Legenda Gamer MLBB Sejati

Legenda Gamer MLBB Sejati
Bab 31


__ADS_3

Saat sedang mencoba menenangkan Aldo tiba tiba HP Adis berbunyi langsung Adis melihat siapa yang menelpon nya dan saat melihat ternyata itu adalah bapak Adis yang menelpon.


"Halo pak kenapa bapak nelpon"tanya Adis ke bapak Broto.


"Nak kenapa ada suara tangisan di dekat kamu"tanya pak Broto ke Adis.


"Ini pak Aldo nangis pak setelah Adis kasi tahu tentang penyakit ibu nya"jawab Adis.


"Astaga coba kasi ke Aldo dulu telpon nya"ucap pak Broto ke Adis.


Setelah itu Adis pun memberikan telpon nya ke Aldo dan Aldo pun menerimanya.


"Halo pak asalammualaikum pak"ucap Aldo dengan suara yang sedih.


"Waalaikumsalam nak kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan kamu karena kata dokter masih ada kesempatan untuk ibu kamu buat sembuh setelah melakukan operasi nak" ucap pak Broto ke Aldo.


"Yang benar pak bapak gak bercanda kan" ucap Aldo yang sedikit bahagia karena ada secercah harapan untuk kesembuhan sang ibu.


"Iya tapi harus cepat cepat di operasi biar tidak masuk ke stadium 3 kalau sudah stadium 3 maka akan sulit untuk mengobatinya lebih baik kamu dan Adis segera menyusul ke sini biar kamu bisa melihat keadaan ibu kamu"ucap pak Broto ke Aldo.


Setelah mendengar itu tanpa basa basi Aldo langsung memesan tiket pesawat ke medan karena dia tak ingin membuang waktu jadi dia memutuskan untuk berangkat naik pesawat dari pada menggunakan mobil.


Setelah itu Aldo langsung memesan tiket pesawat ke medan yang berangkat besok dan saat dapat Aldo langsung membeli dua tiket untuk nya dan untuk Adis juga.


"Yang sudah yok kamu tidur besok kita bakal berangkat pagi besok lebih baik kita istirahat biar besok gak kesiangan" ucap Adis ke Aldo dan di jawab anggukan kepala oleh Aldo.


Setelah itu Adis pun mengajak nya untuk tidur di ruang tamu saja karena sofa yang ada di ruang tamu bisa di ganti menjadi mode tempat tidur yang cukup untuk dua sampai tiga orang.

__ADS_1


keesokan pagi nya tanpa berlama lama Adis dan Aldo pun siap siap untuk pulang ke medan untuk Adis dia membawa 6 stel pakaian sedangkan Aldo hanya membawa 2 saja dan nanti mungkin mereka akan membeli pakaian di medan nanti nya.


Setelah itu Aldo pun memesan taksi online yang akan mengantar mereka ke bandara.


Setelah tiba di bandara Aldo dan Adia langsung menuju pesawat karena Adis memesan klas bisnis menuju medan dan uang itu dari rekening Aldo karena Aldo sudah memberikan akses kredit dan juga atm milik nya ke Adis.


Setelah di pesawat Aldo kembali menyenderkan kepala nya ke bahu Adis.


"Kenapa ya mbak baru juga Aldo senang karena menang MPL sekarang rumah masa kecil Aldo kebakaran terus ibu kena kangker payudara"ucap Aldo yang sendu ke Adis.


"Yang sabar ya ini adalah cobaan dari allah karena dia ingin mengangkat derajat kamu percaya lah allah tidak akan memberikan cobaan yang tak dapat kita selesaikan"ucap Adis ke Aldo.


"Iya mbak Aldo tahu Allah sayang sama Aldo mangkannya Allah kasih teguran dengan kesabaran dan juga ibu sakit supaya Aldo lebih dekat dengan nya dan lebih sering menghadap nya"ucap Aldo ke Adis.


"Iya mbak percaya kamu saat ini lagi di uji sama Allah dan setelah ujian ini selesai dan kamu berhasil menghadapai nya pasti ada hadia dari Allah yang tak kita ketahui dalam bentuk apa"ucap Adis ke Aldo seraya mengelus kepala Aldo dan memainkan rambut Aldo yang mulai ada keputihan nya.


"Mana ada kamu mah masa aku sudah tua sih"ucap Aldo yang tak terima.


"Beneran tapi kamu jangan marah dulu katanya saat rambut manusia mulai memutih itu ada dua faktor yang aku ketahui saat ini yang pertama faktor usia yang kedua itu karena terlalu banyak pikiran nah mungkin yang terjadi ke kamu itu yang kedua yang bukan yang pertama yang"ucap Adis menjelaskan ke Aldo.


"Iya kah kok aku gak tau ya"balas Aldo yang kaget seraya menatap waja Adis.


"Iya karena kamu malas belajar mangkannya kamu gak tahu jangan jangan kamu gak pernah belajar karena game terus ya"ucap Adis ke Aldo.


"Enak saja aku belajar terus kok bahkan nilaiku bagus bagus kok ya walaupun keseringan main game sih"balas Aldo ke Adis dengan suara yang semakin lama semakin kecil.


" Nah kan itu akibatnya tapi gak apa apa sih dengan kamu main game akhirnya kita bisa bertemu coba saja kalau kamu gak main game mungkin sampai kini kita masih sebagai orang asing yang tak kenal satu sama lain"ucap Adis tersenyum ke Aldo.

__ADS_1


"Hem hem iya, huam"balas Aldo menganggukkan kepala dan tak lama Aldo pun mulai ngantuk.


"Kamu ngantuk ya, sudah tidur saja sini nanti kalau sudah tiba di medan nanti aku bangun kan"ucap Adis ke Aldo dan di jawab anggukan kepala oleh Aldo.


Setelah itu Aldo kembali merebahkan kepalnya di bahu Adia dan kembali tertidur dengan nyenyak hingga tiba di bandara yang ada di medan.


"Yang bangun yang kita sudah tiba di medan yang"ucap Adis ke Aldo seraya membangunkan Aldo.


"Huam sudah nyampe ya yang"tanya Aldo ke Adis.


"Iya kita sudah nyampe sekarang mau mendarat dulu"balas Adis ke Aldo.


Dan tak lama mereka pun mendarat dan keluar dari pesawat.


Setelah itu mereka pun mencari taksi untuk pergi ke rumah sakit yang sudah di kasih tahu oleh pak Broto melalui pesan cat ke Adis.


Setelah dapat taksi akhirnya Adis dan Aldo pun bisa pergi menuju rumah sakita tempat ibu Aldo di rawat.


Setelah 1 jam menempuh perjalanan menuju rumah sakit akhirnya Aldo dan Adis pun tiba di rumah sakit itu.


Lalu Adis pun membayar menggunakan uang Aldo yang mana tas Aldo ada di Adis.


Setelah membayar Aldo pun membawa tas nya dan tas Adis yang berisikan pakaian mereka sedangkan Adis membawa oleh oleh yang mereka bawa dari jakarta serta makanan juga ada.


Setelah itu Aldo dan Adis pun pergi ke suster jaga untuk bertanya di kamar mana ibu nya di rawat.


" Oh untuk ibu Leni di rawat di kamar G-5 mas di lantai 2 mas mas"jawab suster itu ke Aldo dan Adis yang sedang bertanya ke suster jaga itu.

__ADS_1


__ADS_2