
Di dalam hutan di pegunungan Longwu, Ling Shentian melesat dengan cepat ke setiap dahan pohon untuk menuju ke Danau Kabut Hantu.
Berdasarkan peta yang diberikan oleh pedagang, Ling Shentian seharusnya dapat sampai di Danau Kabut Hantu dalam empat jam jika perjalanannya berjalan dengan lancar.
Diperjalanan yang tenang tanpa hambatan sedikit pun, Ling Shentian dapat mendengar suara pertarungan dari suatu tempat.
Dengan perjalanan yang begitu tenang tanpa ada hambatan sedikitpun, Ling Shentian akhirnya sampai di sebuah danau yang cukup unik dalam waktu empat jam.
Danau luas dengan air yang sangat jernih terdapat lautan kabut pada tengahnya dan tak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam sana.
Yang jelas, mereka tahu jika mereka memasuki kabut, maka tak ada kesempatan atau harapan untuk bisa kembali.
Ling Shentian melihat ke arah dinding tebing dan matanya mulai berubah menjadi ungu ketika ia berniat untuk melihat apa yang tersembunyi di balik dinding.
Dalam tatapan matanya yang begitu hebat, Ling Shentian dapat melihat sebuah gua kecil yang tersembunyi di dalam tebing.
Di dalam lorong gua yang pendek, Ling Shentian dapat melihat beberapa bongkahan kecil dari Giok Spiritual yang terdapat di dinding gua.
Ling Shentian membuka matanya dengan diiringi senyuman puas di wajahnya.
"Bagus, dengan ini aku yakin bisa menembus Petarung Senior!..." Ling Shentian berkata dengan semangat.
Dengan langkah pelan, Ling Shentian berjalan mendekati dinding tebing tepat di pintu masuk gua yabg tertutup.
Dalam sekejap, Ling Shentian mengaliri tangan kanannya dengan energi spiritual yang berlimpah dan meninju ke depan.
"Tinju Lima Ledakan! Tinju Pertama!..."
Bang!
Ketika tinju yang berat bersentuhan dengan dinding tebing, dinding tebing yang menutupi mulut gua segera berjatuhan menjadi bongkahan-bongkahan batu kecil.
Setelah jalan terbuka, Ling Shentian akhirnya dapat melihat mulut gua yang tak begitu lebar.
Ling Shentian dengan berani melangkah dan masuk ke dalam gua tanpa memikirkan bahaya yang akan ia temui.
Setelah masuk ke dalam sana, Ling Shentian dapat melihat cahaya hijau yang dipancarkan oleh bongkahan-bongkahan Giok Spiritual.
Dengan rasa gembira, Ling Shentian mengangkat tangannya dan memasukkan semua bongkahan Giok Spiritual ke dalam cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Setelah selesai berurusan dengan Giok Spiritual, segera meninggalkan gua dan berdiri di tepi danau.
Ling Shentian menatap kabut danau yang tampaknya tak sesederhana yang terlihat.
Dari pada Giok Spiritual, Ling Shentian tampaknya lebih tertarik dengan apa yang tersembunyi oleh kabut.
Dengan rasa penasaran di dalam hatinya, Ling Shentian akhirnya dengan yakin memutuskan untuk menjelajahi kabut.
Ling Shentian menatap pohon besar di sampingnya dan segera mengeluarkan tombaknya untuk memotong pohon.
Dalam satu ayunan tombak yang telah mengeluarkan aura tombak, Ling Shentian dapat memotong pohon besar tersebut.
Ling Shentian kembali memotong batang pohon hingga hanya mengambil setengah batang saja karena itu akan menjadi alat transportasinya di dalam kabut.
Ling Shentian segera mengangkat batang pohon dan melemparkannya masuk ke dalam danau.
Ia kemudian melompat dan dengan tenang mendarat di atas pohon.
Ling Shentian segera mengeluarkan kekuatan jiwanya dan melapisi batang pohon dengan itu agar ia bisa mengendalikan batang pohon sesuka hatinya.
Tanpa menunda waktu lagi, Ling Shentian segera berangkat dan masuk ke dalam kabut.
Menghadapi hal ini, Ling Shentian tetap saja mengendalikan batang pohon untuk bergerak lurus.
Di tengah perjalanan, Ling Shentian dapat mendengar suara gelembung udara yang naik ke permukaan.
Ling Shentian yang awalnya memejamkan matanya dengan perlahan mulai membuka matanya dan mengeluarkan tombak.
