
Di malam hari di lapangan terbuka di tengah hutan .
Setelah mendengar teriakan seorang perempuan, Ryuko pun langsung membatalkan skillnya. Dan ternyata bukan hanya ia saja yg menghentikan serangan, tapi Wyvern itu juga ikut menghentikan bola meteor yg berjatuhan sehingga bola meteor itu tidak ada yg berjatuhan lagi.
Seketika turun seekor burung besar dan di tunggangi seorang perempuan.
"mengapa kau menghalangiku untuk membunuhnya?! "ucap Ryuko pada perempuan itu.
"padahal aku hampir saja membunuh Wyvern itu"lanjut ucap Ryuko
"tolong hentikan, Wyvern ini tidak bersalah"balas perempuan itu yang berada di depan Wyvern itu seolah olah ingin melindunginya.
Ryuko yang mendengar ucapan tersebut mulai merasa kesal dan langsung mengerutkan dahinya.
"Ti-tidak bersalah katamu!!! "teriaknya
"dia langsung menyemburkan apinya dengan seenak jidatnya dan kau masih bilang dia tidak bersalah hah...!!!
Sementara itu Wyvern yang yang melihat dan mendengar perdebatan mereka langsung menutup telinganya dengan jarinya seolah olah perdebatan keduanya itu membuat sakit telinga.
"tolong dengarkan penjelasan dulu"ucap perempuan itu yang agak takut pada Ryuko yang sedang marah.
Ryuko yang mendengarnya langsung memberikan kesempatan pada perempuan itu untuk menjelaskan semuanya secara terperinci.
Setelah diberikan izin, perempuan itu pun langsung menjelaskannya dengan panjang lebar.
"sebenarnya Wyvern ini adalah penjaga hutan ini"
"lalu? "tanya Ryuko yang masih menunggu perkataan yang akan keluar dari mulut perempuan itu.
"dibalik Wyvern ini ada hutan yang di dalamnya terdapat Gua, dan didalam Gua tersebut terdapat Pedang Terkutuk yang sudah di segel 1000 tahun yang lalu"
Setelah mendengar penjelasan dari perempuan itu Ryuko memegang dagunya dan menganggukan kepalanya"hmm...begitu rupanya. Berarti ini tugas turun temurun ya dari keluargamu?"
"itu benar, aku adalah generasi ke-15 yang ditugaskan menjaga pedang tersebut"
Ryuko yang mendengar perkataan perempuan itu ia memperhatikan telinganya yang lancip di balik helaian rambutnya yang berwarna merah.
"dari telingamu itu pasti kau--"
"itu benar. Aku Ras Druid, namaku Yuri umurku 160 tahun"
Perempuan berambut panjang berwarna merah seperti gerhana bulan, pupil mata merah gelap seperti darah tinggi badan 173cm serta berat badan 53 Kg.
[Kupikir dia ini Ras Elf. Soalnya jika dilihat tidak ada bedanya Ras Elf dengan Ras Druid dari segi penampilan ]Ucap Ryuko di dalam hatinya.
"Jika boleh tau, apa pedang itu sangat berbahaya?! "ujar Ryuko dengan tatapan yang serius.
Yuri pun juga membalas pertanyaan dengan serius juga"benar, dulu pedang itu digunakan oleh Lucifer untuk melawan semua dewa 1500 tahun yang lalu."
[hah...tak kusangka pembuat Game ini benar benar memasukkan Iblis dari dunia nyata itu ke dalam dunia game ini.]
"tapi tunggu sebentar!"seru Ryuko
"bukannya Lucifer itu bertarung menggunakan Tombak terkutuknya?!"
"iya, makanya itu aku bilang 1500 tahunyang lalu. Pedang itu terlepas dari genggamannya berkat Druid terkuat dari Ras kami, yang bernama Drud skill penyembuh dan penyegelnya benar-benar diakui oleh semua Kerajaan dan Kekaisaran sekaligus yang berhasil menyegel setengah jiwa Lucifer dipedang itu"
Setelah mendengar perkataan itu ia teringat legenda penyihir terhebat di dunianya[wah saingannya Merlin nih]
"apakah senjata miliknya hanya ada 2 saja?! "
"bukan, tapi ada 3 senjatanya yaitu sebuah pedang, tombak dan Scythe miliknya. Untuk tombaknya sudah direbut oleh pengikutnya sedangkan Scythe tidaj diketahui keberadaannya"
[ntah kenapa Lucifer disini rasanya Terlalu Over Power. Melawan doa dengan 1 senjata saja sudah susah apa lagi 3!]dalam hati Ryuko yang terus memikirkannya jika harus melawan Lucifer di dalam game ini.
"bisa tolong tunjukkan padaku dimana pedang itu berada"
Yuri pun langsung waspada pada Ryuko karena belum ada seorang manusia yang ingin melihatnya secara langsung.
"apa jangan-jangan kau mau mengambil pedang itu! "
Ryuko yang mendengarnya langsung menghela nafas.
Hah...
