
Mendengar itu, Gerald hanya menutup matanya dalam diam. Ia menggunakan indra sucinya untuk memindai seluruh puncak gunung. Sayangnya, jangkauan indranya agak terbatas, jadi dia hanya bisa memindai hingga beberapa ratus kaki.
Meskipun itu bukan jarak yang kecil, Gerald masih tidak dapat menemukan jejak tim ekspedisi. Akhirnya, Quest pun bertanya, " Apakah menurutmu tim ekspedisi tidak ada di sini karena... mereka telah mendaki gunung lebih jauh?"
Setelah mendengar itu, Gerald menoleh pada Quest. Meskipun dugaan itu terdengar agak tidak masuk akal, itu juga bukan hal
imstahil. Karena tidak ada jejok
tint elspedisi di sini, cater satunya hal yang mungkin
mereka lakukan tanpa bertemu tim penyelamat dalam perjalanan adalah mendali lebih jauh kel
"Itu bisa saja terjadi. Karena kita sudah di sini, ayo kita lanjutkan naik ke atas gunung untuk memeriksa!" jawab Gerald.
Akhirnya keduanya pun melanjutkan mendaki gunung.
Karena dia bisa saja mati tadi tanpa campur tangan Gerald, Quest sekarang memiliki
kepercayaan penuh pada Gerald. 1 a merasa selama berada di dekat Gerald, ia pasti akan bisa keluar dengan selamat.
__ADS_1
Setelah berjalan beberapa saas dengan angin sepoi-sepoi dan kepingan salju membelai pipi mereka sepanjang waktu mereka berdua akhirnya tiba di ketinggian sebelas ribu kaki di atas permukaan laut.
Setibanya di sana, mereka langsung disambut dengan pemandangan sebuah gua. Dengan kegelapan di dalamnya, Gerald dan Quest langsung waspada. Quest berdiri di mulut gua dan berkata, "Sungguh aneh... Sebuah gua di antah berantah!"
"Benar! Baik, ayo masuk dan kita periksa!" jawab Gerald saat dia mulai berjalan ke dalam gua.
Setelah berjalan beberapa langkah, keduanya mengeluarkan
glow stick dan menyalakannya. Dengan membawa sumber cahaya masing-masing, keduanya. kemudian melangkah lebih jath k e dalam gua
Gua itu sunyi dan cukup lembap. Sesekali terdengar tetesan air saat mereka berjalan. Mereka berdua tiba tiba menghentikan langkah ketika melihat cahaya oranye
redup dari dalam gua. Tampalanya itu adalah cahaya api unggun dan keduanya bisa melihat bayangan yang berkedip-kedip sesekali
Mereka bergegas menuju sumber cahaya dan keduanya langsung
disambut oleh pemandangan beberapa orang yang sedang tidur berbaring di dinding batu gua Sesuai dugaan, mereka akhirnya menemukan tim ekspedisi!
Gerald merasa semakin yakin setelah mengamati orang-orang itu dan melihat bahwa Nori ada di antara merekal
__ADS_1
"Nori!" teriak Gerald
Mendengar teriakan itu, semua orang tersentak bangun, termasuk Nori.
Setelah menyadari yang
memanggilnya, Nori langsung menangis sambil berteriak, "G Gerald!"
Gadis itu sontak berdiri kemudian
berlari dan memeluk Gerald
dengan erat utuli beberapa saat baginya untuk menenangkan diri, lalu menatap Gerald dengan beran dan bertanya, "Tapi apa yang kamu lakukan di sini, Gerald
Tahu bahwa kedatangannya akan mengejutkan, Gerald pun
menjelaskan, "Setelah tahu bahwa sesuatu terjadi padamu dan tim ekspedisimu, aku bersama tim penyelamat kemari untuk mencari kalian."
"Apakah... itu berarti kamu datang untuk
__ADS_1
menyelamatkanku?" tanya Nori sambil menatap lurus ke mata Gerald dengan penuh harap.
Gerald hanya tersenyum lembut dan mengangguk, tidak punya alasan untuk menyangkalnya.