
Setelah berjongkok untuk
memeriksa tumpukan arang yang terbakar, Patrick kemudian berkata, "Tampaknya ini masih baru. Orang yang menyalakan ap ini pasti di sini sekitar dua hari yang lalu!"
Mendengar itu, Gerald dan Quest saling memandang. Ini adalah kabar baik! Setidaknya itu membuktikan bahwa tim ekspedisi masih hidup dua hari yang lalu!
"Baik, mari kita berlindung di sini untuk sementara. Kita akan melanjutkan perjalanan setelah badai salju reda!" kata Quest sambil meletakkan ranselnya dan duduk untuk menghemat energi.
Sementara vane lainnya
melakukan hal yang sama, Gerald memilih untuk memeriksa area tebing di sekitarnya. Setelah beberapa saat, Gerald memanggil Quest dan Patrick.
"Tuan Leane dan Kapten Wang, aku telah mengamati daerah sekitar dan aku tidak menemukan jalan lain. Satu-satunya cara untuk mendaki gunung dari titik ini adalah dengan mendaki. Coba lihat saja di sana. Jika kalian mengamati dengan saksama, kalian bisa melihat tanda gesekan! Aku menduga di situ tim ekspedisi menggantungkan tali mereka!" jelas Gerlad sambil menunjuk sebuah jejak.
Setelah mendengar semua itu, baik Quest maupun Patrick setuju dengan analisis Gerald.
malas
"Hmm... jadi, Gerato, menururinu bagaimana kita harus melanjutkan ini?" tanya Patrick sambil berbalik untuk melihat Gerald.
"Ya, menurutku pilihan terbaik kita saat ini adalah aku dan Tuan Leane melanjutkan pencarian ke sana. Anda dan yang lainnya bisa menunggu kami di sini. Setelah kami menemukan tim ekspedisi, kami akan kembali menemui kalian. Bagaimana?" jawab Gerald.
Itu adalah pendakian yang sangat curam, tingginya sekitar tiga puluh kaki. Dengan pemikiran itu, Gerald takut situasi genting mirip dengan apa yang dialami Patrick sebelumnya-akan terulang jika terlalu banyak orang yang melakukan pendakian.
__ADS_1
Setelah mendengar itu, Patrick kemudian berbalik untuk melihat Quest dan bertanya, "Bagaimana menurutmu tentang itu, Tuan Leane?"
"Aku setuju dengan Gerald. Kalau
begitu kami akan melanjutkan
pendakian," jawab Quest setuju.
"Baik kalau begitu! Karena tidak
ada keberatan, silakan lakukan!"
kata patrick.
menurutmu kita bisa sampai sana?"
Perkataan Quest beralasan karena tidak hanya tebingnya yang sangat tinggi, tetapi juga tampaknya tidak cukup kokoh untuk digunakan sebagai pengungkit. Sementara Quest menganggapnya sebagai situasi yang membuat mengkhawatirkan, tetapi itu
bukan masalah bagi Gerald.
"Serahkan saja padaku, Tuati Leane!" jawab Gerald dengan senyum percaya diri sambil mengeluarkan selembar kertas jimat serta pena.
"Hmm? Apakah kamu tahu cara
__ADS_1
membuat jimat teknik rahasia tanya Patrick-yang mengikuti
mereka ke sana bersama anggota tim lainnya untuk mengantar mereka pergi-dengan nada
terkejut.
Sebagai orang yang berasal dari Jaellatra, Patrick tahu tentang jimat. Gerald tidak mengatakan apa apa, tetapi Patrick segera mendapat jawaban ketika pemuda itu mulai menggambar di kertas jimat.
Beberapa detik kemudian, Gerald melemparkannya ke udara dan seketika jimat itu memunculkan tangga emas!
"Silakan, Tuan Leane!" kata Gerald sambil membalik-balik untuk melihat Quest yang terkejut.
Setelah mendengar namanya disebut Ouest segera tersadar dari
keterkejutannya dan mulai menaiki tangga emas. Patrick, di sisi lain, masih tercengang. Dia tidak mengira Gerald adalah seorang Master Jimat yang tahu cara membuat jimat teknik
rahasianya sendiri! Itu membuat Patrick sangat mengagumi Gerald. Pantas saja Gerald begitu percaya diri ingin ikut menyelamatkan
tim ekspedisi. Sungguh kehadiran Gerald merupakan suatu
kehormatan bagi tim penyelamat. Jika dia tidak memutuskan untuk ikut, mereka pasti akan
menghadapi lebih banyak kesulitan dan bahkan mungkin kematian.
__ADS_1