"tidak perlu khawatir. Aku ini seorang Holy Knight"langsung menyentuh dada kirinya dengan tangan kanannya
"aku sudah mengucapkan janji dan sumpahku kepada Kaisar Moon Empire, aku akan menjaga kedamaian dan mencegah segala perbuatan jahat didunia ini"sambil tunduk di hadapan Yuri karena ia mengingat janji dan sumpah yang pernah dikatakannya pada kaisar.
"aku tidak dengan ucapanmu itu. kau saja langsung menyerang Wyvern" ujar Yuri pada Ryuko yang masih ragu
"Kan tadi sudah kubilang dia yang menyemburkan api duluan!"dengan emosi yang meluap luap
"Lagian manaku tau disini ada pedang milik Lucifer. Lagi pula aku sampai kemari karena ada makhluk kecil yang mencuri dagingku! "
Kemudian Yuri pun memunculkan tongkat sihirnya yang terbuat dari akar pohon besar. Lalu memunculkan makhluk kecil di tangab kirinya.
"makhluk ini yang kau maksud? " sambil memegang kelinci beast berwarna hitam abu-abu di tangan kirinya.
__ADS_1
"Haa! Makhluk itu! "melihat kelinci tersebut yang memegang dagingnya.
Ryuko pun langsung beranjak kedepan Yuri dan mulai mengayunkan pedangnya ke rabbit beast.
Yuri yang melihat ia datang ke tempatnya langsung mengarahkan tongkat sihir kearah Ryuko. Dan muncul Akar besar yang langsung mengikat tangan, kaki serta badannya sehingga ia tidak bergerak sama sekali.
Ryuko yang dirinya terikat oleh akar langsung marah kepadanya"Kembalikan dagingku Rabbit Beast Sialan! "
"sudah relakan saja dagingmu itu" ucap Yuri pada Ryuko yang masih dengan keadaan marah.
"relakan katamu! Kau tidak tau betapa enaknya daging itu saat dimakan, dan perlu kau tau aku rela mengantri 2 jam demi daging itu!!!" masih dengan keadaan marah.
"kan tadi sudah kubilang, relakan saja dagingmu itu kepada hewan imut ini" melirik Rabbit Beast yang di tangannya.
Lalu Yuri pun mengelus bulu Rabbit beast itu dengan pipi kirinya.
"imutnya"masih mengelus Rabbit Beast.
Kemudian Rabbit Beast itu langsung memakan daging yang ia curi dari tangan Ryuko dan makan di hadapannya langsung.
Perasaan Ryuko yang melihatnya memutuskan untuk menghancur rasa hatinya karena kesal dan marah yang sudah meluap luap dan mulai mengamuk.
Ghaaaa.....!
Akar yang mengikat tubuhnya mulai retak
Tretek...
Tek...!
Akar yang dirinya pun langsung hancur berkeping keping layaknya membanting kaca dengan keras dari ketinggian.
Graaa...!!!
Ia pun langsung maju kedepan dan mulai mengayunkan pedangnya dari atas dengan kedua tangannya
Saat mengayunkan pedang Yuri sempat menghindar dan naik burungnya.
Ayunan pedangnya pun menghantam tanah sehingga membuat tanah disekitarnya retak dan hancur berkeping-keping, bahkan Wyvern yang berada di sampingnya sampai rubuh karena guncangannya.
Kemudian Ryuko pun menatap Yuri yang terbang dengan burungnya.
Ryuko pun langsung mendapatkan pemberitahuan
(mendapatkan Skill pasif baru, Berserker. Mengubah rasa sakit menjadi damage, skill ini aktif selama 30 detik dan cooldown selama 5 menit, tidak memiliki batasan damage saat skill ini aktif)
"dasar monster"lanjut perkataannya
"Kembalikan dagingku!!! "
"bagaimana jika kuberikan ini saja"
Yuri pun mengerahkan tongkat ke arah Ryuko kemudian muncul lingakaran sihir bercahaya hijau di bawahnya.
[HP dan MPku pulih total] dalam hatinya.
"bagaimana? Bisakah kau berhenti mengamuk?!"
Meskipun sudah dipulihkan Ryuko tetap bersikeras untuk mendapatkan dagingnya kembali.
"berikan dulu dagingku, baru aku akan--"
Yuri pun langsung melemparkan daging tersebut dari atas.
Dengan cepat Ryuko pun langsung melompat ke arah daging tersebut dengan gesit dan menangkap daging tersebut dengan mulutnya.
Saat kembali dipermukaan tanah ia langsung memakan daging tersebut.
Ammm...
Secara langsung ekspresinya langsung berubah 180° dari marah berubah menjadi senang, dan jika seandainya ada orang yang bisa melihat isi hatinya pasti ia melihat hatinya berbunga-bunga.
"hmm... Enaknya"ucap Ryuko
Karena Ryuko sibuk memakan daging miliknya Yuri pun turun perlahan-lahan untuk berjaga-jaga kalau Ryuko akan mengamuk lagi.
