
Siang hari diluar pintu gerbang saint kingdom. Mereka
bertiga telah berkumpul dan siap berburu untuk meningkatkan levelnya.
“baiklah! Ayo kita berburu lagi!!” seruan Lz dengan penuh
rasa semangat
“aku suka sekali dengan semangatmu itu Lz. Tapi kali ini
kita harus berpisah” ucap Ryuko melirik Lz disampingnya
Lz menjadi bingung mengapa dirinya,Ray dan Ryuko harus
berpisah padahal jika mereka terus bersama kemungkinan peluang level mereka
meningkat drastic sangat tinggi.
“memang kenapa ? bukannya lebih baik jika kita leveling bersama?”
“itu memang benar, tapi kal iini ruteku dengan rute berburu
kali berbda. Aku berburu sekaligus mencari quest special tier, jika kalian
berdua terus bersamaku justru aku yang akan membebani kalian” jawab Ryuko
“apa yang dikatakan Ryuko benar. Kita pun harus memberinya
waktu sendiri sampai ia menemukan special tier yang diinginkannya” ujar Ray
kepada Lz
Ryuko pun merasa bersyukur memiliki sahabat yang pengertian
seperti Ray,sedangkan jika Lz meski tidak bias pengertian kepada dirinya
setidaknya ia selalu menolongnya saat disituasi yang benar benar rumit untuk
diatasinya seorang diri.
“terima kasih atas pengertiannya, aku akan pergi sekarang. Sampai
jumpa”
“ya, sampai bertemu lagi “ucap kedua sahabatnya
Ryuko pun berjalan perhi dan mulai memeasuki kawasan
fortress forest dibagian utara saint kingdom.
Perjalanan terus ia tempuh tanpa henti untuk sampai ketempat
yang ia tuju. Ditengah perjalanannya ia dihadang oleh sekelompok golbin yang
memiliki level sebesar 15. Dan ia pun langsung menumpaskan semuanya dalam
beberapa tebasannya .
Pertarungan kecil tadi benar-benar menguras cukup banyak
tenaganya dikarenakan saat bertarung melawan goblin barusan ia terlalu banyak
memain-mainkan mereka. Jadi ia memutuskan untuk menghemat tenaga serta MP (Mana
Point) miliknya karena monster ditempat yang ia tuju rata rata memiliki level
80 bahkan bisa saja lebih.
Kebetulan sekali, didalam perjalanannya kali ini ia melihat
seorang pedagang yang lewat mengendarai kereta karavannya. Jadi Ryuko pun
meminta izin kepada pedagang tersebut untuk meminta izin menumpang di
karavannya. Dengan senang hati sang pedagang mengizinkan dirinya menumpang di
kereta karavannya, jadi ia pun segera naik disamping pedagang sembari melihat
pemandangan hutan fortress.
30 menit perjalanan telah berlalu,disisi kiri dirinya
melihat sebuah goa yang cukup besar. Ia pun bertanya-tanya kepada dirinya
sendiri
“goa apa itu ? seingatku tidak ada sebuah goa disekitar sini”
“itu sebuah dungeon” jawab pedagang
__ADS_1
Pedagang itu tak sengaja mendengar ucapan Ryuko, jadi dengan
reflek ia pun menbalas perkataannya.
“dungeon?”
“itu benar,dulu tempat itu sebuah pertambangan. Tapi semenak
ada seorang penambang yang tak sengaja menggali sebuah dungeon yang tertimbun
reruntuhan, pertambangan itu sudah digunakan lagi sebagai pertambangan,dan
berubah menjadi dungeon dimanfaat olej para petualang ntuk meningkatkan level mereka”
jawab pedagang sekaligus memeberika penjelasan kepadanya/
Ryuko pun bergumam sembari memegang dagu dan berkata “hmm…..begitu
rupanya”
Dari tatapan mata yang ia lihat Ryuko terlihat sangat
penasaran akan dungeon tersebut. Lalu ia pun menawarkan sesuatu kepadanya.
“apa kau mau singgah kesana? Kebetulan sekali anakku bekerja
sebagai pengawas diluar dungeon”
“benarkah? Baiklah kalua begitu, lagipula aku pun penasaran
dengan isi dungeon tersebut”
Sang pedagang mengubah jalurnya menuju dungeon. Saat sampai
disana mereka turun dari kereta dan mendekati anak dari pedagang tersebut.
“Melvi!” sahutnya
“ayah ?!” seruannya
Anak dari pedagang tersebut berjalan menghampirinya. Ketika berjalan
suara bising dari baju besinya terdengar keras disetiap langkahnya.
