LOVE IS NOT A CHOICE

LOVE IS NOT A CHOICE
2.


__ADS_3

..."kriiiinngg... Kriiiinnggg"...


...Aku tersadar dari lamunan ku, ternyata ada telfon masuk dan itu dari kakak. Aku bergegas menerima panggilan itu bahkan entah kenapa sangat bersemangat....


..."Iya halo kak!"...


..."Halo dek, semangat sekali angkat telfonnya. Nada kakak terdengar sembari tersenyum kecil di seberang sana. Maaf ya lama balas sms-nya, tadi kakak ada kegiatan. Jadi aku langsung telfon aja, gak apa-apa kan, Dek?"...


..."Oh, iya tentu tidak apa-apa kak." Jawabku sambil tersipu-sipu....


...Kakak menelfonnku lama sekali. Dia menanyakan banyak hal mulai dari kabar di sekolah dan yang pasti tanya mengenai rencana studi lanjutanku setelah SMA nanti. Dia menyarankan banyak pilihan tempat kuliah, salah satunya kuliah dijurusan yang sama dengannya. Dia masuk dijurusan Desain. Jurusan yang sangat aku inginkan juga suatu hari nanti. Dia sangat tahu aku sangat suka melukis dan menggambar. Sesekali aku juga membicarakan soal Rina yang masih sering menanyakan kabar kakak padaku dan masih sering menggangu ku dengan bercerita mengenai kakak. Kakak hanya tertawa mendengarkan ceritaku dan sesekali malah menggodaku dengan candaannya yang membuatku sedikit kesal dan gemas. Tidak terasa hampir 1 jam kita telfonan. Entah apa saja yang kita bicarakan sampai-sampai tak terasa sudah sebegitu lamanya....


..."Dek, kamu gak apa-apa telfonan sama kakak lama begini. Pacar kamu marah lho nanti"...


..."Hahahaha... kakak ini jangan bercanda, sudah tahu Aku ini jomblo menahun masih aja diledekin. Mana ada yang mau macarin aku kak, tomboi gak ada cantik-cantiknya."...


...Kakak semakin tertawa dibuatku. Rasanya kali ini aneh. Tidak pernah kita ngobrol senyaman ini dan sedekat ini....


..."Itulah yang membuat mu unik, Dek. Tidak ada duanya."...


...Deg. Rasanya jantungku berhenti seketika itu. Itu pujian apa hinaan. Apa aku sedang mimpi saat ini. Aku mencubit pipiku keras-keras dan terasa sakit. Ya Tuhan, ada apa dengan kakak?...


..."Heemm. Itu pujian apa hinaan ya?"...


...Terdengar suara tertawanya yang semakin menggemaskan jauh di sana. Aku pun masih tidak percaya dia bisa mengatakan itu. Gila, dia yang gak waras apa Aku ya yang sedang hilang kewarasan....


..."Kakak. Stop ah menggodaku."...


..."Dasar , kamu itu masih aja menggemaskan, Dek. Gak ada berubah-berubahnya. Polos." godanya lagi....


..."Iya. Terusin aja, Kak. Terusin, yang penting kakak bahagia. Balasku setengah sebal, tapi kakak malah tertawa ngakak di seberang sana....


...Eh, Kak. Kita sambung besok ya. Aku lupa ada PR dari pacar kiler ku,Kak....


...Lha. Katanya gak punya pacar? Lha ini....


...Hahaha. Mantan wali kelas kakak watu SMA kan pacar kiler ku sekarang....


...Astaga anak ini ya. Bisa aja. Ya sudah sana kerjain tugasnya, biar gak disuruh berdiri terus ganti pacaran sama papan nanti kamu, Dek....


..."Iya kak, selamat malam ya."...


...Selamat malam juga, Dek. See you next timedeh kita sambung lagi....

__ADS_1


...Kakak segera menutup percakapan dan aku bergegas menyelesaikan tugas matematika ku. Bisa-bisa aku tidak akan duduk 2 jam pelajaran kalau tugas ini tidak ku selesaikan....


