
..."Kakak bodoh." Tiba-tiba Driyan muncul dari belakang....
..."Anak manja. Ngagetin aja!!"...
..."Habisnya ngelamun aja. Gimana tawaranku?"...
..."Masih aja ini anak ngeyel ya." Sambil aku jewer telinganya....
..."Kak, sakit. Lepas ah, atau..."...
..."... atau apa?" Ku kepalkan tanganku....
..."Ampuuuunnn."...
...Aku selalu bisa tertawa kalau ada didekatnya. Bodohnya, aku sepertinya mulai baper dibuatnya....
..."Driyan."...
..."Apa?" Sambil melontarkan senyuman manjanya ke arahku dan mendekatkan wjahnya kea rah ku....
..."Deg. Aku... jauhkan wajahmu dari ku." Ternyata jantungku berdetak kencang kali ini. Berbeda dengan yang lalu-lalu. Apakah Aku sudah memiliki rasa yang berbeda untuk Driyan!...
..."... kamu kenapa? Pipimu lhomemerah." Godanya....
..."Aku lapar ayo beli bakso bang Im..." Elakku untuk mengalihkan pembicaraannya yang membuat wajah gantengnya itu ditekut-tekuk....
...Aku tidak paham takdir apa yang akan dibuat oleh Tuhan buatku. Tapi aku percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik buatku. Aku mencoba membuat hidupku kembali seperti dulu. Cuek, bebas, dan tanpa beban. Aku sangat merindukan diriku yang dulu....
..."Kak Aya. Kamu sekarang banyak diam ya? Padahal aku suka kamu yang ceria dan bersemangat lho."...
...Anak manja yang satu ini memang paling bisa dan paling pandai mengeluarkan kata-kata manis dari mulut kecilnya itu. Sebenarnya dia bukan anak manja seperti yang aku julukkan padanya. Dia hanya manja ketika dia merasa membutuhkan motivasi yang mungkin tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya. Maklum keluarganya terlalu sibuk dengan bisnis masing-masing. Impian terbesarnya adalah bisa ikut turnamen bola basket tingkat nasional. Dia begitu giat berlatih. Aku berharap anak manja ini bisa mendapatkan mimpinya....
..."Sudah makan saja, jangan cerewet. Eh, Driyan. Itu Diisty sepertinya nyariin kama. Samperin sana!"...
..."Malas ah. Dia menyebalkan lama-lama." Kesalnya sambil memlingkan muka....
..."Hm... itu pilihanmu lho. Kamu harus menyingkirkan pesaingmu untuk mendapatkan dia."...
..."Itu karena kompetisi, Kak. Sebenarnya..."...
..."... Honey, aku cariin kamu dari tadi lho. Kamu ke mana saja sih? Eh, Ternyata di sini sama kak Aya."...
..."Hai. Disty, sini ikutan makan bakso. Bang Im, satu porsi lagi ya."...
..."Eh, aku juga mau bang In satu porsi." Tiba-tiba Rina muncul diantara kita....
..."Aya, aku lagi seneng banget. Kemarin aku telfon kak Aris. Aku ngobrol panjang lebar sama dia. Seneng banget rasanya."...
__ADS_1
..."Benarkah?!"...
...Nyuuutttt. Rasanya sakit sekali. Driyan langsung berbalik memndangku dan mencoba untuk membuatku tenang dengan mengedipkan mata. Aku hanya menghela nafas pendek, mencoba mengatakan pada diriku sendiri untuk bersabar dan menahan diri....
..."Baksomu biar aku yang bayarin deh Aya, aku lagi bahagia banget ini."...
..."Kak, kita sekalian dong." Sahut Disty bersemangat....
..."Oh, ada best couple sekolah kita ternyata. Beres, mau nambah juga boleh."...
..."Yeeeyyyy. Makasih kak."...
...Rasanya bakso bang Im kali ini tidak begitu nikmat. Kenapa kak Aris mengangkat telfon si Rina? Kenapa dia tidak membalas sms dari ku dan tidak mengangkat telfon dari ku! Apa sih maunya kak Aris?! Kesal sekali rasanya....
..."Kak, Aya. Jangan pulang dulu. Tunggu di sini. Jangan kemana-mana. Aku antar Disty pulang dulu sebentar. Oke."...
..."Terserahlah. Sana-sana pergi."...
..."Beneran lho. Awas kalau kamu pulang sebelum aku datang."...
...Menyebalkan sekali hari ini. Aku tidak tahu harus marah ataukah diam saja. Jelas-jelas dari seminggu yang lalu aku menghubungi kak Aris, tapi dia tidak meresponku. Hari ini malah Rina dengan senangnya pamer kalau dia habis ngobrol sama kak Aris. Ah sudahlah....
..."Kak. Jangan dipikirkan, kan masih ada aku yang selalu disampingmu. Aku juga gak peduli kamu itu cantik atau gak cantik. Tapi beneran kamu itu unik."...
..."Mulai, mulai itu gombalnya muncul. Sudah konsentrasi aja nyetir motornya."...
..."Oh, kamu bisa serius juga ya."...
..."Bodoh ah. Kak, dengerin aku. Sudah terima saja tawaranku. Aku bakalan buat kakak bahagia. Kakak sebentar lagi ujian lho. Pengumuman SNMPTN juga lho. Udah kita buat hari-harimu bahagia saja. Kita jalan ya?"...
