LEGENDA PETARUNG DEWA

LEGENDA PETARUNG DEWA
EPISODE 27


__ADS_3

Lautan manusia mengguncang lapangan luas milik keluarga Ling, setidaknya ada seratus orang murid keluarga Ling baik itu laki-laki ataupun perempuan yang berkumpul di lapangan ini. Obrolan-obrolan mereka membuat kebisingan yang menyebar jauh di area.


Di tengah-tengah lapangan yang luas ini, ada sebuah tiang batu hitam yang sangat misterius.


Ini adalah alat untuk mengukur pada tingkat apa kultivasi seseorang yang mengalirkan energi spiritualnya ke dalam monumen.


Ada sebuah menara yang cuku besar dan lebar dengan tinggi lima meter dan ada serangakaian tempat duduk di puncaknya yang tertutup oleh atap kayu.


Di pintu masuk menuju lapangan, Ling Futian bersama dengan para tetua berdiri dengan tegang seperti sedang menunggu serigala.


Tak berselang lama, ada dua sosok yang muncul dari luar dan dengan santai melangkah ke depan.


Kedua sosok ini adalah Wang Teng dan Xu Hong Ba, patriak dari keluarga Wang dan Xu.


Wang Teng dan Xu Hong Ba dengan hormat menunduk dan memberi hormat pada Ling Huo.


"Salam tetua pertama, saya tidak sabar untuk melihat bagaimana pencapaian dari tuan muda Ling Xiaofan..." Wang Teng dengan hormat memberi sapaan.


"Saya yakin bahwa Ling Xiaofan akan menjadi orang yang berpengaruh dimasa depan. Sampai saat itu, saya harap kita bisa membahas kerjasama..." Ucap Xu Hong Ba.


Ling Huo tersenyum puas. "Haha, kedua patriak terlalu sopan. Untuk membahas kerjasama sama sekali bukan wewenang ku, itu adalah wewenang dari kakakku Ling Futian..." Ucapnya dan mengarahkan tangannya dengan sopan ke arah Ling Futian.


Xu Hong Ba dan Wang Teng berbalik dan menatap Ling Futian serta sosok lainnya.


"Haha, maafkan ketidaksopanan saya patriak Ling..." Wang Teng menjadi yang pertama untuk memberi hormat.


"Haha, saya juga minta maaf. Sekilas saya tadi tidak melihat anda dan saya pikir hanya pelayan yang sedang berkumpul..." Ucap Xu Hong Ba dan ikut memberi hormat.


Mendengar perkataan dari Xu Hong Ba ini, para tetua tampak tak bisa menahan emosinya terutama Ling Huangdi yang hampir akan melayangkan tinjunya.


Ling Futian memegang tangan Ling Huangdi yang mengepal dan menggeleng ketika Ling Huangdi melihat ke arahnya.


"Terimakasih atas kedatangannya patriak Wang, patriak Xu. Jika anda berdua memiliki penyakit mata, saya memiliki beberapa obat yang bisa direkomendasikan karena pelayan saya kemarin juga ada yang mengalami gangguan penglihatan..." Ucap Ling Futian dengan sopan.


Mendengar ini, sama seperti reaksi para tetua keluarga Ling, kedua patriak tampak menggertakkan giginya untuk menahan amarah.


"Haha, patriak Ling, patriak Xu hanya bercanda, jangan dibawa serius..." Wang Teng tersenyum canggung.

__ADS_1


Ling Futian tersenyum dengan tenang untuk membalas. "Patriak Wang, saya tahu itu. Saya hanya jaga-jaga saja. Akan sangat disayangkan jika anda berdua memiliki masalah dalam penglihatan dan tak bisa menyaksikan seberapa hebatnya generasi muda keluarga Ling..."


"Kakak, Xiaofan telah datang bersama dengan seorang tetua dari Kelompok Tinta Darah..." Ling Huo berkata dengan pelan sambil menunjuk ke luar gerbang dengan tangan kanannya.


Semua sosok yang mendengar ini segera menoleh dengan tegang dan benar-benar dapat melihat dua sosok di luar gerbang.


Sosok dibelakang Ling Xioaofan mengeluarkan aura Petarung Jiwa lingkaran keenam yang ahli dengan tubuhnya yang kekar dan rambut merah pendek.


Dia adalah tetua kelima Kelompok Tinta Darah, Xue Lu.


"Selamat datang tuan muda dan tetua Xue!..." Semua sosok di gerbang segera menunduk hormat ketika Ling Xiaofan dan Xue Lu telah sampai di depan gerbang.


Ketika semuanya telah selesai memberi hormat, Ling Xiaofan menghadap ayahnya dan memberi hormat.


"Ayah, anakmu ini telah pulang dan akan membawa kebanggaan untuk ayah..." Ucapnya.


Ling Huo mengangguk dan mengelus rambut Ling Xiaofan. "Ya, kau telah berusaha keras..." Ucapnya pelan.


