
bab 1641
"Kapten Wang, kami... Kami berdua hanya orang biasa! K kami juga takut mati!"
Kaleb menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap mata Patrick.
"Kau...!" geram Quest, makin marah pada keduanya.
"Biarkan aku meluruskan ini. Jadi kalian berdua mencoba melarikan diri secara diam-diam hanya karena takut mati?" kata Gerald sambil menambahkan bahan bakar ke api.
Sejak awal dia sudah punya kesan buruk terhadap keduanya.
Setelah mendengar kata-kata
Gerald, Kaleb dan Malcolm sangat
malu sehingga mereka hanya bisa menundukkan kepala lebih dalam.
Quest yang semakin marah kemudian berkata, "Orang-orang seperti mereka berdua... Mereka harus ditangkap, Kapten Wang!"
__ADS_1
Mendengar itu, Patrick berhenti sejenak. Ia menatap Quest kemudian berkata dengan santai, "Lupakan saja... takut mati bukanlah sebuah kejahatan!"
Menangkap mereka tampaknya tidak perlu. Lagi pula, keduanya tidak melakukan sesuatu yang ilegal. Patrick juga tidak ingin memaksa keduanya untuk ikut dengan mereka jadi dia pun berkata dengan nada dingin, " Kalau kalian memang takut mati, maka pergi saja!"
Setelah mengatakan itu, Patrick mulai memimpin timnya, meninggalkan Kaleb dan belakang.
Bagi Patrick, menyuruh mereka pergi lebih awal jauh lebih baik daripada membiarkan orang orang yang pengecut dan penakut itu tetap tinggal. Dengan menyingkirkan beban lebih awal, maka akan mengurangi masalah d i hari.
Setelah tahu Patrick memberi mereka izin untuk pergi, kedua pria yang senang itu kemudian bersujud di hadapannya sebelum kemudian berteriak, "Terima kasih, Kapten Wang! Terima kasih!"
Mendengar itu, Quest memelototi
mencibir dan kembali ke tenda.
Gerald sendiri tidak mau peduli lagi, jadi dia hanya membawa ranselnya sebelumn kemudian memasuki tenda yang sama dengan Quest.
Menyadari kehadiran Gerald, Quest-yang masih marah dengan kejadian tadi-kemudian merengut, "Sungguh menyebalkan! Aku benar-benar tidak menyangka mereka akan takut mati seperti ini!"
Gerald terkekeh kemudian menjawab, "Ya, bukannya aku tidak mengerti dari mana mereka berasal. Tampaknya mereka berdua tidak punya pengalaman dalam bertualang! Jadi wajar saja
__ADS_1
kalau mereka begitu takut
bergabung dalam perjalanan yang berbahaya ini."
"Hmm? Kau bisa mengatakan itu, tetapi bukankah kau pun sama dengan mereka? Kenapa kamu tidak lari bersama mereka?" tanya. Quest penasaran.
Quest awalnya mengira Gerald sama dengan orang-orang seperti Kaleb dan Malcolm. Namun, ternyata dia salah.
"Aku tidak seperti mereka! Aku adalah orang yang sedang berlatih untuk mencapai pencerahan spiritual!" jawab Gerald dengan nada percaya diri.
Setelah mendengar itu, Quest langsung berdiri dan menatap
Gerald dengan heran Setelah
beberapa detik, dia kemudian berkata, "Pantas saja kamu tidak pergi! Ternyata kamu sedang berlatih untuk mencapai pencerahan spiritual!"
"Ya. Dan terlebih lagi, ada seorang temanku dalam tim ekspedisi itu. Aku akan menyelamatkannya tidak peduli seberapa pun risikonya. Bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawaku!" jelas Gerald sambil menatap Quest dengan penuh tekad.
Mendengar itu, Quest mengangguk puas sebelum kemudian mengulurkan tangannya ke arah Gerald.
__ADS_1