...Sebenarnya aku paling tidak suka lihat orang menikung milik orang lain. Tapi entah kali ini setan apa yang masuk ke dalam otakku. Aku melakukan perbuatan jahat seperti ini. Semoga saja hal ini tidak akan menyakiti hati siapapun....
..."Hah!! Kenapa hanya 2 minggu kak?"...
..."Kalau kamu gak mau dengan syarat itu, ya sudah lupakan saja."...
..."Oke. Oke fix. Aku setuju. Kita jalan 1 minggu sebelum ujiau dan kita berakhir 1 minggu setelah ujianmu selesai. Yakin begitu!"...
..."Iya. Deal ya. Yakin."...
..."Hmm, syarat macam apa ini. Tidak adil sama sekali."...
..."Owh. Tidak mau, ya sudah."...
..."Kak. Kenapa sesingkat itu? Baiklah baiklah dari pada tidak."...
..."Anak baik. Itu karena aku sayang kamu dan tidak mau kehilangan kamu sebagai sahabat juga adikku."...
__ADS_1
..."Baiklah cinta." Godanya manja....
..."Hei. Diam. Geli tau kamu bilang gitu. Lagian ini sekolah!!" Sambil ku bungkam mulut cerewetnya itu....
..."Hahaha... bye sampai ketemu nanti pulang sekolah di lapangan ya cinta. Godanya lagi yang membuatku kesal tapi tersipu....
...Entahlah apa ini hal yang benar apa salah, tapi aku menyukainya. Keceriaan ku mulai pulih. Semangat belajarku juga mulai kembali seperti semula. Ujian di depan mata. Aku juga sudah mempersipkan segala sesuatu untuk bimbel nanti setelah ujian nasional berakhir. Ujian nasional tinggal beberapa hari lagi. Sebelum itu di mulai, Driyan membuat janji denganku. Dia mengajakku nonton hari ini. Aku sudah bersiap dari pagi. Aku menunggunya lama sekali. Sms tidak dibalas, telfon juga tidak diangkat. Kecewa, sangat kecewa hari ini. Driyan tidak menepati janjinya....
..."Beb, maaf tidak bisa nonton hari ini. Harus antar Ayah ke luar kota." Ada pesan dilayar hp-ku dari Driyan....
..."Gila... tau nggak aku nunggu kamu dari pagi. Baru ngabari sore gini."...
..."Maaf. Lain kali ya."...
...Aku masih tetap kecewa. Entah apa yang aku pikirkan. Tiba-tiba aku pencet nomor telfon rumahnya....
..."Selamat malam. Ini dengan Bapak Syam. Ada yang bisa saya bantu?"...
..."Malam juga, Om. Em, Driyan ada Om?"...
..."Driyan keluar dari tadi pagi. Katanya sih mau ke tempat Viola. Ini belum pulang."...
...Nyyuuuttt. Rasanya sakit sekali ini dada. Ternyata dia juga sama saja dengan si Aris....
..."Makasih Om."...
..."Ada pesan buat Driyan?"...
..."Tidak Om. Bilang saja Aya telfon. Makasih om selamat malam."...
...Sakit rasanya. Kecewa benar-benar kecewa. Kali ini air mata ini tidak bisa terbendung. Dia menetes tanpa henti. Mereka ini mempermainkan ku. Bodoh. Bodoh sekali. Tanpa sadar ada dua sms masuk. Satu dari Driyan dan satu lagi dari... Kak Aris!!...
..."Maaf"...
...Mereka berdua menulis itu dipesan yang mereka kirim. Gila ya. Setelah membuatku seperti ini. Mereka menuliskan hal itu. Gila. Ini gila. Aku sudah muak dengan semua ini. Aku berharap tidak mengenal mereka. Aku mengabaikan pesan-pesan yang mereka kirim. Aku akan fokus ujian. Bodoh amat sama mereka. Aku pun selalu menghindari Driyan ketika aku berada di sekolah. Setiap kali Driyan mencoba menemuiku aku selalu pergi menjauhinya. Rasanya sakit sekali. Sebentar lagi aku juga bakalan lulus dari sekolah ini dan aku tidak akan bertemu dia. Dan juga kak Aris. Lupakan dia....
...Aku melangkahkan kaki melewati gerbang sekolah....
..."Hhmm, capek sekali hari ini. Besok aku harus mencari materi lagi di perpustakaan" Sambil ku angkat tanganku ke atas, kurenggangkan otot-otot lelahku. Saat aku alihkan pandanganku ke sekitar area luar pagar sekolah. Aku lihat ada dua orang yang aku sangat kenal. Ada Driyan di sebrang kiri jalan dan ada Kak Aris di seberang kanan jalan....
..."Apa yang mereka lakukan?!"...
...Aku bergegas masuk kembali ke dalam halaman sekolah. Ponsel ku tidak ada henti-hentinya berbunyi. Aku mengabaikan semua panggilan dan sms masuk yang ada. Kenapa aku harus ada pada situasi seperti ini. Aku mencoba melihat keluar di sekitar. Ternyata mereka sudah pergi. Lega rasanya. Aku kembali masuk ke dalam halaman sekolah menenteng tas ranselku....
..."Kenapa kamu sepertinya tidak suka aku datang?"...
...Aku langsung menoleh dan memastikan apa ini benar suara kak Aris?...
__ADS_1