...Matahari pun sudah menampakkan senyum indahnya yang ceria dan cerah. Aku membereskan buku-buku yang ada di meja belajarku dan memasukkan ke dalam tas ransel bututku. Aku sangat terkejut, tumben pagi-pagi gini ada sms masuk. Maklum nasib jomblo dimana-mana ya begitu, punya ponsel juga isinya cuma game kalau tidak ya sms spam. Aku membuka di menu pesan sambil melangkahkan kaki menuju nenekku dan berpamitan padanya. Aku tidak tinggal bersama orang tua ku, aku menemani nenekku karena nenek harus hidup sendiri setelah ditinggal sama kakek, jadi aku harus menemaninya. Sms pun ku buka dan ku baca, begitu kagetnya aku ketika yang mengirim pesan itu adalah kakak. Oh iya, sampai lupa. Kakak memiliki nama yang indah lho, Brian Aris. Sebenarnya biasa aja sih namanya, tapi orangnya yang gantengnya maksimal. Namun, panggilan manisnya ya, Kak Aris lah, so simple. Kak Aris!! Dia benar-benar menghubungiku lagi. Astaga, ada apa ini, sadarkan aku dari mimpi ini Tuhan. Kalau bukan mimpi, berarti aku dapat hadia manis dari Tuhan pagi ini....


..."Selamat pagi, sudah berangkat sekolah?"...


...Aku jadi mulai terbiasa berkomunikasi sama kak Aris. Dia hampir setiap hari mengirimi ku pesan dan sesekali kita ngobrol lewat telefon. Rasanya aneh saja. Biasanya layar ponsel ku hampir tidak pernah sibuk untuk mengetik sms bahkan hampir tidak pernah ada yang menelefone ku. Sekarang? Entah setan apa yang merasuki kak Aris, hingga dia sekarang lebih sering berkomunikasi denganku....


..."Dek, nanti ambil bimbingan belajar sebelum masuk perguruan tinggi di dekat kampus ku saja. Nanti biar aku bantu kalau ada yang tidak mengerti."...


..."Wah ide bagus kak. Siap laksanakan perintah. Teman-temanku juga banyak yang mau bimbel ke sana. Baiklah aku juga akan ikut mendaftar ke sana deh."...


..."Em, si Rina ikut juga gak dek?"...


..."Hayooo... kakak kangen sama Rina ya!!" Godaku jahil....


..."Apaan... enggak lah."...


..."Hahaha. Enggak kak, entah dia rencananya mau kuliah di mana aku kurang tau."...


..."Dek. Semangat ya. Aku harap kamu cepat lulus dan bisa meraih impianmu."...


...Wih!! Amazing!! Itu siapa yang bilang kayak gitu ke aku? Saudra bukan, pacar bukan, hanya seorang kakak kelas, tapi rasanya ada perasaan nyyuuutttt didadaku. Ya Tuhan perasaan apa ini?!...


..."Eh.. anu.. anu kak, gak apa-apa."...


..."Hayo. gak mau jujur" godanya. "Eh, Dek. Misal kakak bilang suka sama kamu, kamu percaya gak?"...


..."Whattttt!!!! Enggak!!!" Teriakku hingga terdengar oleh nenekku....


..."Aya, ono opo toh ndug, kok suaramu keras kyok ngunu." Dalam bahasa Indonesia (Aya, ada apa kah nak, kok suara kamu keras sekali seperti itu)....


..."Tidak apa-apa nek,digigit nyamuk." Jawabku asal....


...Terdengar suara cekikikan dari seberang sana, ternyata aku masih tersambung dengan kak Aris ditelefon....


..."Kak. Bercandamu itu gak lucu tahu!"...


..."Aku serius dek. Aku gak bercanda. Aku suka sama kamu. Sudah lama sebenarnya tapi baru sekarang aku menyadarinya."...


..."Aahh... bohong ah. Pasti mau Prank Aku ini ya? Hayoo ngaku."...


..."Apa kedengarannya aku bercanda?" Nadanya terdengar seriusdan jelas....

__ADS_1


..."Em... tidak tahu juga sih, kak. Tapi ...."...


..."Beneran, Dek. Aku gak bercanda lho. Coba deh pikirkan dek apa yang barusan Aku nyatakan. Aku benar-benar menyukaimu. Setidaknya Aku sudah berkata jujur dan memberanikan bilang ini sama kamu lho. Kalau memang nanti kamu mau menerima rasa ini. Aku pasti senang sekali. Kalau tidak, mungkin memang kita hanya ditakdirkan berteman saja."...


...Rasanya aku ingin berteriak saat itu. Harus jawab apa? Disatu sisi aku belum percaya, disisi lain aku sangat bahagia. Baru kali ini ada cowok setampan dan sekeren kak Aris menyatakan suka padaku. Aku ini siapa? Cantik enggak,manis ada sih sedikit meskipun gak kelihatan....


..."Dek, butuh waktu berapa lama untuk menjawabnya?" Tandasnya lagi seolah memintaku untuk segera mengambil keputusan....


..."Em, jujur kak. Aku masih shock. Aku tidak tahu ini mimpi atau nyata. Biarkan aku berpikir lagi untuk ini ya. Aku janji besok, atau paling lama lusa aku putuskan. Ya. Oke ya."...


