
...Seperti biasa, sepulang sekolah aku menuju lapangan Basket. Aku selalu menyempatkan diri untuk berolahraga agar aku tidak jenuh dengan mata pelajaran yang kian hari kian banyak yang harus dipelajari. Driyan. Dia Adik kelasku yang jago sekali bermain basket, karena memang dia ikut salah satu klub basket. Kita sering sekali bermain bersama sepulang sekolah. Kalau kita sudah bermain, kita sering lupa waktu....
..."Dek, masih di sekolah jam segini?"...
...Astaga betapa terkejutnya aku dengan sapaan itu. Kak Aris!!! Apa yang dia lakukan di sekolah!!...
..."Kak?!!"...
..."Kok terkejut gitu. Kayak lihat hantu?"...
..."Kakak pulang? Kok nggak kasih kabar? Kok tahu Aku masih di sekolah!"...
..."Hmm. Pertanyaan mana ini yang harus Aku jawab duluan. Panjang amat pertanyaannya. Kamu Kakak telfon berkali-kali gak diangkat, sms gak dibalas. Akhirnya Aku ke rumah, kata nenek kamu belum pulang dari sekoalh. Eh, ternyata iya masih di sekolah. Napain juga sampai sore begini?"...
..."Kak Aya. Siapa ini?" Tanya Driyan penasaran....
..."Oh, iya nih kenalkan. Ini kak Aris. Kak Aris ini Driyan anak kelas 10. Dia suka main basket bareng aku yang kadang aku ceritakan."...
..."Oh. Ini Driyan. Senang bertemu denganmu."...
..."Aku juga" Balas Driyan sambil menyambut uluran tangan kak Aris....
..."Maaf, Driyan. Aku ajak Aya pergi dulu ya. Tidak apa-apa kan?"...
..."Oh, tentu kak tidak apa-apa."...
...Aku pun berkemas dan pergi bersama kak Aris. Sepanjang perjalanan dia hanya diam, tak terucap satu katapun dari bibirnya. Aku juga terdiam, aku takut untuk memulai pembicaraan. Aku tahu kakAris pasti kesal denganku. Lama sekali kita terdiam duduk berhadapan. Kakak hanya memesankan makanan dan kembali duduk di depanku....
..."Kamu udah kelas 12, Dek. Kenapa masih saja main-main kayak gitu. Apalagi sampai sore begini!!"...
..."Maaf kak, aku hanya jenuh dengan belajar."...
..."Iya, Kakak hanya tidak mau belajarmu terganggu."...
..."Iya. Tapi kakak kok tiba-tiba pulang? Kakak libur?"...
..."Em, iya lupa. Kakak mau ada perlu ke sekolah."...
..."Apa?!"...
..."Jangan khawatir. Aku tidak akan menemuimu. Tapi aku tunggu sampai sekolah berakhir, kita pulang bareng, ya."...
..."Baiklah."...
...Rasanya punya pacar itu seperti ini, ada yang ngomeli, ada yang menasehati. Rasnya nano nano sekali. Akhirnya Aku merasakan puber yang sedikit terlambat sih dari teman-temanku yang lainnya....
..."Kak, main basket yok?" Sambil merangkul bahuku seperti biasa....
..."Maaf Driyan. Hari ini tidak bisa. Aku ada janji sama seseorang."...
__ADS_1
..."Pacarmu?! Apa yang jemput kamu kemarin itu?" Nadanya kesal....
...Driyan ini dekat sekali denganku. Dia ini anak orang kaya yang manja. Dia seperti adikku sendiri. Dia juga sering merengek minta dibantu untuk mendekati cewek incarannya di sekolah. Padahal dia populer di sekolah. Sudah tampan, tinggi, proposional, atlet basket pula. Tidak dipungkiri dia banyak dikejar-kejar cewek di sekolah. Tapi dia selalu saja memintasaran bahkan memintaku untuk memilihkan cewek yang bakalan Dia pacari. Aku kan jadi serbah salah. Bahkan aku sering dilabrak sama cewek-cewek yang menyukainya. Gilak emang tuh anak. Bikin Aku pusing saja....
..."Iya. Itu pacarku. Ganteng kan ya."...
..."Enggak. Ganteng juga aku weekk." Sambil mengacak-acak rambutku dan lari menjauhiku....
..."Driyaaaa... kebiasaan deh. Awas ya" teriakku....
...Suasana sekolah sudah sepi, tidak ada satupun yang terlihat berkeliaran. "Aman." Gumamku....
...Kak Aris ternyata sudah ada didepan sekolah. Dia melambaikan tangannya. Aku berlari menemuinya....
..."Maaf harus kucing-kucingan kayak gini."...
...Kak Aris cuma tersenyum dan menyodorkan helm kepadaku. Ternyata masih ada satu orang yang tersisa di sekolah. Driyan. Dia tiba-tiba muncul dibelakang kita....
..."Hati-hati di jalan ya kak" sambil menyalip kita dan mengangkat tangannya dan dia berlalu....
...Wah bahaya. Dia bisa saja ember di sekolah. Aku harus membungkam mulutnya besok....
..."Driyan sepertinya dekat denganmu dek?"...
..."Begitulah kak. Mungkin kerena punya hobby yang sama aja sih."...
..."Kalian nggak ada apa-apakan?"...
..."Hahaha... sejak kapan kamu segombal itu. Ingat pesan ku. Belajar yang rajin. Jangan banyak main-main."...
