LEGENDA PETARUNG DEWA

LEGENDA PETARUNG DEWA
EPISODE 30


__ADS_3

Di bawah tatapan seluruh sosok yang menonton, keduanya berhadapan dengan kuda-kuda bertarung masing-masing.


Bocah gendut dengan cepat mengepalkan kedua tangannya dan mengangkat kedua tangannya sedada.


Energi spiritual yang terbilang lemah berputar deras mengelilingi tangannya dan dengan satu tarikan nafas dirinya menginjak panggung dengan berat dan melesat ke arah Ling Shentian.


"Tinju Peremuk Batu!..."


Dengan cepat mendekati Ling Shentian yang sama sekali tak menanggapinya dengan serius, bocah gendut segera memulai seni beladiri.


Tinju Peremuk Batu ini adalah seni beladiri tingkat kuning kelas menengah yang diperbolehkan untuk dilatih oleh murid keluarga yang memiliki kultivasi Petarung lingkaran keempat dan di atasnya.


Saat tinju berat yang benar-benar bisa meremukkan batu ini berada di depan wajahnya, Ling Shentian dengan tenang tersenyum dan dengan satu tarian kaki dirinya berpindah hingga bisa menghindarinya dengan mudah.


Tinju Peremuk Batu yang dikeluarkan sosok gendut akhirnya hanya bisa meninju angin kosong.


Ling Shentian tersenyum mengejek. "Haha, apakah itu benar-benar Tinju Peremuk Batu? Ini bahkan sangat mirip dengan Tinju Penembus Angin milik sampah lainnya..." Ucap Ling Shentian dan membuat si gendut panas.


Dengan ganas bocah gendut melangkah dan melompat ke arah Ling Shentian.


Ini adalah saat-saat yang ditunggu oleh Ling Shentian, senyuman licik yang dipermainkan terukir wajah Ling Shentian dan dengan perlahan dirinya menyiapkan kakinya yang panjang.


Buak!


Tendangan mematikan yang kedua kalinya mengenai adik dari si gendut dalam hal ini si gendut segera terjatuh dari udara dan berguling-guling kesakitan.


"Ling Shentian sialan! Adikku bahkan tak bisa menghasilkan anak lagi, sekarang kau membuatnya semakin parah!..." Teriaknya sambil berguling-guling.


Ling Shentian tersenyum dengan alisnya yang terangkat. "Ha? Sudah kubilang, jika ingin menyalahkan, maka salahkan seseorang yang memerintahkan mu untuk melawanku..."


.


Di atas menara, Ling Futian dan yang lainnya menatap jalannya pertarungan dengan serius.


Terutama Wang Teng, dirinya lah yang paling serius dalam menyaksikan pertarungan ini.

__ADS_1


"Wang Bai bilang bahwa dirinya terluka oleh Ling Shentian. Sebelumnya aku tak percaya, tapi sekarang ini benar-benar mungkin..." Gumam Wang Teng dalam batinnya.


"Anak ini sangatlah kejam. Dimasa depan, jika kekuatannya terus berkembang, pastinya setiap tindakannya akan membawa kekejaman..." Ujar Xu Hong Ba.


Lu Xing Li berdehem dengan sengaja. "Apakah patriak Xu sedang menyindir sebuah kelompok tertentu?..." Ucapnya.


Xu Hong Ba membelalakkan matanya, ia segera menatap punggung Xue Lu dan memberi hormat. "Tuan Xue Lu, bukan maksud saya untuk..."


"Patriak Xu, apakah anda berpikir bahwa Kelompok Tinta Darah sangat kejam? Kelompok yang aku maksud tentulah bandit gunung, aku sama sekali tak pernah mengatakan itu adalah Kelompok Tinta Darah..." Lu Xing Li membalas dengan santai.


"Ini..." Wajah Xu Hong Ba tampak tegang dan panik.


"Lu Xing Li, sudahlah. Tak perlu mengadu domba, aku takkan terprovokasi oleh hal kecil ini..." Xue Lu berkata dengan tenang tanpa menoleh sedikitpun.


Lu Xing Li tersenyum. "Aku hanya ingin bercanda gurau saja dengan patriak Xu..."


Di panggung, setelah orang yang kalah telah disingkirkan dari panggung oleh panitia, Ling Shentian dapat melihat semua orang sedang menatapnya dengan kekaguman dan rasa tak percaya.


Melihat hal itu, dirinya hanya tersenyum samar. "Apakah ada yang ingin menantangku lagi?! Kuharap yang selanjutnya bisa lebih baik!..." Ucapnya dengan keras.


Disaat tawa terbahak-bahak terdengar, sosok Ling Xiaofan masuk ke dalam kerumunan yang memberinya jalan dan bergerak menuju panggung dengan wajah yang sombong.


Tap!


Ling Xiaofan melompat dan mendarat dengan tenang di atas panggung, dirinya yang dingin menatap ke arah Ling Shentian dan menyatukan dua tangan.