Dalam satu hembusan nafas, seekor buaya raksasa yang merupakan hewan buas tingkat satu melompat dengan ganas ke arah Ling Shentian.
Dengan tenang, Ling Shentian mengangkat tombaknya dan aura tombak menguap dari dalam tombak.
Aura tombak yang terus-menerus keluar ini kemudian berubah menjadi elemen petir.
Dengan tenang, Ling Shentian mengayunkan tombaknya dan dengan mudah memotong tubuh buaya menjadi dua bagian.
Selama perjalanan yang membosankan dalam setengah jam ini, Ling Shentian telah membunuh beberapa hewan buas tingkat satu dan seekor hewan buas tingkat dua peringkat rendah.
"Tidak mungkin bukan, bahaya dalam kabut hanya ini saja. Yang kudengar, bahkan Petarung Jiwa lingkaran ketiga juga tak selamat setelah masuk ke dalam kabut ini. Seharusnya ada hewan buas tingkat tiga yang banyak disini. Tapi, yang aku jumpai tak lebih dari hewan buas tingkat dua..." Ling Shentian bergumam dengan malas ketika pikirannya bahwa ada hal yang menantang di dalam kabut ternyata salah.
__ADS_1
"Apa mereka mati kelaparan?..." Ling Shentian bergumam lagi.
Dalam kekesalannya karena bosan, Ling Shentian tak sadar bahwa di depannya terdapat sebuah daratan kecil hingga akhirnya batang pohon yang ia naiki menabrak pinggiran pulau.
Ling Shentian mengangkat wajahnya dan menatap daratan, ia lalu melompat dengan senyuman lebar, berharap ada harta di daratan tersebut.
Tapi, jangankan mendapatkan harta yang tak ternilai, Ling Shentian malah disambut oleh lautan kerangka manusia.
Ling Shentian tersenyum pahit. "Apa benar-benar mati kelaparan?..." Gumamnya dalam hati.
Tepat saat kata-kata ini terucap, Ling Shentian segera melirik dengan tajam ke arah sebuah mulut gua karena kemunculan sebuah energi yang mengerikan.
Energi kematian keluar mulut gua dan bergerak ke arah Ling Shentian dengan perlahan, sementara Ling Shentian melakukan gerakan yang cepat untuk menghindar.
"Tampaknya mereka semua mati karena energi kehidupannya dihisap oleh energi kematian ini..." Ucap Ling Shentian dan terus menghindari energi kematian yang mengincarnya.
Ling Shentian dengan cepat membuat segel tangan dan mendarat di daratan yang aman.
"Formasi Pembunuh Iblis!..."
Sebuah lingkaran cahaya emas mengelilingi tubuh Ling Shentian dan dengan cepat mengeluarkan hembusan cahaya yang menyapu bersih energi kematian disekitarnya.
Ini adalah Formasi Pembunuh Iblis, sebuah Formasi tingkat menengah yang sangat mematikan jika berhadapan dengan energi iblis ataupun energi kematian karena energi kematian pada dasarnya berasal dari energi iblis.
"Hahahaha!! Tak kusangka di tempat terpencil seperti ini akan ada yang bisa mengeluarkan Formasi Pembunuh Iblis!..."
Suara serak terdengar dengan keras ketika seluruh energi kematian telah tersapu bersih.
"Siapa kau?!..." Ling Shentian bertanya dengan dingin dan raut wajahnya tampak sangat serius.
Setelah pertanyaan ini terucapkan, sebuah kabut hitam muncul dari dalam mulut gua dan perlahan-lahan sebuah tubuh arwah terbentuk.
Sebuah tubuh arwah dengan wajah pria paruh baya, rambut merah panjang dan mata merahnya yang mendominasi juga pakaian yang terbentuk dari kabut dengan warna putih bercampur dengan warna merah.
"Bocah, Formasi Pembunuh Iblis hanya bisa digunakan oleh orang-orang dari wilayah suci. Katakan, bagaimana kau bisa menggunakannya?..." Ucap arwah ini dengan senyuman di wajahnya.
Ling Shentian membalas itu dengan senyuman tenang juga. "Heh, untuk apa aku memberitahumu? Memangnya kau siapa?..." Ucap Ling Shentian.
"Haha, kau cukup sombong untuk ukuran bocah. Baiklah, namaku adalah Wu Shuwang, seorang pemimpin sekte yang pernah mendominasi kekaisaran ini..." Ucap sosok arwah yang bernama Wu Shuwang ini.
__ADS_1