
Pagi hari menjelang siang ditengah kota kerajaan Saint .
Haah....
"Bukan kejadian seperti ini yang kuharapkan" ujar Ryuko sembaring menepuk dahinya
Beberapa menit sebelumnya didepan pintu masuk Saint Kingdom.
Mereka bertiga jalan dengan tenang menuju pos masuk kedalam kerajaan saint.
"halo namaku Jizou sang penjaga pos gerbang bagian utara." ujar penjaga kepada mereka bertiga
"namaku Ryuko, dan mereka kedua temanku Lz, dan Ray" balas Ryuko pada Jizou sambil menunjukkan kedua temannya yang berada disamping dirinya.
"sepertinya kalian petualang baru ya. Kalau begitu, semoga harimu menyenangkan di saint kingdom" ujar Jizou sembaring tersenyun lebar kepada mereka bertiga.
"ya, terima kasih atas sambutan dan perkenalannya" ucap Ray melirik Jizou.
"baiklah ayo kita masuk" ucap Lz sembaring melirik kedua temannya lalu memandang ke depan.
Pintu gerbang pun dibuka sebagai tanda bahwa mereka telah diizinkan masuk kedalam kota Saint Kingdom.
Saat berada dilorong masuk benteng Ryuko bicara kepada kedua temannya
"oh ya aku hampir lupa, nanti jika sudah berada didalam kuharap kita jangan berpencar ya?!"
"tenang saja kami tidak akan berpencar, percayalah kepada kami" jawab Lz dengan penuh keyakinan.
Dan beberapa menit kemudian, akhirnya mereka malah terpisah dan sibuk mengurusi dirinya masing masing.
"huh... Buat orang kesal saja." ucap Ryuko ditengah kerumunan kota dengan keadaan kesal.
"ya sudahlah, sebaiknya aku pun juga harus mengurus beberapa item dropku untuk dijual. Setelah itu aku mau mampir ke dalam guild Saint Kingdom. Apa kira kira ada perubahan ya disana??? " ucap Ryuko masih berdiam diri di tengah kerumunan kota
Akhirnya Ryuko pun melanjutkan perjalanan mencari tempat menjual item dropnya.
Disana dia terus memandang sekitar sekaligus melihat beberapa NPC dan para Player.
"tak kusangka ternyata A.I nya sudah ditingkatkan. Sekarang aku malah sulit membedakan mana player dan NPC"
Ryuko terus memandangi keadaan kota karena ia sudah rindu sekali dengan suasana kota Saint Kingdom. Ditambah lagi suasananya semakin realistis bahkan ia bisa mendengar percakapan semua orang saat sedang berjalan disekitar mereka.
Selain itu, di kota Saint Kingdom bukan hanya ras manusia saja yang berada disini. Disini pun juga terdapat ras lain seperti Ras Elf,Dark Elf, Orc, dan Demi Human.
Ditengah perjalanan ia cukup banyak melihat naga darat yang digunakan sebagai tunggangan bahkan sebagai pengganti kuda untuk menarik gerobak dan kereta.
Tidak terasa lamanya berjalan, ia akhirnya sampai ditempat penjualan item drop.
Saat berada didepan toko ia langsung meletakkan semua item drop di atas meja toko yamg sudah tersedia.
Setelah itu penjaga toko pun mengambil semua item terus sebut lalu menukarkannya dengan uang koin.
Sreek...Sreek... *suara kantung uang.
"20 Gold, 165 silver, dan 16 bronze, kurasa lumayan juga hasilnya" ucap Ryuko sambil melempar lempar kantung yang berisi uangnya.
Didalam dunia game Lost Heroes Saga uang 1 gold setara dengan 1000 silver, dan 1 silver setara dengan 100 bronze. Dan juga 1 keping gold bisa didapatkan dengan menukar uang asli yang harganya sekitar Rp. 20.000 dengan menukarnya di online shop yang sudah tersedia disetiap pengaturan para pemain.