"Hah... Enaknya, meskipun HPku penuh aku masih bisa merasakan rasa makanan ini"ucap Ryuko yang telah selesai makan.
"bagaimana? apa kau puas?"
"sangat puas"balas Ryuko.
"baiklah, kalau begitu sekarang akanku antar ke Gua itu"ujar Yuri
Lalu Ryuko pun memasukkan kembali pedang miliknya ke sarung pedang.
"baiklah ayo!"balas Ryuko dengan penuh semangat.
Yuri,Ryuko beserta Rabbit beast memasuki hutan disisi lain ia bertemu dengan Wyvern.
__ADS_1
Karena masih malam hari yang dengar disana hanyalah suara serangga, burung hantu dan makhluk nocturnal lainnya.
Mereka berjalan di dalam hutan menggunakan cahaya dari rembuluan karena cahaya obor akan menarik perhatian monster yang aktif dimalam hari.
Ditengah perjalan Ryuko menceritakan tentang dirinya,dimana dirinya tinggal termasuk dunia ini bahkan ia menjelaskan tentang apa itu Player dan NPC yang seharus tidak boleh diketahui dan di pahami oleh para NPC.
"hmm... Jadi begitu. Aku mengerti sekarang jadi kapan kau akan pergi keduniamu itu Ryuko? "
"ntahlah aku sendiri masih tidak tau, karena aku masih mau menikmati dunia ini dibandingkan kehidupan diduniaku yang membosankan"balas Ryuko pada Yuri.
Setelah sekian lama ia bercerita dan bertanya mereka telah sampai di depan mulut Gua.
"jadi ini Guanya?! "melihat mulut yang Sangat besar bahkan Guanya bisa menjadi Sarang Wyvern tadi.
"benar, ayo kita masuk"berjalan masuk kedalam Gua.
Ryuko pun mengikuti Yuri dari belakang karena untuk berjaga jaga jika ada jebakan didalam Gua tersebut.
Karena didalam gelap Yuri menggunakan Cahaya Sihir dari tongkatnya, aga mereka berdua bisa melihat jalan didalam
[semoga saya Ryuko setelah melihatnya tidak berniat untuk mencabut pedang itu dan menyerangku. Tapi aku yakin pasti ia tidak akan berniat buruk] dalam hati Yuri.
Setelah lama berjalan di dalam Gua ia melihat pedang yang tertancap di depannya dan saat di sana ruangan begitu besar dari lorong masuk.
Ryuko berjalan maju dan mendekati pedang tersebut.
Saat hendak berjalan ia melihat kebelakang
"kenapa kau tidak mau kesana?! "
Yuri pun menggelengkan kepalanya
"Kami Ras Druid dilarang untul mendekati pedang tersebut.
"hmm... Begitu ya"
Saat sampai tempat dihadapan pedang itu, Ryuko mencob untuk mencabut pedang tersebut.
Saat hendak menyentuh pedang terkutuk itu, tiba-tiba muncul aura gelap yang menyelimuti pedang itu dan membuat Ryuko terpental ke belakang sampai menghantam dinding Gua.
Bruuuk...!
Yuri yang melihatnya langsung menghampiri Ryuko dan memegang bahunya
"kamu tidak apa-apa"
Hah...
"sepertinya aku ditolak karena aku ini seorang Holy Knight. Special Tier Sialan! "
Kemudian ia mendapatkan pemberitahuan
(pemberitahuan. Waktu menjadi Beta Tester akan habis dalam waktu 20 detik)
[sudah waktunya ya]
"baiklah, kurasa sudah waktunya aku harus pergi"ucap Ryuko
Yuri yang mendengarnya pun terkejut
"heeh... Kenapa harus sekarang, padahal aku ingin mengajakmu kedesaku habis ini"
"ya mau bagaimana lagi, aku disini hanya sampai 1 minggu saja. Tapi tenang saja suatu hari nanti aku pasti akan kesini lagi dan akan menemuimu"ucap Ryuko sambil tersenyum pada Yuri
"baiklah sampai lagi ya, Ryuko"
"ya sampai jumpa lagi, Yuri"
Ryuko pun langsung terlog-out karena masa waktunya menjadi Beta Tester telah habis.
Ia membuka kedua matanya dan melepas VR Gear dari kepalanya.
"Huuh! Game Fantasy yang menyenangkan, sekarang waktunya buat video untuk channel YouTubeku sudah 1 minggu aku tidak upload video, kira kira Subscriberku komplen gk ya???"
Kemudian terdengar bunya telepon Apartemennya. Karena kak Kaga sedang kerja jadi hanya ia yang sendiri berada di rumah, Ryuko pun keluar dari kamar dan pergi ke ruang tamu untuk mengangkat teleponnya.
"halo"
"halo kak Ghufran"
"oh Aliza ada apa? Tidak biasanya kamu menelepon kak? "
"Ibu... "
"Ibu???"Ryuko yang sedang bingung
"Ibu masuk UKS!"
Ryuko yang mendengarnya langsung terdiam dan Telepon yang berada di tangannya pun langsung terjatuh dilantai.
__ADS_1