
Setelah pertunjukan yang menakjubkan dari Ling Xiaofan telah selesai, operator di sebelah batu hitam segera memanggil peserta selanjutnya.
Dalam satu jam, hampir semua peserta telah dipanggil oleh operator dan ini adalah giliran Ling Shentian.
Ketika nama Ling Shentian dipanggil, Ling Shentian tersenyum tipis dan mulai berdiri dari tempat duduknya.
Dengan tatapan yang merendahkan dirinya, Ling Shentian terus berjalan ke arah tiang batu untuk mengambil pengujiannya.
Diatas menara, wajah setiap sosok tampak serius dan tertarik pada pengujian terakhir ini.
Diantara ada yang berharap bahwa sosok muda ini akan menyamai bahkan melebihi ayahnya dan yang lain meremehkan dan menganggap bahwa dia hanyalah anak muda yang bodoh yang baru sembuh dari penyakitnya.
Pada momen ini, tatapan mata diperbesar secara intensif saat sosok muda yang dipanggil mulai melompat tinggi untuk naik ke atas panggung.
Di bawah tatapan berat dari semua orang, Ling Shentian tersenyum samar. "Inilah akhirnya, ini akan menjadi awal dari kedamaian dan mungkin kehancuran bagi keluarga Ling..." Gumam Ling Shentian dalam batinnya.
Dengan perlahan Ling Shentian mengangkat tangan kanannya dan mulai menempelkannya ke permukaan batu hitam.
Pada saat momen ini terjadi, semua pandangan segera terfokus pada permukaan batu hitam. Mereka tidak tahu apakah anak dari seseorang yang hampir mencapai Petarung Bumi akan menjadi pelayan ataukah akan memunculkan keajaiban yang disembunyikan.
Ketika tangan yang cukup halus menyentuh permukaan batu hitam, monumen terdiam sejenak dan dalam waktu singkat mengeluarkan cahaya merah.
Setelah tiang batu mengeluarkan cahaya dan mulai membentuk hasil dari pengujian, semua orang terdiam sejenak dan ada beberapa yang dengan tegang menelan ludahnya.
"I, ini... Petarung lingkaran ketujuh?!..."
Melihat tiga kata yang terpampang di permukaan batu, membuat semua orang kaget.
Semua orang benar-benar terpukul kali ini, mereka berpikir akan mengantar Ling Shentian ke ruangan pelayan setelah upacara kedewasaan.
Tapi, yang mereka lihat adalah hal lain dan yang mereka pikirkan tentang Ling Shentian saat ini adalah Harimau yang sedang mengintai mangsanya.
"I, ini... Apakah Ling Shentian menyembunyikan kekuatannya dari kita semua selama ini?..."
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya akan ada Ling Xuan kedua di keluarga Ling..."
__ADS_1
"Jika memang begitu, berdasarkan sifat dari Ling Xiaofan, seharusnya dia takkan tinggal diam untuk menerima fakta ini..."
Krak!
Pegangan di kursi yang di duduki oleh Ling Futian jadi hancur setelah Ling Futian menggenggamnya dengan sangat erat.
"Shentian, paman benar-benar tak menyangka bahwa kau akan sehebat ini... " Gumamnya dalam hati.
"Luar biasa! Hanya dalam tiga bulan bisa meningkat ke Petarung lingkaran ketujuh dari bukan apa-apa! Ini adalah bakat yang bahkan lebih baik dari milik Ling Xuan!..." Ling Huangdi berkomentar pertama dengan semangat.
Tetua tertinggi disebelahnya mengerutkan keningnya dan segera menoleh. "Tiga bulan?..."
Ling Huangdi mengangguk. "Benar. Baru tiga bulan sejak Shentian menyelesaikan pelatihan tulangnya..."
Tetua tertinggi menoleh ke tengah lapangan dan melihat ke arah Ling Shentian. "Kalau begitu dia bahkan lebih berharga dari Ling Xiaofan..." Ucapnya dan para tetua segera mengangguk untuk membenarkan.
"Haha, selamat patriak Ling, anda memiliki seorang keponakan yang hebat. Daripada bakat seseorang, bakat tuan muda Ling Shentian berkali-kali lebih hebat..." Lu Xing Li mengepalkan kedua tangannya sambil menunduk.
Ling Futian mengangguk. "Terimakasih tuan Lu, ini benar-benar berkat dari langit. Aku sangat berharap bahwa Shentian akan melebihi ayahnya dan kembali membawa pencapaian yang dicapai leluhur..."
