
DUGH!!
Seseorang menabrak Alluna karena ia terburu-buru keluar dari ruang Dekan,orang tersebut membawa banyak sekali data-data siswa yang mendaftar di Universitas tersebut.
"Awhh!" rintih Alluna kesakitan.
Alluna terjatuh kelantai karena seseorang menabraknya, badannya yang mungil membuatnya jadi mudah jatuh.
Kertas data-data siswa yang dibawa oleh orang itupun berhamburan.
"Ahh,m-maaf ya." Ucap Orang itu.
Alluna mendongak, melihat orang yang menabraknya itu.
"A-arnold?!" Ucap Alluna
"Luna!?" Ucap Arnold
Mereka berdua kaget karena tak menyangka akan bertemu di Universitas itu.
"Heuhh, lain kali hati-hati." Ujar Alluna
"Maaf ya, Lun sekali lagi." Ucap Arnold merasa bersalah.
"Udah, ngga apa-apa." Jawab Alluna
Arnold membantu Alluna berdiri dan mereka bersama-sama membereskan data-data siswa yang berserakan tadi.
Kemudian Alluna masuk keruang Dekan menyusul Papanya karena Papanya sudah dulu tiba diruang Dekan.
Alluna pun diberi soal-soal tes untuk masuk ke Universitas tersebut.Tak butuh waktu lama untuk Alluna menjawab soal-soal itu karena Alluna juga termasuk siswa berprestasi saat di SMA.
Setelah selesai menjawab semua soal tersebut,Alluna menyerahkannya ke Pengawas disana.
Alluna pun pulang,karena pemberitahuan diterima atau tidaknya di Universitas tersebut,akan dihubungi melalui Via Email
*R**umah Alluna*
"Assalamualaikum,"ujar Alluna
"Ma,Luna pulang."Sambungnya
"Waalaikumsalam sayang."Jawab Mamanya
"Papa kamu kemana?"tanya Mama Alluna
"Papa ke Kantor,Ma."Jawab Alluna
"Ohhh,gitu."Ucap Mamanya.
Alluna pergi kekamarnya untuk berganti pakaian.
Jam berapa ya? tanya Alluna dalam hati
ia pun melihat ponselnya.
Udah jam 11.30,perasaan aku disana cuma sebentar deh. Batin Alluna
Terlintas dipikirannya untuk menelepon Kakaknya,karena Kakaknya bilang ia akan pulang hari ini.
Alluna menelepon Kakaknya,namun tidak diangkat.Ia berpikir mungkin Kakaknya sibuk membereskan barang-barangnya untuk pulang hari ini.
__ADS_1
Ting..tong..
Bel Rumah Alluna berbunyi
Pembantu di Rumah Alluna membuka pintunya dan dilihatnya lah Gerald yang berada di depan pintu Rumah.
"Den,Gerald?"tanya Pembantunya
"Iya Bi,ini Gerald."Jawab Gerald.
"Nyoβ"
"Sssstt, Bi diam aja biar surprise." Ucap Gerald
Gerald pun masuk kedalam Rumah, dilihatnya Mamanya yang berada di dapur
"Mama lagi ngapain?" tanya Gerald yang berada dibelakang Mamanya.
Mamanya sontak kaget mendengar suaranya itu, Mamanya pun langsung membalik badannya kearah suara tersebut. Betapa senangnya ia melihat putra satu-satunya berada dihadapannya sekarang.
"Kyaaa..., Gerald kapan kamu sampai, kok ngga hubungin Mama?" tanya Mamanya yang kegirangan.
"Barusan aja, Ma sampai." Jawab Gerald
"Biar Mama panggilin adik kamu ya." Ucap Mamanya
"Ngga usah Ma, biar Gerald aja yang kekamar Luna." Ujar Gerald
Kamar Alluna
Alluna sibuk mendengarkan musik dikamarnya dan melompat-lompat mengikuti alunan musik.
Cklek...
Gerald masuk ke kamar Alluna dan melihat adiknya itu yang sedang heboh-hebohnya.
"Adik aku ternyata masih sama kayak yang dulu, heboh banget." Ucap Gerald tertawa kecil.
Alluna tak menyadari kalau Gerald masuk kekamarnya. Karena suara musik yang sangat kencang.
Tiba-tiba Gerald mematikan musik itu, Alluna yang menyadarinya pun kesal karena ia lagi senang-senangnya ada aja yang mengganggu.
"Heuhh! siapa yang matiin musiknya sih?" Ucap Alluna kesal.Ia tidak tahu kalau Kakaknya lah yang mematikannya.
"Kakak yang matiin." Ucap Gerald
Alluna yang mendengar suara yang tak asing baginya langsung melihat kearah sumber suara tersebut.
"Kyaaaa... Kak Gerald!" Ucap Alluna senang dan langsung berlari memeluk Kakaknya itu,Gerald pun membalas pelukan Adiknya.
"Kakak, kok ngga ngabarin Luna sih?" tanya Alluna
"Maaf, hehe Kakak cuma mau ngasih surprise aja buat Kalian." Jawab Gerald
Mereka pun berkumpul di ruang tengah sambil menikmati waktu bersama tapi tidak dengan Papanya, Papa mereka belum pulang karena masih di Kantor.
Skip...
Pukul 18.00
Cklek...
__ADS_1
Papa Alluna membuka pintu Rumahnya,dan betapa kagetnya ia,karena didepannya sudah berdiri putra satu-satunya itu,yaitu Gerald
"Aaah...anak Papa kapan sampai?" tanya Papanya sambil memeluk Gerald.
"Udah daritadi, Pa." Jawab Gerald
Mereka bersama-sama duduk diruang tengah yang disana masih ada Alluna dan Mamanya.
"Akhirnya keluarga kita udah lengkap lagi sekarang." Ucap Mama Alluna senang.
"Iya, Ma." Ujar Alluna dan Gerald
"Iyaa, selalu kayak gini yaa sayang." Ucap Papanya bahagia.
Pukul 19.30
Makan malam pun tiba,mereka makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Drrrtt...drrrttttπ²
Suara Hp Alluna
Alluna tidak mendengarnya karena ia sedang berada di kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi ia langsung melihat Hpnya,Alluna melihat 10 panggilan tak terjawab dari Albara.
"Hahh,Al nelepon,yaampun ngga keangkat lagi!"Ucap Alluna.
Alluna pun meneleponnya balik.
π(Albara)Halo,Lun kemana aja tadi aku teleponin ngga diangkat?
π(Alluna)Aku,tadi habis dari kamar mandi Al,maaf ya
π(Albara)Iya,ngga apa-apa
π(Alluna)Kamu lagi apa?
π(Albara)Lagi mikirin kamu
π(Alluna)Aishh gombal
πSayang...kamu lagi nelepon siapa?
Alluna mendengar suara perempuan dari dalam telepon.
π(Alluna)Kamu lagi dimana sekarang?
π(Albara)Lagi dirumah Lun,kenapa?
π(Alluna)Ohh,ngga apa-apa sih hehe, yaudah yaa Al aku mau tidur dulu cape
Telepon terputus...
Bersambung...
Jangan lupa Like,komen,Voteβ₯π
Thanks π
__ADS_1