Limited Time Girl

Limited Time Girl
Chapter 20


__ADS_3

“Risa kenapa lagi-lagi kau terluka sayang.. sampai kapan kau akan tertidur seperti ini”


Samar-samar dalam kegelapan aku mendengar suara tangisan seorang wanita paruh baya yang kuyakini adalah suara Ryugi. Aku juga merasa hangat di telapak tangan karena ada seseorang yang menggenggam tanganku.


Secara perlahan aku membuka mata dan hal pertama yang kulihat adalah langit-langit putih khas rumah sakit. Lalu aku menolehkan wajah untuk melihat Ryugi yang sedang terisak sambil menunduk.


“ma-ma...”


Ryugi dengan cepat mengangkat kepalanya dan menatapku dengan tatapan khawatir. Selain Ryugi ada juga Mario di ruangan rawatku.


“Risa sayang, syukurlah kau sadar.. ini sudah tiga hari sejak kau pingsan hari itu”


‘Huh?! Tiga hari?! Yang benar saja, kenapa aku bisa tidur selama itu’


“ti-ga hari? Aku tertidur selama tiga hari?”


“iya sayang, Ryo bilang kau banyak kehilangan darah untung saja kami masih sempat mendapat pendonor darah bagimu, jika terlambat sedikit saja .. kau akan...”


Ucapan Mario menggantung, tapi sepertinya aku tau kelanjutannya. Jika saja aku tidak mendapat donor darah mungkin aku tidak akan terbangun lagi.


“lalu bagaimana dengan teman-temanku?”


Ryugi mengelus suraiku “Zhao Lei dan Xujia selalu kemari setiap pulang sekolah selama tiga hari ini. Lalu apa kau kenal dengan gadis bernama Reina? Dia juga sering kemari tapi Zhao Lei dan Xujia bahkan Ryosuke terlihat membencinya” jelas Ryugi


“iya aku kenal dia, dia temanku dan kami bertemu di tempat penculikan itu ma”


“tapi kenapa teman dan kakak sepupumu terlihat memusuhinya?” tanya Mario


“a-ah itu.. emm panjang ceritanya ehehe”


“jelaskan!” tegas Mario


“hmm baiklah baiklah, jadi awalnya ...”


Aku menceritakan semua sejak saat Reina datang ke kelas, dan merebut perhatian semua orang. Aku pun memberi tahu Ryugi juga Mario bahwa seseorang yang memfitnahku adalah Reina, tapi aku juga menjelaskan bahwa itu semua hanya salah paham dan kami sudah berbaikan sekarang.


“karena itu, aku mohon Mama dan papa jangan menyalahkannya ya? Lagipula Reina secara tidak langsung kan sudah membantuku.” Ucapku dengan nada manja


Ryugi menoleh kearah Mario lalu mengangguk, “sudahlah Pa, yang penting Risa sudah baik-baik saja sekarang. Dan setelah ini kita juga akan membawanya pergi dari kota ini. Jadi putri kita tidak akan tersakiti lagi”


Mario menghela nafas frustasi, “haah, baiklah baiklah. Aku benar-benar tidak bisa menolak dua wanita kesayanganku ini.”


“terima kasih Ma, pa. Eem tapi... aku masih memiliki satu permintaan.. apa boleh?”


“apa itu, hm?” ucap Mario sembari mengelus kepalaku


“e-euh ... bisa tidak jika... kita tidak perlu pergi dari kota ini? Aku kan baru saja berbaikan dengan Reina jadi aku ingin menghabiskan banyak waktu dengannya”

__ADS_1


Sesaat setelah ucapanku selesai, usapan Mario tiba-tiba terhenti. Tangannya diam saja di kepalaku. Reaksi Ryugi pun tak beda jauh, ‘apa aku akan mendapat perkataan tidak boleh ya?’ batinku


Ruangan kini hening selama beberapa saat hingga suara pintu terbuka memecah keheningan itu. Mario baru saja mau membuka suara tapi suara lain mendahuluinya.


“Risa! kau sudah sadar?!”


“eh eh kalian mau apa huh?”


“tentu saja ingin memeluk Risa, kenapa Senior menarik kerah kami huh?! Lepas-lepas ini sakit Senior!”


“iya Senior, lepaskan!”


Aku, Mario dan Ryugi melihat kearah pintu. Ryosuke sedang menarik kerah Zhao Lei dan Xujia yang terlihat meronta-ronta tapi cengkraman Ryosuke tidak mengendur sama sekali.


‘Pft astaga mereka lucu sekali!! Seseorang tolong abadikan momen ini!’


“Ryosuke lepaskan mereka. Lalu untuk Zhao Lei dan Xujia, Risa baru saja sadar jadi jangan memeluknya dulu ya” ucap Ryugi


“baiklah Bibi” ucap ketiga pemuda itu.


“kalian ini kenapa terburu-buru begitu” ucapku dengan susah payah menahan tawa


Ketiga pemuda itu mendekat kearahku. Wajah mereka menampilkan raut ceria, seperti baru saja memenangkan undian dengan hadiah yang sangat besar.


