
“ohh ternyata gadis ini masih punya muka untuk muncul di depan kami ya?”
‘entah ini kesialan atau keberuntungan, aku baru ingin mencari mereka dan mereka sendiri yang datang menemuiku’
Aku berbalik dan benar saja, dua orang yang aku cari sudah muncul di depanku dan bahkan ditambah dua orang lain. Mereka berempat memandangku dengan tatapan benci. Apa bisa dibilang rencanaku sukses besar disini?
“maaf... disini aku hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi selama ini. Aku bersumpah, semua yang aku lakukan itu hanya omong kosong dan hanya trik.”
“wah lihat ucapannya sama persis seperti yang Reina bilang, apa kau masih menindasnya, hah? Dasar tidak tau diri” ketus Jun
“apa maksudnya?”
“Reina bercerita jika semua kelakuanmu itu memang hanya rencana yang disengaja, bahkan dia juga bercerita jika dia sudah mengirimkan informasi palsu mengenai masa lalumu. Tapi siapa yang tau apa ini asli atau hanya bualanmu yang lain” jelas Yibo
Aku terdiam sebentar, “jadi Reina sudah cerita? Dan kalian tidak percaya?”
‘jika Reina saja tidak dipercaya, apalagi jika aku yang bercerita? Jadi sepertinya lebih baik tidak usah bicara lagi. Entah sejauh apa yang Reina bilang tapi seharunya semua yang diceritakan Reina adalah kebenaran’
Jun, Yibo, Xiao Zhan dan Yuuki tidak menjawab, tapi tatapan tajam mereka tidak berubah.
“baiklah jika kalian tidak percaya aku tidak akan memaksa lagi, kalau begitu aku hanya akan mengucapkan salam perpisahan saja ya” aku tersenyum, “terima kasih dan maaf”
Tubuh keempat pemuda itu mematung, entah kenapa wajah mereka menjadi pucat. Aku memutuskan untuk melanjutkan kalimatku
“maaf karena kehadiranku membuat kalian tidak nyaman, dan terima kasih telah memberikan perhatian dan kebaikan kalian, kali ini...aku akan benar–benar menghilang dari kehidupan kalian, dan aku tidak akan lagi muncul di hadapan kalian. Aku pamit, selamat tinggal, Kedua Tuan Muda Ueda, Tuan Muda Wang dan Tuan Muda Xiao”
Setelah itu aku berbalik meninggalkan mereka, aku tidak sanggup melihat reaksi mereka. Aku berjalan secepat mungkin agar bisa menjauh, tiba – tiba aku merasa kepalaku sangat pusing dan pandanganku mulai kabur.
“Risa!”
Saat aku sudah ingin limbung, seseorang menangkapku, dari suaranya aku tau itu Xujia. “Risa! bertahanlah sebentar.. tolong jangan buat aku panik”
__ADS_1
Aku masih bisa menahan kesadaranku agar tidak hilang, aku masih bisa melihat betapa paniknya dia. Dia langsung menggendongku ala Bridal style dan dengan cepat membawaku ke mobil dimana Ryugi, Mario, Ikeoka dan Zhao Lei dan Reina menunggu. Setelah itu kami langsung pergi ke rumah sakit.
...
‘uhk’
aku merasa ada yang berbeda kali ini, ketika aku membuka mata aku bisa melihat tubuh ‘Risa’ terbaring di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat bantu yang menopang kehidupannya, juga ada Ryugi dan Mario, Zhao Lei, XuJia, Reina, Ikeoka dan Dr. Ryo
‘ehh?! Ji-jiwaku sudah keluar dari tubuh itu?!’
“Risa mama mohon sadarlah, jangan tinggalkan mama lagi sayang...” Ryugi menangis tersedu-sedu sambil memegang erat tangan ‘Risa’
“Ma tenanglah, Risa anak yang kuat, dia pasti hanya tertidur saat ini”
Mario berusaha menenangkan Ryugi tapi dia sadar bahwa itu percuma karena satu-satunya hal yang bisa menghibur istrinya ini hanyalah melihat putrinya sadar. Namun kini putri semata wayangnya itu sudah tidak bernafas lagi.
‘sejak kapan jiwaku keluar?’ pikirku
“terima kasih karena sudah membuat akhir hidupku penuh kebahagiaan Risa”
Suara asing tiba-tiba muncul di sampingku, reflek aku menoleh. Terlihat sesosok arwah yang memiliki rupa persis seperti diriku. “kau? Kau Risa pemilik asli tubuh ini?”
