
“Seperti yang kalian ketahui sekarang, aku terjebak di dimensi lain, yang dikenal sebagai 'dunia rahasia'. Sampai sekarang aku tidak tahu identitas asli kakek yang tinggal di sini, dia sendirian, yah, dia juga tidak sendirian, namun… dia ditemani oleh hewan peliharaannya yang setia, bernama '' Wangcai '', seekor anjing kecil yang memiliki empat warna tubuhnya, ada ya, yang pertama warna oreange hampir seluruhnya, dan warna merah menyala(api) di atas kepalanya, untuk warna hitam terletak di ujung ekornya dan disertai warna putih pada perutnya dan empat kakinya, dia anjing kecil yang lucu.
"Dan aku masih berpikir, apakah aku bisa keluar dari dunia rahasia ini dengan selamat?
Sejujurnya, aku adalah reinkarnasi dari seorang tokoh terkenal, ya itu adalah putri ketiga dari bangsawan Victory, atau yang biasa dikenal dengan julukannya '' Xi Wuxin '' (orang yang menguasai lima elemen)
Kata pertama adalah ''Xi'', yang berarti keturunan dari orang yang bermarga Xi, kata ''Wu'', yang berarti ''prajurit militer pemberani'', dan kata ''Xin'' yang berarti '' terus maju''.
Dan jika kata "Wu"digabungkan dengan "Xin", maka ia akan berubah artinya menjadi ''orang yang menguasai lima elemen/hati''.
Jika namaku di dunia modern memiliki arti yang berbeda, ya itu arti aslinya, kata ''Wu'' yang berarti ''pendekar'' dan kata terakhir ''Xin'' yang berarti ''Berkembang' dan terus maju'.
Baiklah, sekarang kembali ke cerita awal.
Saat ini Xi Xinqian telah selesai membersihkan diri, dengan pakaian rapi dan rambut yang tidak lagi acak-acakan.
Visual anime (sementara itu, di season 2 akan ada visual yang nyata (Xi Xinqian memakai pakaian sutra yang lembut, untuk menjaga kulitnya tetap lembut dan halus, dan bagian yang berbulu agar dia merasa hangat dan tidak dingin, karena tempat mereka tinggal dikelilingi oleh lapisan salju tebal tanpa ujung, kecuali halaman kakek tua yang masih hangat seperti musim semi.
Xi Xinqian saat ini sedang duduk di tempat tidur, dia saat ini sedang menunggu Shuzhen kembali, saat ini dia sangat gelisah dengan beberapa kejadian memalukan yang dia alami bersama Shu Zhen, gambar-gambar yang membuatnya malu semakin menghantui pikirannya, sehingga dia lupa bahwa dia sedang menunggu seseorang untuk datang.
...Tap ... Tap ... Tap ......
Shu Zhen juga datang tidak lama kemudian, Shu Zhen masuk tanpa mengetuk sambil membawa piring saji dengan beberapa hidangan di tangannya, wajahnya berseri-seri dan tersenyum sepanjang jalan, bisa dilihat suasana hatinya sedang berbunga-bunga, ketika dia memasuki ruangan, dia menemukan Xi Xinqian sedang melamun, dan tidak menyadari kedatangannya.
Shu Zhen juga terkejut, dia meletakkan semangkuk sup penghilang mabuk dan beberapa hidangan lainnya di meja makan di samping tempat tidur terlebih dahulu, lalu dia perlahan mendekati Xi Xinqian yang telah melamun dari tadi.
Shu Zhen dengan sangat lembut duduk di sampingnya tanpa mengeluarkan suara.
Perlahan ... wajahnya mendekat ke telinga Xi Xinqian sehingga dia merasakan napas panasnya berhembus di sekitar telinganya.
Hal ini lantas membuat kupingnya panas dan terasa aneh.
Dia merasakan sesuatu yang aneh di sekitar telinganya, Xi Xinqian sedikit sadar, dia mulai curiga ada seseorang di sampingnya, matanya diam-diam menoleh ke sisi orang itu.
Tapi sebelum dia berhasil mengetahui siapa orang itu sebenarnya, Shu Zhen sudah selangkah lebih jauh darinya melakukan aksinya.
"Hei, apa yang sedang kau lamunkan gadisku?"
"Shu Zhen berbisik di telinganya dengan nada menggoda dan napasnya yang panas membuat Xi Xin Qian merona dan merinding".
__ADS_1
“ukhh … apa yang kau lakukan Shuzhen? ''Xi Xinqian berkata merasa geli dan merona, dan napas panasnya yang bertiup di telinganya membuatnya bereaksi aneh dan bulu kuduknya merinding.''
Shuzhen perlahan melanjutkan aksinya, kedua tangannya perlahan bergerak maju segera ingin memeluk pinggang Xi Xinqian, namun....
Sebelum dia bisa melakukan aksinya, Xi Xinqian pertama kali memperhatikan bahwa tangannya bergerak perlahan dan ingin memeluknya, sebelum itu terjadi, Xi Xinqian menyikutnya dengan tangan kanannya sehingga mengenai perutnya dan menyebabkan rasa sakit di dalam.
''Ughh... sakit''. Jerit Shu Zhen menjerit kesakitan setelah disikut oleh Xi Xinqian.
"Hehehe... rasakan, siapa yang meminta tanganmu untuk memulai aksi nakalnya?" kata Xi Xin Qian merasa puas dengan perlakuannya terhadapnya.
