelaki tua dengan wajah menipu kepada Xi Xin Qian, seolah-olah Shuzhen adalah kunci untuk keluar dari dunia ini''.
''Mengapa begitu?'' katanya semakin emosional''.
"Karena, dia adalah kunci untuk mengeluarkanmu dari dunia rahasia ini." Kakek berkata dengan serius.
"Yah, jika dia benar-benar jalan keluarnya, aku akan pergi menemuinya sekarang."
Xi Xin Qian berlari terburu-buru untuk menemukan Shuzhen, tetapi dia tidak menemukannya di mana pun, dia terus berlari ke mana-mana dan meneriakkan namanya, tetapi tidak dapat menemukannya.
Dia kembali ke kakeknya yang sedang bersantai di kursinya.
“Huff… Hah… Kakek… Shuzhen menghilang! kata Xi Xinqian terengah-engah.
__ADS_1