“ada gerangan apa ayah dating kemari ?” Tanyanya
“aku membawa penumpang seorang petualang,katanya dia ingin
Melvin pun tersenyum ketika melihat Ryuko. Lalu ia pun
mengulur tangannya sekaligus memperkenalkan dirinya kepadanya
“namaku Melvin,seorang ksatria Saint Kingdom yang bertugas
didungeon ini “ ucapnya yang menatap Ryuko
Ryuko pun menjabat tangan Melvin dengan tersenyu sembari
ikut memperkenalkan dirinya.
“namaku Azaki Ryuko,seorang petualang level 43. Salam kenal”
Ia yang mendengarnya agak terkejut karena tampilannya
berbeda dibandingkan level yang dia miliki
“wah level 43 ya,jika aku level 45. Ternyata kita selisih
dua level ya”ujarnya
Ayah Melvin yang melihat keakraban mereka berdua memutuskan
untuk meninggalkan mereka berdua karena dirinya sibuk mengantarkan barang
dagangannya.
“ya sudah ayah pergi dulu ya Melvin,Ryuko”
“hati-hati ayah” ujarnya melihat ayahnya dibelakang Ryuko
“hati-hati paman” ucap Ryuko menoleh kebelakang.
Pedagang tersebut pun kembali menaiki kereta karavannya dan
melanjutkan perjalanannya mengantar barang barang.
Setelah ayahnya pergi Melvin mengajak Ryuko masuk kedalam
dungeon untuk melihat-lihat seklaigus leveling didalam.
__ADS_1
“oh ya Melvin tadi kau bilang kau ini ditugaskan disini’kan
?” tanya Ryuko sembari ikut berjalan masuk kedalam goa
“iya itu benar, memang kenapa ?” jawabnya Melvin lalu
bertanya kembali padanya
“pasti sulit ya menjaga dungeon ini sekaligus menjaga
perbatasan” ujarnya
Ryuko mengatakan itu karena dirinya hafal betul wilayah
fortresss forest yang merupakan kawasan hutan milik saint kingdom.
Setelah mendengarnya pun Melvin tertawa kecil sembari
menggaruk garu kpipinya
“ahahaha…ya begitulah, tapi kau juga tak kalah hebat loh
Ryuko”
Ryuko pun meliriknya dan berpikir tentang kaloimat terakhir
yang diucapkan Melvin
“hebat bagaimana ?” tanyanya kepada Melvin
“ka usendiri bilang levelmu 43 bukan ? itu saja sudah
termasuk hebat , apal gi kau tidak memakai baju besi sepertiku sama sekali”jawab
Melvin memandangi Ryuko dari ujung rambut sampai ujung kakinya
Perkataan yang dikatakan Melvin itu ada benarnya. Rata-rata
para player yang usah melewati level 20 pasti mereka akan membeli baju zirah
untuk mempertebal pertahanan terutama Jp, sedangkan Ryuko tidak membeli baju
zirah karena dirinya sudah terbiasa bertarung tanpa baju besi dan jika
seandainya dia membelinya pasti ia memilih yang ringan dan itu pun tidak
menutupi seluruh tubuhnya.
“jika aku karena sudah terbiasa saja sehingga aku tidak
membelinya sampai sekarang,dan lagipula aku masih mencari special tier “ujar
Ryuko sembari kembali mengarahkan pandangannya kedepan
“selain hebat rupanya kau juga benar-benar nekat ya, padahal
jobmu swordman sama sepertiku”ujarnya setelah mendengar perkataannya
Cukup lamanya berbincang-bincang,mereka sampai didalam
pertambangan. Ryuko melihat banyak sekali bebatuan mineral seperti
besi,tembaga,perak,emas dan juga sebagainya. Dirinya merasa kagum melihat
keindahan tambang yang dipenuhi bebatuan tambang, meskipun disisi lain ia masih
merasa bingung karena selain ada bebatuan mineral, dirinya juga melihat para
penambang dan juga beberapa ksatria yang mengawasi mereka.
Akhirnya ia pun bertanya kepada Melvin
“bukannya tempat ini sebuah dungeon ? mengapa ada penambang
disini?” tanyanya
“itu benar tempat, tempat ini adalah dungeon. Tapi disisi
lain para penambang merasa kehilangan pekerjaan mereka karena hasil kehidupan
mereka berasal dari tambang ini. Jadi raja memutuskan untuk membiarkan mereka
bekerja dalam pengawasan kami” ucap Melvin yang menjelaskan
“dan juga selamat dating di dungeon, Azaki Ryuko” lanjut
perkataannya
-To be Continued-
__ADS_1
sekedang pengumuman novel ini akan saya hapus dan saya rombak dari awal diakun saya yg satunya kemungkinan akan update bulan depan karena author sibuk mempersiapkan diri untuk ulangan semester.
Sekian