Xue Lu mengangkat alisnya. "Oh? Inikah keluarga Ling? Tak disangka seseorang yang pernah melukai ketua kami berasal dari keluarga yang sangat lemah seperti ini..." Ucapnya tanpa rasa bersalah.


"Haha, yah inilah keluarga Ling. Keluarga kecil yang menjaga Xiaofan selama ini..." Ucap Ling Futian.


Mendengar hal ini, kedua patriak yanglain tersenyum puas sementara Ling Huo tersenyum dingin.


"Tuan Xue, dia adalah kakakku Ling Futian, patriak keluarga Ling saat ini..." Ucap Ling Huo dengan ramah.


"Oh? Patriak? Akan lebih baik jika tetua Ling Huo sendirilah yang menjadi patriak keluarga ini..." Ucap Xue Lu.


"Haha, tuan Xue Lu bercanda. Saya sama sekali tidak layak menjadi patriak keluarga ini..." Ling Huo membalas dengan ramah.


"Hm? Jika tetua Ling Huo tidak layak, maka takkan ada yang layak di keluarga ini..." Ucap Xue Lu.


"Haha, tuan Xue Lu, mari sudahi pembicaraan ini dan pergi ke atas..." Ucap Ling Huo dan Xue Lu mengangguk.


Ling Huo menatap Ling Xiaofan. "Nak, kau masuklah, kakakmu dan teman-teman mu telah menunggu..." Ucapnya dan Ling Xiaofan segera mengangguk lalu pergi.


Beberapa saat setelah Ling Xiaofan meninggalkan sekelompok orang tua ini, mereka memutuskan untuk naik ke atas menara dan akan memulai upacara.

__ADS_1


Tapi, pada saat mereka baru berjalan beberapa langkah, sosok pria paruh baya muncul di luar gerbang.


"Hahaha, kenapa terburu-buru? Apakah aku tak boleh ikut bersama kalian?..."


Mendengar suara dari seseorang yang sangat dihormati di kota Danau Biru ini, semua orang berhenti dan segera berbalik.


Betapa terkejutnya mereka karena mereka dapat melihat Lu Xing Li berdiri di luar gerbang.


"Tuan Lu Xing Li?!..."


"Apakah tuan Lu Xing Li ingin berhubungan dengan Ling Xiaofan juga?..." Bisik Wang Teng.


Xu Hong Ba menggeleng. "Entahlah, tapi ini akan sangat baik untuk Ling Huo. Hari ini dia akan memiliki dua penyokong besar..." Balas nya.


Lu Xing Li mulai melangkah dan berjalan masuk ke dalam, melihat hal ini, dengan senyum percaya diri Ling Huo maju selangkah untuk menyambutnya.


Ling Huo mengangkat tangannya dan ingin berjabat tangan dengan Lu Xing Li. "Tuan Lu, terimakasih atas kedatangan anda saya sangat..."


"Eh?..."


Ling Huo segera terdiam ketika tangannya yang ingin bersalaman dengan hangat segera hanya menyentuh udara kosong.


Hal ini pun membuat semua orang terkejut terutama Wang Teng dan Xu Hong Ba yang telah salah menebak.


Lu Xing Li terus berjalan dan berhenti di depan Ling Futian, ia sedikit membungkuk dan memberi hormat.


"Haha, Ling Futian, patriak keluarga Ling benar-benar sangat berwibawa. Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu..." Ucap Lu Xing Li dengan hormat.


Beberapa saat pertama Ling Futian terdiam lalu segera mengambil langkah maju untuk tidak melewatkan kesempatan kali ini.


"Tuan Lu terlalu sungkan. Anda lebih berwibawa dan bijaksana dari saya. Saya yang sangat beruntung bisa ditemui oleh anda..." Ucap Ling Futian.


Melihat kedekatan dari Ling Futian dan Lu Xing Li membuat Xue Lu menyipitkan matanya.


"Lu Xing Li, bagaimana kau bisa datang kesini? Ini adalah upacara kedewasaan dari keluarga Ling, kau yang tak memiliki hubungan dengan keluarga Ling seharusnya tidak datang..." Ucapnya dengan nada tak suka.


Lu Xing Li tersenyum tipis. "Lalu bagaimana dengan patriak Wang dan Xu? Mereka sama sekali tak ada hubungan dengan keluarga Ling, bahkan memusuhi keluarga Ling. Dan siapa bilang aku tak memiliki hubungan dengan keluarga Ling? Aku memiliki hubungan pertemanan dengan tuan muda Ling Shentian..."

__ADS_1


"Haha, kedua tamu, jangan terlalu serius. Semua yang datang adalah tamu..." Ucap Ling Futian dengan canggung.


"Baiklah, tak perlu membuang waktu tuan Xue dan tuan Lu lagi. Kita langsung naik sekarang..." Ujar Ling Futian dan yang lainnya mengangguk setuju.


__ADS_2