
"Bagus! Aku setuju, makin cepat kita pergi, makin baik!" jawab Gerald.
Setelah menyadari tim ekspedisi utuh, mereka harus mendaki seperti sebelumnya untuk bertemu kembali dengan tim penyelamat lainnya. Setelah itu, mereka akan mulai menuruni gunung.
Meskipun Gerald masih agak penasaran dengan panax ginseng berusia seribu tahun, dia tidak ingin mempertaruhkan nyawa semua orang hanya untuk mencarinya. Apalagi juga masih belum terbukti bahwa tanaman itu benar-benar mampu menghidupkan orang mati. Dengan pemikiran itu, tim ekspedisi pun mulai menuruni
Gunung
Seperti kata pepatah, menuruni gunung selalu lebih mudah. daripada menaikinya. Apalagi dengan tambahan bantuan dari Gerald dan Quest, perjalanan ke bawah menjadi lebih mudah. Rombongan itu hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk menempuh setengah perjalanan menuruni gunung.
Sepuluh menit sebelum mereka bertemu kembali dengan kelompok Patrick, tiba-tiba muncul beberapa serigala gunung berwarna putih!
"S-serigala?" teriak beberapa orang dari tim ekspedisi sambil menuruni gunung dengan penuh ketakutan!
Gerald langsung herbalik
menghadap Quest dan
menginstruksikan, "Quest! Pimpin yang lain pergi dulu! Aku akan bereskan serigala -serigala inita
Mendengar itu, Quest kemudian. menjawab, "Baik, tapi hati-hati! Jaga diri baik-baik!"
Akhirnya Quest memimpin tim agar bisa turun dengan aman. Setelah sebagian besar dari mereka berada pada jarak yang aman, Quest berbalik untuk
melihat keadaan Gerald.
menemukan kawanan serigala itu
menyerbu ke arah Gerald!
Pada saat itu, Quest-dan Nori
yang berbalik untuk melihat Gerald-hanya bisa menatap
__ADS_1
dengan mata terbelalak saat
Gerald dan nergata tarpin bersama
-sama ke lembah!
"G-Gerald!" teriak Nori, harinya dipenuhi rasa sakit yang luar biasa saat dia melihat Gerald menghilang dari pandangan
Quest yang sama terkejutnya langsung menarik lengan Nori agar tetap bersama tim.
"L-lepaskan! Aku hanis pergi mencari Gerald!" teriak Nori saat Quest memimpin yang lain. kembali ke tempat Patrick berada.
Meskipun Nori berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman Quest, Quest jelas tidak akan membiarkan Nori menempatkan dirinya dalam
bahaya. Karena itu ia pun mengikat pergelangan tangan
Nori dengan tali untuk
memudahkan membawanya ke
Nori yang berlinang air mata masih berusaha keras sambil
meratap, "Tolong! Dia pasti
masih hidup! Tolong, blarkan aku
pergi mencarinya!" Tim rombongan mengabaikan
ratapannya dan akhirnya berhasil
kembali ke tempat tim penyelamat berada.
Setelah melihat betapa
__ADS_1
tertekannya Nori dan menyadari bahwa Gerald tidak ada, Patrick pun bertanya, "Apa yang terjadi? D
aku mana Gerald?"
quest menundukkan kepalanya
sejenak dan menjawab, "Saat menuruni gunung, kami bertemul
beberapa serigala putih. Gerald bertarung melawan mereka untuk memberi kami kesempatan melarikan diri. Namun, pada detik -detik terakhir, semua serigala secara bersamaan menyerangnya dan mereka semua jatuh ke lembah!"
"A-apa?" seru Patrick yang sangat terkejut sampai-sampai ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi untuk sesaat. Siapa yang mengira kecelakaan seperti itu akan terjadi?
Meskipun begitu, tim ekspedisi
berhasil diselamatkan. Dengan
kata lain, misi itu sukses.
Patrick pun segera menenangkan
semuanya dan berkata, "Ayo,
turun gunung dulu. Setelah
mengamankan semua orang, kita akan membentuk tim penyelamat lain untuk mulai mencari Gerald!"
Semua orang setuju. Lagi pula,
mereka semua sangat sadar
bahwa mereka belum keluar dari bahaya. Apalagi sumber daya yang mereka miliki tidak cukup untuk membentuk tim pencari lagi. Jadi langkah terbaik saat ini adalah mereka kembali ke dasar gunung sebelum kemudian memutuskan langkah selanjutnya. Bahkan tidak ada yang tahu apakah Gerald masih hidup atau tidak.
Saat rombongan itu mulai menuruni gunung, Gerald sedang terbaring diam di atas semak belukar di bagian terdalam
__ADS_1
Gunung suci