Xue Lu sedikit mendekatkan kepalanya ke arah Ling Huo. "Tetua Huo, bukankah kau bilang bahwa bakat Ling Xiaofan adalah yang pertama? Mengapa sekarang aku mendengar fakta yang berbeda?..." Gumam Xue Lu, dengan suaranya yang pelan ini, hanya Ling Huo saja yang bisa mendengarnya.
Dengan panik Ling Huo segera bergetar takut. "Tuan Xue Lu, aku juga tidak mengetahui ini. Tapi, bagaimanapun anda sekalian memiliki kebencian pada ayahnya. Sebelum dirinya menjadi kuat, lebih baik kita menyingkirkannya sekarang..." Bisik nya.
Xue Lu sedikit menunduk untuk berpikir dan dapat membenarkan perkataan Ling Huo.
Dia menutup matanya dan mulai melakukan telepati pada Ling Xiaofan.
"Tuan muda, mohon untuk menantang anak itu dan buat ia menjadi lumpuh..." Ucap Xue Lu.
Di bawah pohon yang rindang, Ling Xiaofan dan kakaknya tampak kesal dan marah dengan pencapaian Ling Shentian.
Saat kemarahan menyelimuti, Ling Xiaofan telah menerima pesan dari Xue Lu.
"Ini..." Ling Xiaofan tampak ragu untuk mengambil keputusan.
__ADS_1
Tapi, dalam beberapa detik saja dirinya berhasil memantapkan dirinya untuk menantang Ling Shentian, tentunya ini tak terlepas dari dendam tiga tahun yang lalu dan ranah kultivasi Ling Shentian yang masih jauh dibawahnya.
"Kakak, aku akan menantangnya dan membuatnya lumpuh..." Gumam Ling Xiaofan.
Ling Yuan menatap adiknya. "Kau serius?..." Ini lalu dijawab dengan anggukan kepala.
Ling Yuan menghela nafas. "Baiklah, kalau begitu biarkan salah satu dari mereka untuk menantangnya terlebih dahulu untuk menentukan kekuatan bocah itu..." Ujarnya.
"Hei gendut, kau adalah yang terkuat diantara kalian bertiga. Pergilah dan tantang dia..." Ucap Ling Xiaofan saat melihat sosok gendut di belakangnya.
"A, aku?..." Bocah gendut tampak ragu karena bagaimanapun juga dirinya telah trauma untuk melawan Ling Shentian. Bahkan adik kecilnya yang telah ia rawat selama belasan tahun tak terselamatkan setelah terakhir kali menindas Ling Shentian.
Ling Xiaofan menatapnya dengan dingin. "Kau tenang saja. Aku tak mengharapkan dirimu untuk menang. Cukup buat dia mengeluarkan kekuatannya dan nanti aku akan memberimu sepuluh pil Petarung..." Ucapnya.
Mendengar imbalan yang sangat tinggi, bocah gendut segera bersemangat. "Baiklah..."
Bocah gendut lalu dengan wajah yang semangat mulai berjalan mendekati panggung.
"Tuan juri, dalam upacara kedewasaan seseorang memiliki satu kesempatan untuk menantang orang lain. Aku ingin menggunakan kesempatan ku untuk menantang tuan muda Ling Shentian..." Ucapnya dengan sikap hormat.
Juri disebelah batu hitam segera mengangguk dan menatap Ling Shentian. "Tuan muda, bagaimana? Apakah anda akan menerima tantangan ini?..."
Ling Shentian tersenyum remeh dengan dengusan sombong. "Heh, hanya bocah gendut yang mandul saja. Tentu saja aku terima...."
"Dasar bajingan gila! Kau pikir siapa yang membuatku sampai seperti hah?!..." Bocah gendut dengan kesal memarahi dan menunjuk ke arah Ling Shentian.
Ling Shentian mengalihkan pandangannya dan mengangkat bahunya. "Entahlah, mungkin itu bos mu yang memerintahkanmu untuk melawan seseorang yang tak seharusnya disinggung..." Ucapnya dengan nada mengejek.
Bocah gendut menggertakkan giginya dengan kesal. "Sialan..."
Bam!
Bocah gendut dengan kasar melompat dan mendarat di atas panggung, dengan marah dirinya menatap Ling Shentian.
"Aku akan menunjukkan padamu kekuatan dari seseorang yang hampir menembus lingkaran kedelapan!..." Ucap bocah gendut dan mengeluarkan aura kultivasinya.
__ADS_1
Ling Shentian tersenyum tipis dan mengangkat tangan kanannya. "Baik, kemarilah..." Ucapnya sambil memainkan dua jarinya untuk menantang.