
Alluna masih berdiri didepan rumah Albara, ia menatap lama mobil yang baru saja masuk kerumah Albara.
Namun, gadis ini memilih untuk tidak mengacuhkannya karena mungkin orang itu ada keperluan dengan Albara, pikirnya.
Alluna pun masuk kedalam mobil,dan melajukan mobilnya untuk kembali kerumah.
Saat dalam perjalanan ia melihat seorang gadis yang kira-kira berusia 16 tahun, yang ditarik oleh seseorang.
Tampaknya gadis itu sangat ketakutan dan Alluna pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan,lalu menghampiri gadis itu.
"Bapak,mau ngapain narik-narik adik ini?!"tanya Alluna kesal
"Heh,kamu kalau ngga tau masalahnya jangan coba-coba ikut campur,saya ini Ayahnya."Ucap Bapak itu
Gadis yang ditarik oleh Ayahnya itu,melihat Alluna seakan-akan meminta bantuan kepada Alluna agar ia bisa lepas dari tangan Ayahnya itu.
Alluna yang melihat gadis itu merasa tidak tega kepadanya.
"Kalau bapak memang ayah adik ini kenapa bapak narik paksa dia?"tanya Alluna
"Karena saya Ayahnya! sudah seharusnya saya ngga membiarkan dia kelayapan kemana-mana!"Bentak Bapak itu.
"Alicya ngga mau terus dikekang sama Ayah,serasa Alicya tinggal didalam penjara!"Sahut gadis itu
"Alicya juga ingin kayak teman-teman Alicya yang bisa ngumpul-ngumpul bareng,yah!"Bantah gadis itu sembari meneteskan air matanya.
"Ngga ada bantahan Alicya! cepat pulang ikut Ayah!"Ucap Bapak itu kepada Anaknya.
Alluna yang melihat perdebatan antara Ayah dan Anaknya itu hanya bisa menahan kesedihannya karena ia tak bisa melakukan apapun.
Ayah dari gadis yang bernama Alicya itu terus menyeretnya hingga masuk kedalam mobil dan membawanya pulang.
Semoga adik itu ngga kenapa-napa. Batin Alluna.
...****...
*R**umah Alluna*,malam hari
Keluarga Alluna berkumpul diruang tengah sambil mengobrol dan bersenda gurau, layaknya sebuah keluarga yang sangat harmonis.
Aku harus lebih bersyukur karena diberi keluarga yang sangat harmonis,semoga adik tadi bisa secepatnya merasakan kehangatan keluarga,bukan hanya terus dikekang oleh Ayahnya dan hidup dalam penderitaan. Batin Alluna.
"Oh,iya Gerald kamu kenapa ngga jadi pulang waktu itu?" tanya Mamanya.
"Ahh, itu Ma kemaren Gerald tiba-tiba ditelfon sama temen disana katanya dia lagi dijahatin sama orang." Jawab Gerald.
"Makanya, Gerald waktu itu langsung nyusulin karena takut dia kenapa-napa." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Temen Kakak itu cewek atau cowok?" tanya Alluna penasaran.
"Cewek." Jawab Gerald singkat.
"Pacar Kakak ya?" tanya Alluna menggoda Kakaknya.
"Ngga, dia temen Kakak dari Indonesia juga." Jawab Gerald
"Pacaran juga ngga apa-apa." Gumam Alluna tertawa kecil.
"Kamu bilang apa?" tanya Gerald sedikit kesal.
"Ngga ada kok, Kakak salah denger kali." Ucap Alluna.
...****...
Rumah Arnold
Disisi lain Arnold baru saja sampai dirumahnya,karena ia seharian bersama teman-temannya.
Arnold pun masuk kedalam rumahnya,dan pergi memeriksa Adiknya apakah ia baik-baik saja.
Arnold memiliki seorang adik perempuan yang bernama Alicya Kinara yang baru saja masuk SMA, ia tinggal bersama Ayahnya dan adik perempuannya itu,ibunya sudah lama meninggal sejak Arnold masih duduk di bangku SMP.
Arnold mengetuk pintu kamar Alicya adiknya,ia mendengar Adiknya menangis tersedu-sedu.
Namun, Alicya tidak menjawab perkataan Arnold.
"Apa kamu dimarahin Ayah lagi?" tanya Arnold.
Alicya masih tetap tidak menjawab perkataan Arnold,ia terus menangis dikamarnya.
"Alicya, jawab Kakak." Ucap Arnold yang mulai berlinang air mata.
Akhirnya, Alicya membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk Arnold Kakaknya itu.
"Kak, kenapa aku terus dikekang sama Ayah?" tanya Alicya kepada Kakaknya.
"Hiks.... Aku juga mau ngumpul bareng teman-teman,aku bosan selalu dikurung sama Ayah," Ucap Alicya yang tak berhenti menangis.
"Kamu yang sabar ya, kakak kedepannya bakal selalu ada buat kamu dan lakuin apapun supaya kamu bahagia." Ujar Arnold sambil mengusap punggung Adiknya itu.
Alicya masih tidak berhenti menangis, ia selalu memikirkan kenapa Ayahnya selalu mengekangnya dan mengurungnya dirumah seperti ia hidup dipenjara.
Ayahnya selalu mengurungnya dirumah, sejak Ibu mereka tiada.
Entah apa Alasan Ayahnya melakukan itu terhadap Alicya.
__ADS_1
"Hemm... gimana kalau besok kita jalan-jalan?" tanya Arnold sembari menghapus air mata adiknya.
"Kakak serius?" tanya Alicya balik
"Serius dong." Jawab Arnold.
"Oke Kak Licya mau." Ucap Alicya dengan semangat, karena akhirnya ia bisa merasakan Udara segar diluar rumahnya.
Arnold mengajak Alicya jalan-jalan untuk menghiburnya agar ia tak sedih lagi dan bisa menikmati waktunya dengan bersenang-senang bukan hanya dengan kesedihan.
Arnold juga tidak tega kepada adiknya itu karena terus berada dirumah tanpa diperbolehkan kemana-mana oleh Ayahnya.
Entah apa yang membuat Ayahnya menjadi lebih keras ke Alicya.
Kakak adik itu pun segera tidur ke kamarnya masing-masing.
...****...
Pagi hari dirumah Alluna
Alluna bangun lebih telat dari biasanya, ia yang selalu bangun lebih cepat dari Kakaknya kini bahkan Kakaknya sudah lebih dulu bangun darinya.
Gerald pergi kekamar Alluna untuk membangunkannya.
"LUNA!"teriak Kakaknya dari luar kamar Alluna.
Namun tak ada jawaban dari dalam kamar Alluna.
Apa aku kerjain aja,kayak dia ngerjain aku kemaren.Batin Gerald.
Gerald hendak membuka pintu kamar Alluna yang tak dikunci,namun sayangnya sebelum Gerald ingin mengerjai Alluna,Alluna sudah lebih dulu mempersiapkan rencana untuk Kakaknya itu.
Karena sejak Kakaknya meneriaki namanya,Alluna seketika bangun dari tidurnya,ia sengaja untuk tidak menjawab Kakaknya itu karena Alluna tahu Kakaknya akan membalasnya kali ini.
Alluna berdiri didepan pintu kamarnya dengan segayung air yang sudah disiapkannya.
Saat Gerald membuka pintu kamar Alluna.
...Byurrr......
Bersambung...
...Like...
...Comment...
...Vote...
__ADS_1
...Terimakasih 😊...