“ini karena kami sangat senang melihatmu kembali sadar” ucap Zhao Lei


“benarkah?uhh aku jadi tersentuh ahaha... pasti waktu sekolah terasa lama kan karena aku yang imut ini tidak ada.. pfht”


“kenapa setelah bangun kau malah menjadi menjengkelkan begini?” ucap Zhao Lei yang langsung mendapat jitakan dari Ryosuke dan Mario


“heh! Aku akui ucapanmu benar tapi jangan terlalu jujur dong!” balas Ryosuke


“Ryosuke kenapa kau sependapat dengan bocah ini huh?!” ucap Mario yang secara reflek menjitak Ryosuke.


“ehehe maaf paman, tapi kurasa ucapannya tidak salah” balas Ryosuke sambil mengelus pucuk kepalanya.


“sudahlah, kenapa kalian jadi bertengkar begini?” lerai Ryugi


‘Risa maafkan aku karena mengambil tempatmu ini, coba saja jika kau bisa merasakan kehangatan keluargamu’


“papa sudahlah kasian Zhao Lei, pfht” ucapku sambil menahan tawa. Sedangkan Xujia yang sejak tadi disampingku sudah tertawa terbahak-bahak sejak kepala Zhao Lei di pukul oleh Mario dan Ryosuke


“apa kau baik-baik saja Zhao Lei?”


“aku baik, maaf atas ucapanku tadi Risa” balas Zhao Lei


Aku tersenyum, “tidak papa, lagipula aku tau kau hanya bercanda. Oh ya ngomong-ngomong kenapa Reina tidak datang kali ini? Mama bilang dia sering kesini selama tiga hari”

__ADS_1


“entah, kami juga tidak tau, tapi tadi sepulang sekolah kami melihat Reina sedang bersama Yuuta dan Fanxing di parkiran sekolah. Mungkin saat ini gadis itu sedang bersama mereka” jawab Xujia


“ouh begitu ya”


‘ehh tunggu! Jangan bilang kalau Reina memberitahu Yuuta dan Fanxing?! Tidak kan?’


“lalu apa Fanxing dan Yuuta menanyakan keberadaanku?” tanyaku lagi


Kini kesunyian yang menjawabku. Zhao Lei, Xujia dan Ryosuke terlihat tidak mau menjawab pertanyaanku sama sekali.


“sudah-sudah akhiri topik ini sekarang, papa belum menjawab pertanyaan Risa kan tadi? nah, jadi ini jawaban papa, baiklah jika kau masih ingin tinggal di kota ini. Tapi dengan satu syarat Risa harus berhenti memirkirkan hal-hal yang bisa memperburuk kondisimu, bisakah?” ucap Mario panjang lebar


Jujur saja aku hampir melupakan pertanyaan yang aku ajukan tadi, tapi karena Mario kembali mengungkitnya akhirnya aku kembali teringat.


“baiklah! Aku bisa Pa.. terima kasih” pekik ku spontan sambil memeluk Mario.


Setelah percakapan itu aku pun mengobrol bersama Zhao Lei dan Xujia juga Ryosuke. Mereka menceritakan bagaimana suasana sekolah tanpa adanya aku.


“oh ya Pa, Ma?”


“ya sayang?” jawab mereka bersamaan


“emm bisa tidak jika aku dirawat jalan saja? Aku lebih nyaman di rumah dibanding di rumah sakit”


Mario dan Ryugi saling pandang, sepertinya mereka sedikit ragu antara harus meng iyakan keinginanku atau tidak. “aku mohon, boleh ya” sekali lagi aku mengeluarkan jurus puppy eye.


“hhh baiklah, tapi ingat janjimu untuk tidak memikirkan atau melakukan kegiatan yang memperburuk kondisimu ya”


Mendengar jawaban Mario membuatku sangat senang, dengan reflek aku tersenyum lalu setelah itu mengangguk. kemudian Mario pun memanggil Dr Ryo untuk membicarakan hal itu.


“Risa, sampai kapan kau akan menyembunyikan keadaanmu dari Yuuta dan Fanxing? Bukankah mereka adalah sahabatmu?” tanya Xujia


“kenapa kau membahas ini lagi? Kau tidak dengar Paman Mario melarang Risa memikirkan hal yang membuat kondisinya buruk? Topik ini sama saja membuka luka lamanya!” balas Ryosuke


“kakak, tidak papa... emm entahlah aku sebenarnya ingin sekali memberitahu mereka dan aku juga ingin mereka hadir menemani hari-hari terakhirku, tapi aku terlalu takut melihat wajah sedih mereka” ucapku


Zhao Lei dan Xujia terdiam, begitu juga Ryosuke. Suasana menjadi hening, hingga Ryugi yang sepertinya baru selesai mempersiapkan kepindahan memecah keheningan itu.


“Risa, Mama rasa jika memang kau tidak ingin memberitahu mereka maka tidak perlu, tapi akhirnya jika kebenaran yang selama ini kau sembunyikan terungkap pasti akan melukai kedua belah pihak, kau dan mereka. Pikirkan dulu lebih jauh Mama tidak mau gadis Mama ini selalu bersedih, Mama takut itu mempengaruhi kondisimu sayang” ucap Ryugi sambil mengelus kepalaku


Zhao Lei dan Xujia mengangguk menyetujui pendapat Ryugi. “jika kau merasa berat memberitahu mereka maka biarkan kami saja yang melakukan hal itu” ucap Zhao Lei dengan semangat


“benar-benar” timpal Xujia


Aku sedikit mempertimbangkan hal itu.


“baiklah kalian boleh memberitau mereka tapi dengan satu syarat ya, yaitu....”

__ADS_1


...つづく...


__ADS_2