LOVE IS NOT A CHOICE

LOVE IS NOT A CHOICE
1.


__ADS_3

...Kala itu aku adalah seorang gadis tomboi yang sangat cuek. Bukan hanya urusan penampilan, bahkan urusan berteman pun sangat cuek. Aku tidak pernah benar-benar punya teman dekat. Mungkin karena aku sudah merasa cukup dengan hal-hal yang aku kerjakan sendiri. Meskipun begitu aku memiliki banyak teman disekitarku, karena banyak sekali kegiatan sekolah yang aku ikuti. Mulai dari menjadi pengurus OSIS, kegiatan pramuka, ekstra, dan masih banyak lagi sebenarnya....


...Kata teman-teman masa SMA itu masa yang paling indah dan puber itu sudah dimulai. Namun, dari yang aku lihat, masa SMA adalah masa dominan untuk menemukan jati diri, eit tapi bukan hanya itu, dominan untuk mencari pacar juga lho dan Itu memang fakta yang ada. Namun anehnya dari kelas 10 hingga kelas 12 aku tidak pernah punya pacar. Aku sih sadar diri, karena aku bukan tipe cewek manis yang dikejar-kejar sama cowok untuk dipilih jadi pacarnya. Buatku itu bukan masalah besar, karena memang aku tidak berpikir untuk punya pacar sih di SMA. Tetapi, kadang sempat terpikir juga sih bagaimana rasanya kalau aku jatuh cinta dengan seseorang? Apakah akan indah? Apakah jantung ini akan berdegup kencang? Sehingga hilang kesadaran dan suka melamun seperti teman sebangkuku yang sering senyum-senyum kalau dapat pesan singkat....


...Bagi ku, naik ke kelas 12 itu sebenarnya adalah momok. Tidak hanya memikirkan ujian nasional, tapi juga sibuk mencari tempat kuliah yang tepat dan juga terfavorite. Ketika sibuk-sibuknya mencari informasi mengenai tempat kuliah, tiba-tiba ada sms masuk. Aku mengintip nama yang muncul di layar ponsel ku yang mungil, ternyata dari seorang kakak kelas yang sungguh membuatku terperangah. Entah mimpi apa Aku semalam, tiba-tiba kakak kelas yang satu ini menghubungiku. Gak ada angin gak ada hujan, bahkan ini beneran di alam nyata bukan alam mimpi....


..."Hai, Dek. Apa kabar?" Isi sms dari kakak kelas ku waktu SMA dulu, tapi sekarang dia sudah kuliah disalah satu universitas terfavotite....


...Aku benar-benar kaget. Sudah lama juga aku tidak komunikasi sama kakak kelas ku ini. Semenjak dia tidak menjadi pengurus osis lagi waktu itu, karena dia sudah naik ke kelas 12 dan memang harus fokus dengan kegiatannya. Aku masih tertegun dan masih memandangi layar mungil ponsel ku. Akhirnya aku membalas sms dari kakak kelas ku itu dengan perasaan yang masih setengah tidak percaya....


..."Kabar baik kak. Kakak apa kabar?"...


...Balasan sms yang aku layangkan 30 menit sudah berlalu. Namun, layar mungil ponsel ku belum juga memberikan signal ada balasan. Sambil ku pandangi ponsel yang ada dihadapan ku, pikiranku jadi kemana-mana. Awal ketemu dengan kakak waktu itu, ketika aku MOS. Kakak adalah salah satu pengurus osis yang paling tampan di antara yang lainnya. Wajahnya yang oriental, kulit putih, dan gayanya yang ramah menambah nilai plus buatnya. Tentang kakak yang paling aku ingat sih dia itu menguasai beberapa alat musik. Dia bisa main piano, drum, dan gitar. Namun, dia terlihat sempurna ketika dia pegang gitar ditangannya. Petikan dawai gitarnya dapat meluluhkan hati setiap wanita yang ada disekitarnya. Termasuk aku waktu itu. Betapa terpesonanya aku dibuatnya. Aku mencoba memberanikan diri waktu itu dan mendekatinya. Memintanya untuk mengajariku memainkan alat musik itu. Kebetulan di rumah aku sering memainkan alat musik itu bersama kakak sepupuku....