Kemudian ia pun segera pergi dari toko tersebut menuju Guild Saint Kingdom untuk membeli makanan dan sekaligus menunggu kedua temannya yang begitu menyebalkan.
Ditengah jalan ia berhenti sejenak sembaring melihat toko armor dan senjata dari balik jendela
__ADS_1
"sepertinya aku akan membeli armor saat aku sudah memiliki spesial tier saja" ucap Ryuko yang memandangi armor yang mengkilap dari balik jendela toko.
Ryuko pun melanjutkan perjalanannya lagi menuju Guild Saint kingdom.
30 menit telah berlalu, dan akhirnya ia pun sampai di depan pintu masuk Guild.
"huuh.... Kuharap didalam tidak ada perubahan yang buruk untuk Guild ini" ucap Ryuko di depan pintu
Lalu ia pun membuka pintunya lalu masuk kedalam Guild.
Saat didalam sama sekali tidak ada perubahan, malahan terlihat Guild ini terupgrade dari sebelumnya saat ia bermain menjadi Beta Tester. Serta sekarang ia melihat ada sebuah papan yang berisi quest dari kota ini.
"tak kusangka sekarang ada tempat pemilihan quest. Ya kurasa dengan begini untuk mendapatkan quest serta meningkatkan level sekaligus mendapatkan uang jadi lebih mudah" ucap Ryuko sambil berjalan menuju meja makan yang tersedia dan melirik ke arah papan pemilihan quest
Ia pun duduk di samping dinding dan sambil menunggu pelayan atau anggota guild datang menghampirinya.
Sambil menunggu ia mengecek statusnya yang terakhir kali ia tingkatkan.
Baru saja ia hendak membuka menu statusnya, sudah ada saja pelayan yang menghampirinya.
"mau pesan apa tuan? " tanya pelayan sambil membawa buku kecil dan pulpen untuk mencatat makanan
"tolong berikan aku makanan yang senilai dengan 15 silver"
"baiklah, tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut sembaring tersenyum kepada Ryuko.
Pelayan tersebut pun pergi dari tempat Ryuko. Dan Ryuko pun kembali mengecek Status sekaligus melihat item item dan juga slot Item yang tersisa.
Beberapa menit telah berlalu. Akhirnya makanan yang Ryuko pesan telah datang dan pelayan yang mengantarkan makanannya adalah Yume. Sang koki diguild ini.
Yume pun meletakkan semua makanannya ke atas meja Ryuko
"ini pesanannya tuan"
"terima kasih ya, yume" balas Ryuko sembaring meliriknya.
"iya, sama sama, tak kusangka petualang baru sepertimu bisa mengetahui namaku" balas ucapan Yume pada Ryuko sambil meliriknya.
"tentu saja, makananmu itukan yang terenak dikota ini. Betul tidak?!!! "
Ucap Ryuko lalu bersorak kepada semua petualang di dalam Guild.
Para Guild pun juga ikut bersorak setelah Ryuko bersorak.
"Betul..!! "
Setelah mendengarnya wajah yume pun mulai memerah dan merasa malu dengan pujiannya.
"ka-kamu bisa saja" jawab Yumer yang masih malu malu.
Lalu Ryuko pun lupa membertahukan namanya, karena ia merasa karena game ini yang resmi, jadi semua NPC tidak akan ada yang mengingatnya sama sekali.
Setelah memperkenalkan diri beserta jobs miliknya, Yume pun agak kaget karena Ryuko itu pemain generasi ke 3 dengan level tertinggi. Pdhal pemain generasi ke 3 baru saja kemarin resmi dibuat.
"aku tidak bisa percaya kamu ini pemain generasi ke 3,disana saja baru level 12" ucap Yume sambil menunjuk petualang yang sedang memilih Quest .
"jangan bandingkan aku dengan newbie player, yang tidak mempunyai pengalaman sama sekali. Aku ini pro player." balas Ryuko sambil melirik para petualang yang sedang mengambil Quest.
