Limited Time Girl

Limited Time Girl
Chapter 25


__ADS_3

Pemakanan sudah selesai beberapa jam yang lalu, namun Ryugi masih terlihat sesenggukan. Aku benar-benar tidak tega melihatnya. Sedangkan Zhao Lei, Reina dan Xujia sudah pulang tiga puluh menit yang lalu. Mereka bilang akan mulai menyiapkan balas dendam. Namun Ryugi sempat melarang, mungkin ia tidak ingin ‘pembalasan dendam’ itu membuat putrinya tidak tenang di alam sana.


Zhao Lei menjelaskan jika mereka hanya akan memberitahu kebenaran saja pada orang-orang itu, dan akhirnya Ryugi pun luluh dan akhirnya mengizinkan apapun yang ingin ketiga orang itu lakukan, dengan syarat tidak terlalu berlebihan.


Jiwa ‘Risa’ masih bersamaku, dan aku juga belum ada keinginan untuk meninggalkan dunia ini jika jiwa ‘Risa’ belum menyebrang. Akhirnya kami berdua menyaksikan acara pemakaman sampai akhir dan mengikuti keluarga Kuroba dan Ikeoka kembali kerumah.


“jika reinkarnasi itu benar ada, aku berharap bisa dilahirkan kembali dikeluarga mereka. Bahkan ibu masih memikirkan perasaanku dan meminta pada Reina untuk tidak melakukan hal yang merugikan bagi semua orang” gumam ‘Risa’


“aku berharap hal sama untukmu, semoga dikehidupan selanjutnya kau bisa bahagia” balasku


‘Risa’ tersenyum, “terima kasih, oh ya bagaimana jika kita lihat hal apa yang akan dilakukan ketiga orang tadi?”


“setuju! Aku khawatir apa yang akan terjadi...”


---


Aku dan ‘Risa’ mengikuti Zhao Lei, Xujia dan Reina yang ternyata membuat janji dengan Hiroki dan Takano. Mereka berkumpul di kafe milik Keluarga Ikeoka. “6 orang ini berkumpul hanya karena rencana memberi tahu kebenaran? Kenapa rasanya aneh ya?” tanya ‘Risa’


“benar, sepertinya sangat mencurigakan” balasku


“baik jadi begini rencananya, mulai besok ....” Reina mulai menceritakan skenario yang dibuatnya. Tapi hal itu benar-benar bukan sekedar ‘memberitahu keberanan’ melainkan seperti ingin menyerang seseorang secara mental.


“emm Risa, apa kau berfikir jika rencana ini terlalu... kasar?” tanyaku.


“aku rasa kau benar, kita harus membuat mereka mengurungkan niat untuk menjalankan rencana ini. Tapi bagaimana?” sahut ‘Risa’


“coba kau panggil Reina, mungkin dia bisa dengar?”


‘Risa’ mengangguk, lalu melayang menghampiri Reina. ia berbisik di samping gadis itu, tapi kelihatannya Reina tidak mendengarnya sama sekali. ‘Risa’ pun kembali ke sisiku, yang sedang mengambang di bagian atas kafe.


“dia tidak dengar.. mungkin kau bisa? Jiwaku sudah cukup lama terpisah dari tubuh, mungkin sudah tidak bisa berinteraksi lagi dengan mereka”


Aku sedikit berfikir, lalu mengangguk, setelah itu aku melakukan hal yang sama seperti ‘Risa’ tadi. tidak disangka ternyata Reina merespon.


“hey apa kalian mendengar suara Risa?” tanyanya pada semua pemuda yang ada disana.


Karena melihat Reina merespon aku pun memanggil nama semua orang.

__ADS_1


“iya aku dengar? apa jangan-jangan Risa ada disini?” ucap Xujia


Aku melihat ke arah ‘Risa’. dia memberiku gestur semangat. Jadi aku pun melanjutkan pembicaraan.


‘teman-teman, terima kasih atas niat kalian yang ingin memberi tau keluarga angkatku juga Fanxing dan Yuta. Tapi lebih baik aku sendiri yang memberi tau mereka, jadi kalian tidak perlu repot seperti ini’ ucapku


“tapi Risa, mereka sudah sangat keterlaluan padamu, bagaimana bisa kami menerimanya begitu saja?” balas Reina. sedangkan para pemuda hanya terdiam tapi terlihat sekali jika mereka setuju dengan ucapan Reina.


‘tidak apa-apa, aku sudah cukup senang mengetahui kalian sayang dan peduli padaku, seiring berjalannya waktu cepat atau lambat mereka juga akan mengetahui kebenarannya. Jadi aku mohon urungkan niat kalian dan jalani hidup seperti biasa, ya? Bisakah?’ aku kembali berbicara.


Reina dan yang lain saling melihat satu sama lain. Mereka sepertinya sedang berdiskusi melalui tatapan mata, dan Zhao Lei pun bersuara. “baiklah, Risa sudah bilang begitu tidak baik jika kita tetap melanjutkan keegoisan kita. Lebih baik berhenti saja dan biarkan Fanxing, Yuta, dan para senior itu mengetahui kebenarannya sendiri”


Reina membuka mulut, tetapi tidak berbicara sepatah katapun dan akhirnya kembali menutup mulut lalu dia mengangguk. Takano, Hiroki, Ikeoka dan Xujia juga setuju. ‘Risa’ pun terlihat senang dengan keputusan itu.


‘terima kasih teman-teman. Kalau begitu aku pamit ya, jaga diri kalian baik-baik, terima kasih juga karena sudah membuat hari-hariku sangat indah. Sampai jumpa lagi’ ucapku


Semua orang terdiam, mereka kembali mengangis, ‘Risa’ yang kini berwujud arwah memeluk mereka satu persatu. Lalu kembali ke sampingku.