"Ling Shentian, aku menantangmu, apakah kau menerimanya?..." Ucapnya dengan senyuman yang mengangkat kesombongannya.


Ling Shentian mendengus ketika tersenyum tipis, kedua tangannya menyatu dan menunduk. "Aku menerimanya..." Ucapnya dengan percaya diri.


Di atas menara, Ling Futian menatap kedua sosok dengan serius dan agak cemas ketika melihat sosok Ling Shentian.


"Shentian, apakah rencanamu benar-benar akan dijalankan sekarang?..." Ucapnya dalam hati ketika dirinya kembali mengingat pertemuannya dengan Ling Shentian beberapa jam yang lalu.


.

__ADS_1


Di malam yang indah, tepatnya tengah malam beberapa jam sebelum upacara kedewasaan akan berlangsung, di dalam kediaman Ling Futian, Ling Shentian telah duduk bersama pamannya di dalam ruangan sepi.


"Jadi, maksudmu, kau akan memancing Ling Xioaofan untuk menantangmu dan kau akan membunuh Ling Xiaofan?..." Ling Futian tampak serius dan tegang ketika menanyakan hal yang meragukan ini.


Ling Shentian dengan tatapan serius mengangguk. "Benar. Paman, kita tidak melakukan langkah pertama sekalipun, mereka tetap akan membunuh paman dan mengambil alih keluarga Ling. Lebih baik kita mengambil langkah pertama dan membuat kekuatan dari seseorang yang akan diutus oleh Kelompok Tinta Darah menurun..."


Ling Futian mengerutkan keningnya. "Menurun?..."


Ling Shentian kembali mengangguk. "Benar. Jika aku membunuh Ling Xiaofan tepat di depan mata utusan, maka amarahnya akan mengamuk. Seseorang yang bertarung dengan keadaan tenang lebih bisa untuk memaksimalkan kekuatannya. Sementara seseorang yang sedang mengamuk, kekuatannya mungkin akan meningkat secara sementara. Tapi, keakuratan dan pengendalian kekuatannya akan menurun. Dengan ini, paman dan tetua tertinggi akan menahannya dan menghabiskan energi spiritualnya sebisa mungkin, sementara para tetua membereskan Ling Huo dan pasukan Harimau Hitam yang ada di bawah komando Ling Huo..."


Ling Futian mengangguk setelah paham, dirinya kemudian kembali menatap Ling Shentian. "Tapi, kemungkinan dua bajingan Wang dan Xu akan mengambil keuntungan, karena aku yakin mereka akan datang..."


Melihat pamannya yang tampak khawatir, Ling Shentian hanya tersenyum. "Paman, tenanglah. Pada saat itu, ada seseorang yang akan melawan mereka. Setelah langkah ini bisa kita lewati, keluarga Ling akan menyerap dua keluarga lainnya dan menjadi penguasa tunggal di kota Danau Biru..."


.


Kedua sosok dengan aura dingin saling bertatapan dengan aura permusuhan yang besar.


Dalam satu tarikan nafas, Ling Xiaofan menginjak lantai dengan berat dan melesat ke arah Ling Shentian.


Saat berada di depan Ling Shentian, Ling Xiaofan mengangkat tangannya saat tubuhnya masih di udara dan melakukan beberapa gerakan tinju ke arah Ling Shentian.


Ling Shentian menyiapkan kuda-kuda bertarungnya dan menangkis semua pukulan kuat dari Ling Xiaofan.


Pukulan-pukulan yang diarahkan kepadanya mungkin telah berjumlah puluhan dan semuanya berhasil i tangkis dengan mudah.


"Luar biasa, Ling Shentian hanya dengan Petarung lingkaran ketujuh bisa bersaing tanpa kesulitan dengan Ling Xiaofan yang berada di Petarung Senior lingkaran ketiga..."


"Benar, padahal perbandingan ranah kultivasi mereka sangat jauh. Sebelumnya aku sempat meragukan Ling Shentian dan menebak mungkin dia menggunakan obat. Tapi, melihat pertarungan ini, sepertinya benar-benar akan ada Ling Xuan kedua dikeluarga kita..."


"Heh, itu hanya beradu fisik. Kemungkinan Ling Shentian sangat rajin melatih fisiknya karena itu kekuatan fisiknya bisa seimbang dengan kak Xiaofan. Aku ingin melihat, apakah Ling Shentian mampu menahan satu seni beladiri dari kak Xiaofan..."


Kemampuan Ling Shentian dan gerakannya yang baik saat menangkis semua serangan Ling Xiaofan membuat semua orang takjub.


Bahkan ada yang sebelumnya sempat meragukan dirinya berbalik mengaguminya, tapi ada juga yang merasa ini hal yang biasa karena hanya mengandalkan fisik.

__ADS_1


__ADS_2