"p-pro player?! Pro player saja dalam 1 hari hanya bisa meningkatkan level sampai 20 untuk pemula. " ujar Yume kembali melirik Ryuko dan terus menatap wajahnya.
"benarkah?! "dengan ekspresi wajah datar.
"bukannya level 20 itu untuk amatir ya? " lanjut perkataan Ryuko.
__ADS_1
Setelah mengucapkannya, suasana didalam Guild langsung hening seketika. Bahkan orang yang sedang makan pun langsung menjatuhkan sendoknya secara tidak sadar.
Setelah beberapa saat kemudian, tiba tiba terdengar salah seorang petualang yang menghentakan meja ditempat ia berada lalu berkata"apa kau bilang!! Level 20 dalan 1 hari amatir katamu!! "
"sudah kuduga, rupanya ada amatir yang keberatan" ujar Ryuko sambil mendengar petualang itu mengoceh.
Ryuko pun mengambil segelas birnya lalu meminumnya perlahan sambil mendengar ocehan dari petualang amatir tersebut.
"perlu kau tahu! Aku rela berburu dari pagi sampai menjelang malam, dan kah dengan seenaknya bilang aku ini amatir!! "
"HP dan MPku tersisa 5% karena berburu tanpa henti. Perlu kau tahu itu!!" lanjut perkataannya.
Ryuko terus meminunnya birnya sampai setengah gelasnya dan mendengar perkataan petualang amatir tersebut.
Haa.... *merasa segar setelah meminum bir.
"sudah selesai mengocehnya, amatir? " ucap Ryuko sambil meliriknya dengan pandangan merendahkannya.
"A-apa kau bilang!!! "balasnya dengan penuh perasaan marah.
Wajah petualang itu pun seketika berubah menjadi sangat merah karena tatapan yang begitu hina oleh Ryuko. Sampai sampai ia pun langsung menarik pedangnya.
Ryuko yang melihatnya pun langsung bergumam"hooh...terpicu ya"
Petualang amatir itu pun langsung mengarahkan pedangnya kepada Ryuko sebagai tanda bertarung untuk melawannya.
"aku menantangmu bertarung. Jika memang kau pro player !"
Ryuko yang mendengarnya pun menghela napas panjang dan berkata
"Haaa... Kau ini memang aslinya bodoh atau tidak membaca rules digamr ini? Membunuh player tidak bersalah akan terkena penalty berupa level dan status akan berkurang sebesar 3 level, setiap level dan status point itu berharga untuk para pemain generasi pertama atau pun kedua yang sudah berada dilevel 60 keatas" ucap Ryuko sambil menjelaskan.
Setelah berbicara seperti itu. Para player yang berada didalam Guild langsung membicarakannya.
"pria itu benar juga ya"
"iya itu benar. Kurasa tidak diragukan lagi jika dia itu pro player."
"hmm... Aku pun juga setuju. "
Ketika semua player sibuk membicarakan dirinya. Player amatir itu pun semakin marah dan langsung maju kearah Ryuko dengan pedangnya.
Ghaa... *teriakan player tersebut.
Ryuko pun masih memandangnya sambil memegang gelas Bir dan berkata
"gegabah sekali orang ini"
Saat sudah menghampirinya ia pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher.
"mati kau!!!"
Saat hendak mengenai lehernya. Tiba tiba kedua tangan dan kakinya langsung terkena luka sayatan sampai pakaian sobek karena sayatan tersebut.
Lalu muncul seseorang didepan player itu dan langsung menendang perutnya sampai terhempas jauh dan menghantam tembok.
Bruuk!...
"maaf ya, tiba tiba kami meninggalkanmu ditengah kota"sembaring melirik Ryuko yang berada dibelakangnya.
Ryuko yang melihatnya hanya bisa menghela napas dan berkata
"hah... Kalian ini. Baiklah kali ini kalian kumaafkan"
__ADS_1
"Ray, Lz"
-To Be Continued -