“baiklah, artinya ini perpisahan kita, semoga lain kali kita bisa bertemu lagi” ucapnya sambil tersenyum. Akupun membalas senyumnya. “iya semoga lain kali kita bisa bertemu dengan normal ya” aku terkekeh


Aku berkedip “ehh tapi bagaimana dengan senior yang lain?” tanyaku.


‘Risa’ tidak menjawab dan masih menghitung “dua...”


Aku berkedip lagi. “tapi...”


“tiga...” ‘Risa’ memotong ucapanku. dan di kedipan ketiga ini aku merasa jika jiwaku seperti masuk kedalam sebuah tubuh. Secara perlahan aku membuka mata. Dan hal yang pertama kali kulihat adalah langit-langit putih khas rumah sakit.


‘astaga aku sudah muak dengan pemandangan ini. Jadi apa sekarang aku sudah kembali?’ batinku


Belum sempat aku mencerna kejadian ini, terdengar suara pintu terbuka dan reflek aku melihat kearah pintu. Dan melihat seseorang berdiri disana, menatapku dengan pandangan tidak percaya. Orang yang membuatku yakin jika aku sudah kembali ke dunia asalku.


Orang itu secara cepat langsung berlari kearahku dan memelukku. Aku sedikit meringis karena tubrukannya yang cukup kuat. “Egi, aku baru sadar, jangan tiba-tiba memelukku seperti ini dong” ucapku.


Ya, orang yang pertama aku lihat adalah tunanganku, Egi. Aku senang dia terlihat sehat. Mungkin lukanya tidak terlalu fatal. Syukurlah.


“aku minta maaf Risa, aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku sangat takut jika kau tidak akan sadar lagi” bahu Egi bergetar, aku pun merasa pundakku mulai basah, aku berasumsi jika Egi sedang mengangis. Kuelus bahunya agar dia lebih tenang.

__ADS_1


“kecelakaan itu bukan salahmu, tolong jangan menyalahkan diri sendiri ya. Kau pasti juga terluka saat itu”


Sepertinya kata-kataku berhasil menghiburnya. Secara perlahan tangisannya mereda dan hanya tersisa senggukan kecil. Dia melepas pelukannya, mengusap air mata dan menatapku. Aku memberikan senyum yang menandakan jika aku baik-baik saja. Dia pun membalas senyumku.


“aduh yang baru siuman sudah mesra-mesraan nih, tolong kembalikan rasa kekhawatiranku 4 hari lalu”


Aku dan Egi menoleh kearah sumber suara, yang sangat aku kenal. “kak ihh apaansih ganggu momen romantis aja” ketusku.


“ohh sudah bisa berdebat ya, oke sekarang aku yakin jika kau sudah sehat” Alex menyilangkan tangan di depan dada. Aku melihat meski Alex terkesan sinis tapi ada nada kelegaan di kalimatnya, yang menandakan jika dia khawatir padaku.


“iya aku sudah lebih baik sekarang, terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku.. oh ya dimana ayah dan ibu?” ucapku dengan nada semanis mungkin.


“ayah dan ibu baru saja pulang, karena mereka sudah menemanimu kemarin, jadi aku meminta mereka untuk pulang dan istirahat sebentar. Ibu sangat sedih melihatmu terbaring tidak sadarkan diri selama 4 hari ini” Alex melirik kearah Egi yang sedang tertunduk diam. Ia menepuk pundaknya “tidak perlu menyalahkan diri lagi, Risa sudah sadar sekarang dan kami juga tidak menyalahkamu, jadi mulai sekarang kau bisa kembali membantu kami untuk menjaga Risa” ucapnya


‘wah calon kakak ipar yang baik’ batinku. Egi pun kembali mengangkat kepalanya. “terima kasih kak Alex, aku tidak menyangka jika kalian sekeluarga bisa memaafkan kesalahanku waktu itu”


“tentu saja, kau kan calon menantu keluarga kami. Dan juga Risa sangat mencintaimu, dia pasti kesal pada kami jika kami menyalahkanmu, lagipula kau juga menjadi korban saat itu” Alex menatap kearah lain ketika mengucapkan kalimat penghiburan itu.


Aku terkekeh, syukurlah kini aku sudah kembali ke keluarga asliku. Aku harap ‘Risa’ disana juga memiliki akhir bahaiganya. Meski aku tidak tau apa yang terjadi jika Fanxing, Yuta, Xiao Zhan, Yibo dan Keluarga Ueda tau tentang kematiannya, tapi setidaknya dia sudah bisa pergi dengan tenang karena sudah mengetahui keluarga kandungnya, dan memiliki teman yang menemaninya di saat terakhir.


“hey Risa, kenapa kau senyum-senyum sendiri hah? Otakmu tidak bermasalahkan?” tanya Alex


Aku sedikit tertohok mendengar kalimat itu.


“kak bisa mendekat sebentar?” ucapku dengan senyum. Tidak disangka Alex dengan wajah polosnya berjalan mendekat kearahku.


PLETAK!!


“aww sakit! Apa-apaan sih, baru sadar udah ngejitak orang?!” pekiknya


“kakak sendiri apa-apaan, udah tau adiknya ini baru sadar malah diajak ribut!” balasku


Akhirnya kami berdua jadi adu mulut dan berdebat. Haahh, baru saja kembali kedunia asliku, tetapi aku sudah merindukan dunia ‘Risa’. apa aku bisa pergi lagi kedunianya?.


...終わり...


...~Tamat~...

__ADS_1


__ADS_2