
#8
Saat awal terjadinya serangan monster di desa Werna.
"Ting.. ting.. ting.. ting.. ting.." Terdengar bunyi lonceng di desa Werna.
"Desa kita di serang oleh Monster" teriak salah satu penduduk desa Werna.
Para penduduk yang mendengarnya mulai panik dan berlarian menuju rumah masing-masing.
"Kiiikikikii.." suara monster itu tertawa sambil berlari menyerang desa.
Monster yang menyerang desa Werna adalah Monster Goblin. Masing-masing dari mereka membawa senjata, seperti tombak, belati, dan panah. Sekitar ada lima ratus Monster Goblin yang menyerang.
Monster Goblin yang menggunakan senjata panah, menembak penduduk yang membunyikan lonceng tadi.
anak panah itu pun melesat menuju orang tersebut, dan tepat mengenai kepalanya. Dengan serangan tadi, orang itu pun tak lagi bernyawa dan tergeletak di tanah.
Tak hanya itu, Para Monster Goblin lain yang menggunakan senjata panah, juga melancarkan serangan.
Desa Werna di hujani oleh anak panah. Penduduk yang tidak sempat untuk berlindung, terkena hujan anak panah itu.
Sekitar lima menit desa Werna di hujani oleh anak panah, akhirnya berhenti juga.
__ADS_1
Dengan kejadian hujan anak panah tersebut, banyak penduduk Werna yang tak lagi bernyawa. Jumlah korban dari hujan anak panah mencapai 49 orang.
Setelah serangan tersebut berhenti, barulah Goblin yang menggunakan senjata tombak dan belati ikut menyerang.
Di sini baru terjadi pertempuran antara manusia dan Monster Goblin.
"Hoarrrr.." para Monster Goblin itu berteriak, sambil memunceratkan air liur nya.
Serangan Monster Goblin ada yang berkelompok, ada juga yang individu.
Monster Goblin yang berkelompok, mulai menyerang masuk ke rumah penduduk. Beberapa Goblin mendobrak rumah, setelah terbuka mereka pun menyerang secara bersamaan.
Monster Goblin yang secara individu, menyerang penduduk desa yang berada di luar rumah.
Kekacauan terus terjadi, suara histeris penduduk desa tercampur dengan suara Monster Goblin.
Para penduduk yang menghadapi Monster Goblin, hanya menggunakan Senjata seadanya untuk menyerang, karena tidak menyangka akan ada serangan oleh monster.
"Tring.. trang.. trung.." bunyi benturan senjata, yang di akibatkan oleh pertempuran penduduk dengan Goblin.
Suara kobaran api yang membakar rumah penduduk juga terus terdengar.
Di tengah-tengah kejadian itu, muncul seorang pendekar yang membantu penduduk.
__ADS_1
"Tebasan Zig-zag" pendekar itu mengeluarkan jurusnya, membuat Goblin yang ada di depannya terbelah Zig-zag.
Setelah itu, pendekar itu pergi ke arah Goblin lain dan menyerangnya.
Satu persatu Goblin yang di hadapi Pendekar tersebut, terbelah zig-zag dan tak bernyawa lagi.
Dia pun masih menyerang dan terus menyerang.
Sekarang pendekar tersebut menghadapi seekor Goblin, yang menggunakan senjata panah.
Goblin tersebut melancarkan tiga anak panah ke arah pendekar, yang ada di depannya.
Pendekar tersebut dengan lincah menghindarinya, sambil menggunakan teknik peringanan tubuh.
Setelah berhasil menghindar, pendekar itu mengeluarkan jurus pedangnya "Tebasan kilat" serangannya dengan cepat membelah kepala Goblin tersebut.
--------------
Catatan penulis:
Jangan lupa untuk kasih Like cerita ini ya!, Biar penulis lebih semangat untuk membuatnya.
Jangan lupa juga untuk meninggalkan jejak kalian di Novel ini, seperti komen di kolom komentar. dengan kalian komen, itu udah memberikan motivasi ke si penulis loo.
__ADS_1
Cerita ini akan update setiap hari.