...Setelah pertemuan itu, kami malah jarang berkomunikasi. Mungkin kakak sibuk dengan kegiatannya. Aku sih tidak tahu tepatnya tapi aku sangat tidak nyaman. Seminggu ini tidak ada kabar dari kakak. Sms ku bahkan sudah jadi jamur. Rasanya aneh sekali. Apakah ini yang dinamakan perasaan galau itu ya?!...
..."Duaakkk" Suara bola mengenai kepalaku. "Augh... sakit"...
..."Kak!!! Kamu itu kenapa sih akhir-akhir ini? Sakit?" Driyan menghampiriku sambil mengusap-usap kepalaku....
..."Maaf aku gak konsen tadi."...
..."Ada apa sih? Cerita sama Aku"...
...Akhirnya aku menceritakan semua pada Driyan. Dia mendengarkan keluh kesahku dari A sampai Z dengan hanya manggut-manggut seolah mengerti. Playboy mana ngerti galau....
..."Kamu itu bodoh kak. Mau saja dikibulin sama itu cowok. Udah biarkan saja. Cuekin. Yakin dia bakalan hubungi kamu."...
..."Begitukah? Entar kalau tak cuekin dikira Aku yanggak respect sama Dia!"...
..."Percaya deh sama yang udah pengalaman." Godanya....
..."Iya deh. Percaya aja deh sama playboy yang sudah melalang buana di dunia perbucinan." Balasku sambil ketawa....
__ADS_1
...Driyan ini selalu menghiburku dikala aku kesal akan sesuatu hal. Dia selalu ada dan selalu siap memberikan bantuan dan mendengarkan keluh kesahku....
..."Ayo aku antar pulang. Biar sepeda bututmu itu taruh sekolah nanti aku bilang sama satpam."...
...Sepanjang perjalanan anak ini ngomong tanpa henti. Ada aja candaannya yang menjengkelkan hati....
..."Kak."...
..."Apa?"...
..."Bagaimana kalau aku juga menyukaimu? Terus kita pacaran aja! Gimana."...
..."Jangan bercanda" sambil aku jitak kepalanya....
...Anak ini memang playboy kelas kakap. Cewek mana di sekolah yang gak tergoda sama penampilannya yang sangat menawan. Sebenarnya tidak kupungkiri aku sedikit menyukainya. Tidak hanya tampan dan manis katanya. Tapi, perlakuannya kepadaku yang kadang membuatku semakin nyaman dan terbiasa bersamanya....
..."Aku gak bercanda." Kesalnya....
..."Eh playboy. Cewekmu mau kamu kemanain? Itu mereka berjajar siap mencabik-cabik ku."...
..."Bodoh ah. Ya kalau kita gak ngomong gak bakalan yang ada tau lah."...
..."Gila kamu ya?! Ngajakin nikung orang." Sambil kupukul lagi itu kepala....
..."Kak. Aku gak bercanda. Faktanya Aku memang menyukaimu. Gak boleh? Hak ku kan. Sudah Ini sudah sampai. Masuk rumah sana, pikirkan baik-baik, aku suka sama kamu titik. Bye." Dia menarik gas motornya dan cepat berlalu dari hadapanku. Nanti, ku sms. Teriaknya sambil berlalu....
..."Anak itu kesurupan apa coba? Dan yang jelas kenapa sih dengan hidupku tahun ini? Bodoh amat, ah. Capek hari ini."...
...Kacau sekali hari ini. Kak Aris tidak membalas pesan-pesanku sama sekali. Jengkel rasanya. Saking jengkelnya hari ini tidak ada satu buku pun yang aku pelajari di rumah. Mataku tak terasa terpejam, namun aku dikejutkan dengan suara ponselku yang bergetar di tempat tidurku. Aku senang sekali, mungkin itu kak Aris. Aku bergegas membuka pesan itu. Ternyata bukan, tapi sms dari Driyan si usil itu....
..."Ah, si anak manja" aku coba mengabaikan pesannya dan melanjutkan tidurku tanpa aku baca. Ponsel ku bergetar lagi. Anak ini menjengkelkan ah. Perlahan aku buka smsnya....
..."Kak, abaikan saja terus ya sms ku!...
...Sial ternyata dia peka juga. Mau tidak mau aku harus membalasnya....
..."Hei manja. Aku lelah hari ini, tidak bisa bermain denganmu. Besok saja oke"...
...Aku meletakkan lagi ponsel ku, bukannya mengakhiri sms-nya, dia malah menelfonku....
..."Apalagi?" Angkatku malas....
..."Kak, aku serius. Jangan abaikan apa yang aku katakan. Percaya sama aku kak. Kamu gak akan aku buat galau. Kita kan selalu bersenang-senang. Kapan aku membuatmu kesal? Seperti yang dilakukan pacar gantengmu itu." Cerocosnya tanpa ada jeda....
..."Sudah ngomongnya? Anak manja dengerin aku. Aku masih waras ya!! Mimpi apa sih dideketin cowok-cowok keren kayak kalian? Aku merasa dapat jackpot tau."...
..."Hahahah" terdengar suara ketawanya yang renyah itu....
..."Bodoh. Pokoknya pikirkan saja apa yang aku katakan. Jawab aku ketika kamu berubah pikiran." Dia mengakhiri percakapannya sepihak....
__ADS_1
..."Dasar. Aahh... menjengkelkan sekali dunia percintaan. Bodoh amat, aku mau tidur."...
...Benar-benar aku tidak berkonsentrasi akhir-akhir ini. Mana boleh aku galau hanya karena beginian. Aku sudah kelas 12, sebentar lagi ujian nasional. Aku tidak boleh dikacaukan oleh perasaan yang tidak penting ini. Aku harus belajar menjadi professional sebagai siswa....