Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya

Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
bab 1643


__ADS_3

Tentu saja memanjal Tebing juga bukan masalah bagi Gerald.


Setelah mundur beberapa langkah, Gerald berlari ke depan dan membuat sebuah lompatan besar! Beberapa detik kemudian, pemuda itu mendarat tepat di samping Quest! Setelah melihat itu, Quest dan yang lainnya langsung tercengang. Sebuah lompatan yang luar biasa!


Dia benar-benar orang yang sedang berlatih untuk mencapal pencerahan spiritual!


Setelah tersadar dari


keterkejutan, yang lain kemudian mulai memanjat tali juga.


Sebagian besar dari mereka telah mendaki tebing ketika tiba tiba


terdengar suara gemuruh guntur!


Setelah itu, cuaca seketika berubah dan tak lama kemudian, awan gelap menutupi setiap inci langit.


Melihat bahwa cuaca akan semakin buruk, Patrick-yang bersikeras untuk naik ke tebing terakhir-segera memberi instruksi, "Semuanya, cepat!"


Setelah semua orang berhasil mencapai puncak, Patrick pun memanjat tali juga. Namun sungguh naas, masalah selalu datang tanpa peringatan. Karena tali telah digunakan banyak orang, jadi di tengah jalan akhirnya putus!


Anggota tim menatap ngeri

__ADS_1


menyaksikan Patrick vang jatuh k


e dalam jurang, mereka serentak berteriak, "Kapten Wang!"


Gerald sontak melepaskan tali di pinggangnya dan


melemparkannya ke arah Patrick. Tali itu langsung melilit di tubuh Patrick.


Melihat yang baru saja dilakukan Gerald, Quest kemudian bergegas menghampirinya sambil berteriak kepada yang lain, "Ayo, cepat bantu dia!"


Mendengar itu, anggota tim lainnya langsung tersentak dan ikut meraih tali. Dengan usaha keras, mereka pun berhasil menarik Patrick kembali. Berkat tindakan Gerald yang cepat dan sigap, Patrick bisa selamat dari marabahaya.


Terengah-engah berjalan ke sebuah batu, Patrick kemudian duduk di atasnya untuk keputusan diri.


Melihat itu, Gerald kemudian berjalan ke arahnya dan berjongkok di samping Patrick lalu bertanya dengan nada khawatir, "Apakah Anda baik baik saja, Kapten Wang?"


Masih sedikit gemetar ketakutan, Patrick kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku.... aku baik-baik saja. Terima kasih, Gerald lika hukan karena kamu


Gerald! Jika bukan karena kamu,


aku pasti sudah mati sekarang!"

__ADS_1


Sebagai tanggapan, Gerald hanya tersenyum pelan dan menjawab dengan rendah hati, "Tidak perlu berterima kasih padaku. Itu tugasku untuk membantu rekan satu tim!"


Di tengah momen mengharukan itu, tiba-tiba salju mulai turun dengan lebat. Dengan angin yang makin dingin, Quest kemudian berteriak, "Cuaca terlihat buruk. Kita perlu mencari tempat untuk menetap dulu!"


Mencoba mendaki gunung dalam cuaca seperti itu sama saja bunuh diri dan semua orang paham akan hal itu. Meskipun memang benar bahwa mereka sedang


menjalankan misi penyelamatan, bukan berarti mereka juga harus mempertaruhkan nyawa. Karena itu, hal terbaik yang bisa mereka lakukan saat ini adalah mencari. tempat berlindung dan menunggu badai salju reda.


Setelah melihat-lihat sebentar, Quest berhasil menemukan area yang luas di bawah tebing curam.


Saat mereka semua bergegas menuju area berlindung, tiba-tiba Quest berteriak, "Hei, lihat itu! ada tanda-tanda bahwa orang lain pernah berada di sini sebelumnya!"


Setelah mendengar itu, Gerald dan Patrick bergegas berlari ke sisi Quest. Sesuai perkataannya, terlihat setumpuk arang yang


terlihat se


yang


terbakar di sana. Jelas bahwa orang lain pernah membuat api unggun di sini sebelumnya.


"Tim ekspedisi mungkin saja sempat tinggal di sini untuk menghindari badai salju!"

__ADS_1


__ADS_2