..."Baiklah. Aku tunggu. Sekarang istirahat, besok kamu harus berangkat pagi-pagi kan! Ada jam tambahan dari pacar kiler mu."...


...Kita mengakhiri percakapan. Aku masih sangat shock atas pengakuan kak Aris. Bukannya aku jual mahal dan tidak menyukai kak Aris. Jujur bahkan aku juga suka sama dia. Siapa sih yang tidak terlena oleh ketampanan cowok berwajah oriental itu. Tutur katanya yang lembut dan kalem itu pun akan meluluhkan setiap hati wanita. Aku hanya memikirkan, apa kata dunia kalau kak Aris pacaran denganku. Bisa-bisa aku dibully gadis seluruh dunia. Eh lebay banget sih. Berlebihan ya. Kembali kecerita. Aku juga memikirkan tentang Rina. Dia yg begitu getol mengejar-kejar kak Aris mulai dari kls 10 hingga kelas 12. Apa yang akan dia lakukan terhadapku ketika dia tahu kak Aris menyukaiku. Apalagi sampai tahu Aku jadi pacarnya. Bisa-bisa habis Aku dimakan oleh Rina. Aku harus memikirkan cara terbaik untuk hal ini. Haruskan aku menolaknya? Ataukah aku menerimanya? Jujur aku juga ingin mempunyai pacar yang seperti kak Aris. Ternyata ini rasanya menyukai seseorang, seperti ini ya. Oh Tuhan, bagaimana ini? Galau tingkat dunia perjombloan....


..."Ayaa... Aku mau bicara denganmu." Seret Nur ke belakang kelas....


..."Jelaskan ini padaku Aya?"...


...Nur adalah teman sebangku ku mulai kelas 10 hingga kelas 12. Dia adalah sahabat pertama katika aku masuk SMA ini. Dia selalu duduk sebangku denganku. Aku sih senang sekali sebangku dengannya, karena dia sangat pandai, dan aku sering nyontek kalau ada tugas. Itusih yang membuatku sangat bahagia....


..."Apa. Ada apa sih, Nur. Apa yang harus Aku jelaskan padamu?" Bingungku....


..."Kak Aris!!"...


...Deg. Jantungku berdetak gak karuan. Darahku tiba-tiba merasa panas dan dingin yang menyatu mengalir dalam tubuhku. Apa Nur tahu Aku menjalin hubungan istimewa dengan kak Aris....


..."Astaga Aya!!! Apa yang sedang kamu lakukan? Ini kak Aris kakak kelas kita kan?!" Sambil menyodorkan ponselku yang ada padanya....


..."Eh. Iya Nur. Tenang-tenang, ambil napas dulu, biar aku jelaskan."...


..."Bagaimana?"...


..."Maaf, aku tidak cerita padamu. Iya aku dan kak Aris. Kita pacaran. Dia memintaku. Aku tidak bisa menolaknya Nur. Jujur aku juga menyukainya."...


..."Bagaimana kamu... apa kamu sudah berpikir panjang? Rina?"...


..."Aku sudah memikirkan ini Nur. Aku membuat kesepakatan dengan kak Aris. Hubungan ini adalah rahasia antara Aku dan kak Aris. Hanya kita yang tahu. Tidak siapapun boleh tahu tentang ini. Tapi... kamu tidak sengaja tahu..."...


..."... ada pesan dari kak Aris buat mu. Aku tidak sengaja membacanya tadi."...


..."Duh. Kenapa dia sms waktu aku masih di sekolah sih!!" Kesalku. "Maafkan aku Nur, aku tahu ini gila. Tapi sudah terlanjur. Aku harap kamu merahasiakan ini dari siapapun. Ku mohon." Rengakku pada Nur....


...Nur hanya mengangguk dan memelukku. Aku tahu meskipun Nur tahu, Dia akan menjaga rahasia ini sampai kapanpun. Dia bukan tipe gadis ember yang suka nyiyirin orang dan Dia sahabat yang dapat menjaga omongannya....

__ADS_1


...Hubungaku dengan kak Aris berjalan dengan lancar. Sesekali aku dibantu olehnya menyelesaikan tugas yang aku anggap sulit untuk dikerjakan. Dia selalu menyemangatiku dan memberi motivasi kepadaku. Rasanya belajar adalah hal yang paling aku inginkan saat ini. Supaya aku bisa mendapatkan nilai ujian nasional yang baik tentunya dan bisa segera mengikuti jejak kak Aris dan bisa satu kampus dengannya....


__ADS_2