“Baiklah, lupakan itu untuk saat ini.
sekarang kau makan makanan yang aku masak''. kata Shu Zhen sambil menahan rasa sakit dan menyodorkan hidangan makanan yang dia bawa tadi''.
Shu Zhen juga meletakkan meja makan di tempat tidur tepat di depannya, sehingga Xi Xinqian tidak perlu bergerak dan lebih mudah untuk makan.
Dia tampak bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
dia mencoba berbicara dengan seadanya.
''Apa yang sedang kau lakukan?!
mengapa kau meletakkan meja makan di atas tempat tidurku?!
Shuzhen menjawab dengan santai tanpa memikirkan apakah ada arti dari kata-kata yang tampaknya sederhana itu atau tidak!
"Sudahlah, jangan bergerak, makanlah di sini lebih baik, dan bukankah kau juga adalah seorang putri bangsawan, sang putri harus dilayani." ' kata Shu Zhen sambil menahan mejanya agar Xi Xinqian tidak mengangkatnya.
“Ya… aku seorang putri sekarang heh!
Aku tidak pernah berpikir bahwa aku sebenarnya adalah seorang putri sungguhan''. kata Xi Xinqian dengan sedih dan tersenyum menahan air matanya sambil memegang sumpit di tangannya.
Melihat ekspresi sedih Xi Xinqian, Shuzhen menjadi sedih juga dan mau tidak mau bertanya.
“Em… itu… apa sebenarnya yang kau maksud dengan apa yang baru saja kau katakan? "Shu Zhen berkata dengan gugup menanyakannya seperti itu."
''Em ~ Tidak apa-apa''. kata Xi Xinqian menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menyembunyikaannya, dan mencoba tersenyum dan tidak terjadi apa-apa''.
“Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak mau bicara, aku akan selalu mendukung keputusanmu apapun yang terjadi. "Kata Shu Zhen menyemangatinya dengan senyuman manisnya pada Xi Xinqian-nya."
"Aku... seperti mendapat pencerahan, aku belum pernah mendengar kalimat ini keluar dari mulut seseorang sebelumnya, dan itu ditujukan kepadaku, entah kenapa, aku merasa senang dan tenang, mungkin tidak ada salahnya aku mengatakannya. sedikit kisahku waktu di dunia fana.''kata kata hati putri kecil yang manis''.
Xi Xinqian: em... itu, Aku ingin berbagi kisahku denganmu sebelum aku sampai ke dunia ini , apakah kau mau mendengarkanku? "katanya sambil menatap mata Shu Zhen dengan penuh harapan.
__ADS_1
Shu Zhen segera menjawab dengan senang hati.
Shu Zhen: baiklah, aku bersedia mendengarkanmu, tapi makanlah makanan yang ku masak ini dulu selagi panas, atau kau akan menyia-nyiakan niat baikku...
Nah... ini sup menghilang mabuk yang aku masak untukmu, cepat habiskan..." katanya sambil menyodorkan semangkuk sup penghilang mabuk di depannya dengan senyum di wajahnya yang berseri-seri".
Suasana hati Xi Xinqian juga senang dan tanpa pikir panjang dia menghabiskan supnya dalam sekali teguk.
hal ini kemudian membuat hati Shu Zhen senang dan bahagia.
"Baiklah, sekarang makanlah daging yang aku masak khusus untukmu agar tubuhmu berisi dan kuat, baru setelah ini kamu mulai bercerita". kata Shu Zhen memberikan sedikit daging kepadanya". (diam-diam ada maksud tertentu di dalam hati saat memberikannya).
“Mengapa aku merasa ada arti tertentu dari apa yang baru saja kau katakan, Shu Zhen? Xi Xinqian berkata dengan curiga pada kata-kata Shu Zhen.
"Eeerrr .... "
...'...
...'...
...'...
Di sebuah lembah di kecuraman sebuah jurang yang dalam, ada sebuah hunian yang disekelilingnya dipenuhi oleh lahar yang mengalir dan udara panasnya yang menyengat...
Di dalam sana, Raja api melampiaskan kemarahannya pada bawahannya, karena dia tidak dapat menjalankan tugas yang dia berikan kepadanya dengan benar.
Raja iblis: apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini?!
Mengapa kau tidak bisa menyelesaikan tugas kecil yang kuberikan! Saya hanya memberi Anda satu tugas, ya itu untuk mencari tahu di mana ShuZhen berada dan membawanya ke saya segera, tetapi Anda bahkan tidak ... berhasil melakukannya!
Hei!! Kau sampah yang tidak berguna, kau tidak pantas disebut sebagai ksatria Red Fire! "katanya dengan nada tinggi, memarahi bawahannya karena tidak bisa menemukan anaknya yang kabur."
Raja Iblis pun berbalik dan duduk kembali di singgasananya dengan kemarahan yang memuncak, sementara ksatria itu masih tidak berani bergerak dan terus berlutut dari sebelumnya.
Antara berani dan takut, ksatria itu mencoba berbicara dengan Rajanya.
ksatria: lapor penguasa, meskipun saya tidak dapat menemukan keberadaan Pangeran dan gagal membawanya kepada Anda, tetapi ... binatang spiritual saya berhasil menemukan jejaknya, tempat terakhir yang dia kunjungi adalah ...
continued!
__ADS_1