Sosok itu mengangguk, “iya, aku minta maaf karena sudah merepotkanmu dengan kehidupanku yang rumit ini. Padahal aku sudah pasrah jika harus mati mengenaskan karena jatuh dari atas gedung saat itu, tapi berkat kehadiranmu aku bisa bertahan lebih lama dan mengetahui jika aku masih memiliki keluarga kandung bahkan sempat merasakan kasih sayang keluarga, terima kasih ya” ‘Risa’ tersenyum sangat manis, dengan ini aku tahu dia sudah bisa pergi dengan tenang. Aku pun membalas senyumnya.
“syukurlah aku bisa membantu, tapi aku merasa jika aku merebut tempat dan kasih sayang yang seharusnya kau miliki, aku ... minta maaf”
‘Risa’ menggeleng, “tidak, sebenarnya sisa jiwaku masih tersisa ditubuh itu , jadi aku melihat semua hal dan merasakan hal yang kau rasakan. Bukankah itu sama saja seperti aku yang merasakan? oleh karena itu kau tidak perlu merasa bersalah...”
Aku mengalihkan pandangan dari ‘Risa’ dan memperhatikan keluarga Kuroba yang mulai mempersiapkan pemakaman bagi tubuh ‘Risa’, Reina pun sedari tadi selalu menangis, tetapi Zhao Lei berusaha menghibur dengan memberikan gadis itu sebuah pelukan.
“hhh apa akhirnya hidupku juga akan berakhir disini?” gumamku
__ADS_1
“kau masih bisa kembali ke dunia asalmu Risa, sebenarnya saat ini baru 4 hari setelah kau kecelakaan. Tubuhmu sedang dalam keadaan koma di dunia asalmu” jawab ‘Risa’
Sekali lagi aku menoleh kearahnya, “benarkah?! Jadi aku masih bisa hidup?”
‘Risa’ mengangguk, “tentu, masa hidupmu masih panjang”
“bagaimana aku bisa pulang? Apa kau tau?”
Lagi-lagi ‘Risa’ mengangguk, “kau hanya perlu mengedipkan mata sebanyak 3 kali, setelah kedipan ketiga kau sudah akan terbangun di dunia aslimu” ucapnya
Semangatku tiba-tiba membuncah, ‘aku bisa kembali kedunia asliku dan bisa bertemu keluargaku kembali!!’
“ehh tapi... keluarga Ueda, Xiao Zhan, Yibo, Fanxing dan Yuta masih belum tau tentang kematianmu, apa kau akan membiarkan hal ini begitu saja?” ucapku mengingat bahwa masih ada beberapa orang yang belum tahu hal ini.
‘Risa’ tampak berfikir, “entahlah, mungkin aku akan pamit pada mereka dalam mimpi mereka saja, atau...”
“akan kubuat semua orang yang menyakiti Risa itu menyesal karena sudah menyakiti Risa” ucapan Reina memotong kalimat ‘Risa’
“benar! Mereka harus merasakan penyesalan yang dalam!” lanjut Xujia dan disetujui oleh Zhao Lei
“atau aku akan menyerahkan saja hal itu pada mereka” ucap ‘Risa’ melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong.
“a-ahh baiklah”
Sore harinya, upacara pemakaman pun dilaksanakan. Tubuh ‘Risa’ sudah didandani dengan cantik dan dimasukkan kedalam peti. Ia mengenakan dress putih semata kaki tanpa lengan, namun dia mengenakan sarung tangan sepanjang siku. Wajahnya diberi polesan make up tipis. Tangannya memegang sebuket mawar biru. Dan di bagian bawah kakinya ditaruh kotak berisi kancing baju kedua yang sebelumnya di berikan oleh para senior kepada ‘Risa’ juga ada beberapa hadiah dan barang-barang pemberian ketiga sahabat dan keluarganya.
Secara perlahan peti mati itu dimasukan kedalam liang lahat, dan mulai dikubur. Hanya beberapa orang yang menghadiri pemakaman itu, namun suasana haru sangat kentara. Tangisan seorang ibu yang baru saja menemukan anaknya setelah beberapa tahun terpisah kini harus merasakan kehilangan lagi, bahkan kini untuk selama-lamanya.
Para senior yang memberikan hadiah pada ‘Risa’ hadir semua dalam pemakanan ini. Mereka benar-benar tidak menyangka jika pertemuan dan obrolan mereka dengan ‘Risa’ tadi siang merupakan momen pertama dan terakhir mereka bersama dengan gadis itu.
......つづく......
__ADS_1