__ADS_1


..."Permisi kak"...


..."Iya ada yang bisa dibantu dek?"...


...Jawabnya sambil tersenyum renyah kearah ku. Senyumnya mirip rengginang yang sangat renyah dan gurih. Saat itu rasanya sejuk sekali melihat senyum ramahnya, berasa seperti minum seteguk es kelapa muda di pantai yang panas....


..."Em, anu kak. Bisakah kakak mengajariku memainkan gitar itu?" Sambil ku tunjuk gitar yang tengah dipeluk olehnya....


..."Iya kak, aku sering bermain gitar di rumah dengan kakak sepupuku."...


...Tanpa menjawab satu katapun, kakak menepuk lantai disebelahnya, seolah memberi kode padaku untuk duduk disebelahnya. Aku pun tanpa sungkan langsung duduk di sebelahnya. Dia langsung memberikan gitar itu kepangkuan ku. Dia mengajariku tahap demi tahap dengan sesekali menggodaku dengan kunci yang sengaja disalahkan olehnya. Di sinilah mulai kedekatan kita dimulai sebagai senior dan junior. Karena kejadian itu juga, Aku terpilih sebagai anggota OSIS dibagian seksi apresiasi seni yang dikoordinatori oleh kakak....


...Namun cerita ku dengan kakak tidak seindah itu juga. Ada salah satu siswa yang memang dari dulu suka sama kakak, dia selalu mengejar-kejar kakak dan selalu heboh kalau ada kakak. Suatu ketika, aku dan kakak sedang mengerjakan mading edisi terbaru, tiba-tiba dia datang ke ruangan kita dengan hebohnya....

__ADS_1


..."Halo, boleh aku bantu?"...


...Aku dan kakak langsung mengalihkan pandangan kita ke arah pintu. Berdirilah dia tepat di tengah pintu dan menghalangi cahaya yang masuk....


..."Owh, ada Rina. Mau bantu kita? Boleh kebetulan kita juga lagi butuh bantuan"...


...Tanpa sungkan dia langsung berjalan ke arah kita, dan tanpa malu-malu langsung duduk menengahi kita. Seketika aku terdorong karena sengaja disenggol olehnya agar Aku menjauh dari kakak. Aku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum ke arah kakak. Kakak pun tersenyum balik ke arahku dengan manisnya....


..."Kak, aku bisa izin ya. Kan ada Rina? 1 jam lagi aku ada ekstra volly nih."...


..."Iya pergi saja tidak apa-apa, biar aku yang bantuin kak Aris" sahut Rina dengan penuh semangat dan mendorongku untuk segera bergegas keluar ruangan....


...Aku pun berkemas dan berpamitan dengan mereka. Sepertinya kakak agak berat aku meninggalkan mereka. Dia merelakan aku pergi dengan senyum yang terpaksa. Sebenarnya aku tidak enak dengannya, tapi aku terpaksa pergi karena Aku paham bagaimana Rina. Dia akan mem-bully ku kalau Aku tidak peka dengan apa yang dia inginkan. Namun, semenjak itu Rina selalu mendekatiku dan bertanya-tanya mengenai kakak. Entah karena dia ingin menggangguku atau memang sengaja ingin membuat ku risih. Hingga saat ini Rina masih seperti itu kepadaku, padahal kakak sudah tidak di sekolah lagi. Malahan sekarang Rina satu kelas denganku. Dia sering sekali mendekatiku dan menceritakan tentang kakak kepadaku. Sampai telingaku merah dan ingin rasanya ku bungkam mulutnya itu dengan kain lap, tapi hanya dalam angan ku saja sih. Mana tega Aku melakukan hal seperti itu....

__ADS_1


__ADS_2