Legenda Dunia Pendekar

Legenda Dunia Pendekar
Episode 4


__ADS_3

#4


Sekarang mereka sudah keluar dari desa.


di perjalanan Siho bertanya ke Chen. "Tuan Chen kenapa tuan datang ke desa kami?"


Chen menjawab sambil berjalan. "Aku sering singgah ke desa kalian untuk beristirahat dan untuk mengisi kembali persediaan"


"Siho apakah kamu bisa menceritakan kejadian yang menimpa desa kalian?" Chen bertanya ke Siho.


Seketika itu Siho terlihat sedih, tiba-tiba dia   teringat tentang kejadia yang menimpa desanya, dan juga tentang kematian kedua orang tuanya. Sihopun berhenti berjalan dan hanya memandang ke bawah, air matanya mulai berjatuhan.


"Kalau tidak bisa tidak apa-apa, aku minta maaf kalau sudah membuat kamu mengingat kejadian itu." Chen tau, Siho teringat tentang kejadian yang menimpa desanya.


Chen pun kembali berbicara ke Siho, dia memberikan beberapa nasehat ke siho, supaya dia tetap kuat dan sabar untuk menghadapi semua kejadian ini.


Merekapun kembali berjalan lagi.


"Keluar kalian!!!" Tiba tiba Chen berteriak. "aku tau kalian dari tadi mengikuti kami" teriak Chen sekali lagi.


Setelah mendengar itu, barulah mereka menampakan dirinya. Mereka adalah seorang perampok, jumlah mereka ada tiga orang. Masing-masing setiap mereka membawa senjata berupa pedang berwarna hitam.

__ADS_1


"Hahahaha... Tinggalkan semua barang kalian, kalau kalian tidak mau mati!" Salah satu perampok itu buka suara dengan keras.


Chen hanya diam dan memperhatikan mereka bertiga. Siho berada di belakang Chen untuk berlindung.


Chen tau mereka bertiga bukan seorang pendekar seperti dirinya, melainkan hanya manusia biasa.


"Aku hitung satu sampai tiga, kalau kalian tidak mau menuruti perintahku, kalian berdua akan mati" Perampok itu berbicara lagi sambil mengarahkan pedangnya ke arah Chen dan Siho.


Mendengar itu Chen hanya diam dan bersikap santai. berbeda dengan siho, dia sangat panik sampai badannya gemetaran.


"Satu.. dua.. tiga.." Perampok itu menghitung, Setelah hitungan ke tiga para Perampok itu mulai menyerang Chen dan Siho secara bersamaan.


Setelah jarak perampok dengan Chen sekitar tiga meter, tiba-tiba dua Perampok kepalanya terpisah dari tubuhnya, dan satu perampok yang bicara tadi dua tangannya putus. Darah parah Perampok tersebut keluar dari tubuhnya dengan deras.


Perampok yang kehilangan kedua tangannya sama terkejutnya denga Siho. Kejadian tersebut terlalu cepat, dia tidak bisa memahaminya.


Perampok itupun berteriak kesakitan, Tak lama dari itu, kepala Perampok yang berteriak tadi terpisah dari badannya.


Melihat kejadian itu Siho terduduk lemas.


"Tenang Siho! tidak apa apa, itu tadi aku yang melakukannya." Ucap Chen dengan nada yang lembut ke Siho.

__ADS_1


Mendengar itu Siho secara tidak sadar mundur kebelakang, menjaga jarak dengan Chen.


Chen tidak menghiraukan tindakan Siho, dia tau Siho hanya terkejut.


Chenpun mendekati Mayat para Perampok tersebut, dan mulai mengumpulkan anggota badan mereka yang terpisah dari tubuhnya.


Setelah mengumpulkan mereka, Chen mulai memindahkan mereka ke hutan untuk di kuburkan, Setelah membuat lubang chen mulai menguburkan meraka berserta senjata yang mereka bawa.


Siho hanya memperhatikan Chen, dia tidak tau apa yang harua dia lakukan.


Setelah itu Chen memdekati Siho yang melihatnya dari tepi jalan.


"Ehm.. di dunia yang sekarang ini, kejadian yang seperti ini sering terjadi" ucap Chen ke Siho.


Siho hanya terdiam mendengarnya.


"Menurut perinsipku, seseorang yang melakukan kejahatan tanpa alasan yang tepat, harus segara dihilangkan di kehidupan ini, contohnya para perampok tadi" ucap Chen ke Siho lagi.


Tidak hanya itu, banyak yang Chen bicarakan ke Siho tentang prinsipnya. Siho hanya diam dan mendengarkan apa yang dikatakan Chen.


---------------

__ADS_1


Catatan penulis:


Jangan lupa votenya ya!!!!


__ADS_2