
“selamat sore Senior, aku sudah keluar dari sekolah jadi tentu saja kalian tidak akan melihatku lagi di sana” jawabku masih dengan senyuman
“huh? Kenapa? Apa karena kejadian beberapa bulan lalu? Aku dengar kau sempat bertengkar dengan Yibo dan Jun?” tanya salah satu pemuda
“bukan kok, tidak ada alasan khusus hanya ingin saja”
“hmm begitu? Ehh tunggu, gadis yang disampingmu itu bukannya gadis yang ‘dicintai’ oleh seluruh murid di sekolah?”
‘eh? Apa tadi dia baru saja memutar bola matanya saat mengatakan kata ‘dicintai’?’
“Senior Akira, Senior Hiroki... maaf jika menyela tapi kami baru saja ingin pulang jadi kami pamit dulu ya. Ayah dan Ibu Risa tidak mengizinkan dirinya pulang lebih dari jam enam”
Baru saja aku ingin menjawab pertanyaan dari Hiroki, Xujia sudah lebih dulu memotong. Yang menghampiri kami tadi adalah Akira Takano dan Miura Hiroki, di duniaku mereka memerankan Hizamaru dan Higekiri di Butai Touken Ranbu Musikal.
“eh sebentar-sebentar, Risa meski sudah pindah apa kau akan datang ke acara kelulusan nanti?” tanya Akira
Aku sedikit menelengkan kepala, memikirkan jawaban yang harus aku keluarkan. Satu sisi aku memang ingin datang tapi takutnya tiba-tiba kondisiku memburuk dan malah membuat orang lain curiga. Ah sudah lah urusan itu fikirkan nanti saja.
“jika kalian ingin aku datang, maka tentu saja aku akan datang” jawabku dengan senyum manis
Wajah Akira dan Hiroki entah kenapa menjadi merah. “terima kasih Risa, nanti ada hal yang ingin aku berikan padamu saat hari kelulusan...”
“benar-benar, aku juga ada hal yang ingin diberikan padamu”
Ucap Akira yang langsung di sambung oleh Hiroki. Mereka terlihat senang sekali. Jika tidak salah ingat beberapa minggu sebelum aku pindah mereka memang sering bertegur sapa denganku, terkadang kami juga mengobrol. Jika aku sedang sendiri mereka akan menemaniku dan menghiburku semenjak kehadiran Reina waktu itu.
“baiklah, aku janji akan datang, kalau begitu kami duluan ya senior, sampai nanti” pamit ku dan langsung menarik Reina menuju parkiran. Xujia dan Zhao Lei mengikuti dari belakang.
“sampai nanti Risa” ucap Akira dan Hiroki secara bersamaan
Sesampainya di dalam mobil, aku duduk di belakang bersama Reina sedangkan Xujia di samping kursi pengemudi. Keheningan tercipta diantara kami.
“oh ya teman-teman, dua bulan ini sepertinya kita tidak pernah membahas sekolah ya? Apa ada info menarik?” tanyaku untuk memecah keheningan.
Tapi tidak ada satupun yang kelihatan ingin menjawab, mereka bertiga saling melihat kearah lain.
‘ada yang salah’ batinku
“Reina... bagaimana hubunganmu dengan Fanxing dan Yuuta? Baik-baik saja kan?”
“e-emm itu... i-iya semua baik-baik saja kok” jawab Reina dengan terbata-bata
__ADS_1
“kenapa kau menjawab dengan tidak pasti begitu? Sebenarnya ada apa sih dengan kalian?”
“...”
Lagi-lagi keheningan yang menjawabku, “jangan bilang Kak Ryosuke melarang kalian untuk membahas sekolah? Kalian takut itu akan merimbas buruk pada kesehatanku ya?”
“...”
'eih!! katakanlah satu kata aku sudah muak dengan keheningan ini' batinku jengkel.
“hhh sudah lah aku tidak apa-apa kok, kumohon ceritakan padaku tentang sekolah... ya ya ya.. aku janji tidak akan terjadi apapun... ya please, Zhao Lei, Xujia ayolah” rengekku
“astaga baiklah baiklah” jawab Xujia
“Xujia kau yakin?” tanya Zhao Lei
“memangnya kau masih sanggup berkata tidak jika Risa sudah memohon seperti ini?”
“emm... sepertinya tidak, ya sudah lah ceritakan saja”
‘horee, tidak susah memang untuk membujuk mereka’
“terima kasih teman-teman.. ehehe”
Setelah itu Xujia pun mulai bercerita.
