
#6
Matahari mulai terbit yang menandakan hari sudah pagi.
Siho sudah bangun dari tidurnya, sedangkan Chen masih bermeditasi.
Siho yang bangun langsung duduk di dekat api unggun, sambil memperhatikan Chen yang lagi bermeditasi.
Tak lama dari itu, Chen pun menyelesaikan meditasinya. Dia sadar bahwa Siho memperhatikannya.
Lalu Chen mulai mendekati Siho yang sedang duduk di dekat api unggun. "Siho.." Ucap Chen memulai pembicaraan.
"Iya tuan," saut Siho sambil memperhatikan Chen yang mendekatinya.
"Apa kamu tau tentang seorang pendekar?" Chen bertanya ke Siho, sambil duduk di sampingnya.
"Tau Tuan, Ibu saya pernah menceritakan tentang seorang pendekar ke saya" jawab Siho ke Chen.
"Apa kamu tau bahwa saya seorang pendekar?" tanya Chen sekali lagi.
"Iya saya tau bahwa Tuan seorang pendekar, kata Ibu saya seorang pendekar itu orang yang berbeda dengan manusia biasa dan bisa mengeluarkan kekuatan yang besar" jawab Siho sekali lagi.
__ADS_1
Pembicaraan ringanpun terus berlanjut. Chen banyak menceritakan tentang kehidupan seorang pendekar ke Siho, yang membuat Siho antusias mendengarnya, dan juga menceritakan tentang desa yang akan dia datangi.
Menurut Chen perjalanan mereka dengan kecepatan yang sekarang ini, bisa menempuh waktu sekitar empat hari untuk bisa sampai ke desa tersebut. Kalau Chen berpergian sendiri dia bisa mencapai ke desa tersebut hanya membutuhkan waktu satu hari. Desa yang mereka tuju bernama Desa Werna.
Setelah beberapa waktu, merekapun bersiap - siap untuk melanjutkan perjalanan.
Chen memasukan kembali tempat tidur (tenda) ke dalam cincinnya dan memadamkan api unggun.
Setelah itu, perjalanan merekapun untuk menuju ke Desa Werna berlanjut.
Untuk perjalanan hari ke dua perjalanan mereka tidak ada kendala apa - apa. Perjalanan mereka berlanjut ke hari ke tiga dan hari ke empat.
"Sekitar satu jam lagi kita sudah datang di Desa Werna" ucap Chen ke Siho.
Merekapun terus berjalan. Tiba-tiba mereka melihat asap tebal dari arah Desa Werna.
Dengan melihat asap tersebut, mereka mempercepat perjalanan mereka.
"Asap apa itu Tuan?" Siho bertanya ke Chen sambil menunjuk ke arah asap tersebut.
"Saya juga tidak tau" ucap Chen. "Yang saya tau asap tersebut ada di arah Desa Werna" ucap Chen sekali lagi.
__ADS_1
Yang tadinya untuk menuju ke Desa Werna membutuhkan waktu satu jam perjalanan, dengan mempercepat perjalanan mereka, mereka hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk mencapai desa tersebut.
Siho dan Chen terkejut melihat kondisi Desa Werna, desa tersebut sedang di serang oleh sekolompok Monster Goblin dan beberapa rumah penduduk terbakar.
Dengan melihat kondisi ini, Chen bergegas masuk ke Desa untuk membantu para penduduk Werna, tidak lupa juga Chen berpesan ke Siho untuk bersembunyi di atas pohon.
Stuasi di Desa tersebut sangat kacau, Pertempuran Monster Goblin dengan para penduduk desa sedang berlangsung.
Karena dengan adanya serangan Goblin yang mendadak, membuat para penduduk panik.
Jumlah Monster Goblin dua kali lipat dari penduduk Desa Werna, yang membuat desa tersebut kuwalahan untuk mengatasi serangan Monster Goblin.
------------------------
Catatan Penulis:
Jangan lupa buat kalian untuk memberi Vote di cerita ini.
oh iya, jangan lupa juga buat beri penilaian bintang 5 di cerita ini!
Jangan lupa untuk Follow IG sang penulis! @santunsolihin
__ADS_1