“seminggu setelah kau pindah saat itu, suasana sekolah menjadi agak dingin. Beberapa siswa bahkan memenuhi lokermu dengan surat-surat cinta, beberapa ada yang menanyakan keberadaanmu, tapi semuanya dibersihkan oleh Senior Ikeoka. Kami dengar dari Senior Ikeoka, teman-temannya pun banyak yang mulai menanyakan ketidak hadiranmu di sekitarnya. Padahal sebelumnya kalian sering bersama.
Aku tidak tau apa Senior Wang dan Senior Ueda juga penarasan tapi begitu lah yang aku tau, banyak siswa di sekolah mencari keberadaanmu. Termasuk dua senior yang kita temui tadi, juga orang-orang yang seangkatan dengan kita. lalu untuk Fanxing dan Yuuta... biar Reina yang bercerita”
Setelah cerita Xujia berakhir aku langsung menatap Reina, “ceritakan, kumohon”
Sesaat Reina menghela nafas “hubungan kami merenggang, sama seperti para siswa yang lain, mereka juga mulai mencarimu, terkadang aku tidak sengaja mendengar obrolan mereka yang penasaran kenapa kau tidak terlihat setelah insiden hari itu, mereka selalu mencoba menghubungimu, tapi sepertinya tidak pernah berhasil...”
‘tentu saja tidak akan bisa, handphone ku di pegang oleh papa, lagipula nomernya pun sudah diganti jelas saja mereka tidak akan bisa menghubungiku lagi’
“tapi mereka sama sekali tidak bertanya padaku atau setidaknya pada Senior Ikeoka, entah apa mereka bertanya pada kalian...”
“mereka juga tidak pernah bertanya pada kami, jika mereka bertanya pasti akan kami beritahu yang sebenarnya dan pasti mereka akan langsung menemuimu Risa” jawab Xujia
“sudahlah tidak apa-apa, lebih baik begini, terimakasih sudah bercerita... hoaam aku mengantuk, bisakah aku tidur? Bangunkan aku jika sudah sampai ya”
__ADS_1
“baiklah, tidurlah Risa” ucap Reina yang memposisikan kepalaku agar bertumpu pada pangkuannya sebagai bantal.
Secara perlahan kesadaranku mulai menghilang hingga akhirnya aku tertidur pulas selama perjalanan.
***
“kkhh... aduh kenapa badanku pegal semua..”
‘ehh? Aku ada di tempat tidur? Bukannya aku sudah bilang untuk dibangunkan jika sudah sampai, apa mereka tidak tega ya?’
Aku merenggangkan tangan dan kaki, entah kenapa semua badanku pegal dan kaku. Aku menoleh ke arah jam dinding yang terletak di atas meja belajar.
‘apa! sudah jam 12?!’
Reflek aku langsung turun dan membuka tirai, kamarku yang tadinya gelap langsung terang oleh sinar matahari yang sudah sangat terik. ‘jam 12 siang? Berapa lama aku tertidur?’
Cklek
“ahh Nona syukurlah anda sudah bangun, ini makan dulu. Nona sudah melewatkan makan malam dan sarapan, Bibi sempat khawatir jika Nona juga akan melewatkan makan siang”
Bibi Yui masuk membawa nampan berisi semangkuk sup, roti dan beberapa buah juga segelas susu. Sebentar, kemarin kan kami pulang dari taman bermain jam 5 sore, dan jika aku melewatkan makan malam dan sarapan artinya aku sudah tidur 12 jam lebih?!
“sepertinya aku tertidur lama lagi ya kali ini?”
“iya Nona, bahkan kali ini lebih lama dari biasanya, apa... Nona merasa tidak enak badan?”
Aku tersenyum menenangkan dan berjalan ke arah Bibi yang sedang menata makanan di atas nakas, “tidak Bi, ya mungkin karena waktuku yang semakin sedikit jadi tubuh ini butuh istirahat lebih” jawabku
“Nona, jangan berkata seperti itu, Bibi jadi khawatir.. oh ya Tuan dan Nyonya juga sangat khawatir karena mereka belum tau kondisi Nona yang terkadang tertidur lebih lama dari biasanya, hampir saja mereka membawa Nona kerumah sakit jika Bibi tidak menjelaskan kebiasaan baru Nona ini”
Aku terkekeh pelan, “maaf Bi, dan terima kasih karena bisa menjelaskan kepada Mama dan Papa”
Setelah obrolan singkat itu aku pun makan dengan tenang, dan dengan perlahan menghabiskan semuanya.
“Bibi.. di mana obat yang biasa aku minum” tanyaku pada Bibi Yui yang sedang merapihkan sisa kegiatan makanku tadi.
“ah Bibi lupa memberitahu, mulai hari ini tuan meminta Bibi untuk tidak membiarkan Nona minum obat lagi, karena menurut Dr. Ryo takut obat itu sama sekali tidak berefek baik pada tubuh Nona”
“oh begitu kah? Ya sudah”
......つづく......
__ADS_1