Love Journey & Magic Wardrobe

Love Journey & Magic Wardrobe
Eps 6(Kecurigaan)


__ADS_3

Alluna merenungkan suara perempuan yang didengar olehnya melalui telepon.Ia curiga apa Albara bersama perempuan lain saat itu.


Aku berharap,kamu yang aku cinta tidak akan pernah berpaling kewanita lain,aku bukan manusia sempurna,yang akan selalu bisa menjadi seseorang yang kamu inginkan,tapi aku akan berusaha memberimu yang terbaik selagi aku mampu melakukannya.Batin Alluna


Alluna sungguh gadis pemilik hati yang sangat tulus,selama dia masih cinta apapun akan dilakukannya untuk membuat orang yang dia cintai bahagia bersamanya.


...****...


Pagi hari di Rumah Keluarga Alluna


(Kamar Alluna)


Sinar mentari pagi yang menembus dari celah jendela,membuat gadis ini bangun dari tidurnya,ia beranjak dari kasurnya dan segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi ia langsung menuju kemeja makan untuk sarapan,disana sudah ada Mama dan Papanya.


"Pagi Ma,Pa." Sapa Alluna


"Pagi juga sayang." Jawab Mama dan Papanya


"Kakak kamu belum bangun?" tanya Mama Alluna


"Kayaknya belum Ma, biar Alluna bangunin dulu ya." Ucap Alluna dan pergi kekamar kakaknya.


...Tokk tokk tokkk.....


...Suara ketukan pintu...


Alluna mengetuk pintu kamar kakaknya berulang kali, tapi tidak ada jawaban,kemudian gadis itu memeriksa apakah pintunya dikunci atau tidak.


Ternyata kakaknya lupa mengunci pintu, dan Alluna langsung saja masuk untuk membangunkan kakaknya.


Namun sayang sekali, kakaknya tidak terbangun meski Alluna sudah membangunkannya.


Tiba-tiba jiwa jail Alluna kambuh,ia berencana untuk memercikkan air kewajah kakaknya, Alluna pergi kekamar mandi dan membawa segayung air ditangannya. Kemudian ia percikkan air ke wajah kakaknya itu.


"Lagi hujan ya?" Ucap kakaknya yang masih memejamkan matanya.


Alluna yang mendengar perkataan kakaknya, berusaha untuk menahan tawanya.


Kemudian, gadis itu kembali memercikkan air kewajah Kakaknya.


"Aishh, masa hujan sampe kedalam kamar sih!" Ucap Kakaknya yang masih memejamkan mata.


Karena kakaknya tidak kunjung bangun, Alluna memercikkan air sedikit lebih banyak dari yang sebelumnya.


Kakaknya hanya mengerutkan keningnya.


Demi apapun, kak Gerald kebo banget,yang bener aja hujan sampe kamar, aneh. Batin Alluna


Lalu karena Alluna kesal kakaknya tak kunjung bangun,ia menyiramkan segayung air yang ditangannya kewajah kakaknya itu.


"Kyaaa... HUJAN DERAS!" teriak Kakaknya dan langsung bangun dari tidurnya.


Alluna yang mendengar perkataan Kakaknya itu, ia tidak bisa menahan tawanya lagi,tawanya yang benar-benar membuat heboh seisi rumah.


Disisi lain Mama dan Papanya mendengar kegaduhan Alluna dan Kakaknya itu


"Heuhh, tu bocah dua kenapa sih,yang satu teriak yang satunya lagi ketawanya bikin gempar seisi rumah." Ucap Mamanya


"Mungkin Gerald dijailin sama adeknya tuh." Ucap Papa Alluna tertawa kecil.


Kamar Gerald


"LUNA!KAMU KENAPA SIRAM KAKAK PAKAI AIR!!" teriak Kakaknya kesal


"Habisnya Kakak dibangunin baik-baik nggak bangun-bangun,yaudah Luna siram pakai air."Jawab Alluna yang masih tertawa dan langsung kabur keluar kamar Kakaknya.

__ADS_1


"JANGAN LUPA SARAPAN KAK!"Teriak Alluna dari luar kamar Kakaknya


...****...


Dimeja makan


Alluna kembali duduk ditempatnya untuk sarapan.


"Kamu apain Kakak kamu tadi?"tanya Papanya


"Siram pakai air."Jawab Alluna terkekeh pelan.


"Kenapa kamu siram Kakak kamu?"tanya Mama Alluna.


"Susah banget banguninnya,Ma."Jawab Alluna,yang masih tertawa kecil karena kejadian tadi.


"Hhhhhhh,kamu ada-ada aja."Ucap Papa Alluna.


Gerald pun datang dan ikut sarapan bersama,dengan tatapan sinisnya ke Alluna.


Alluna yang melihat Kakaknya itu,berpura-pura tidak bersalah dan fokus pada makanannya.


Awas ya kamu Lun,bakal Kakak bales! Batin Gerald.


...****...


Rumah Arnold


Arnold yang berada dikamarnya merasa bingung ingin menelepon Alluna apa tidak,karena ia tahu Alluna sudah punya pacar tidak mungkin ia mengganggu pacar orang lain,meskipun ia cinta pada gadis itu.


Pada akhirnya setelah ia memikirkannya dengan baik,Arnold memutuskan tidak jadi menelepon Alluna karena ia tidak ingin jadi orang ketiga didalam hubungan Alluna dan Albara.


Jika kita berjodoh,apapun yang menghalangi akan musnah seketika,aku mencintaimu Alluna,sayangnya aku telat hadir dalam kehidupanmu.Ucap Arnold dalam hatinya.


...****...


Seperti biasa,jika Alluna bosan maka ia akan mendengarkan lagu dan bernyanyi mengikuti irama musik.


Setelah lelah bernyanyi,ia mengecek Hpnya


Tringg...


Suara notifikasi


Alluna melihat notifikasi yang masuk,ternyata itu pemberitahuan dari Universitas Grissham bahwa ia diterima di Universitas tersebut.


Dengan senangnya,Alluna menelepon Albara untuk memberi tahu kabar itu.


Namun,Albara tidak mengangkat teleponnya meski sudah berkali-kali dihubungi Alluna.


Gadis itu mulai khawatir dengan Albara apa dia baik-baik saja pikirnya.


Kemudian,Alluna memutuskan untuk pergi kerumah Albara untuk memastikan apa dia baik-baik saja atau tidak.


Sebelum pergi Alluna pamit Ke Mamanya.


...****...


Rumah Albara


...Tokk tokk tokk...


Alluna mengetuk pintu rumah Albara.Namun,bukan Albara yang membuka pintunya,melainkan pembantu dirumahnya.


"Emm...selamat pagi bi,Albara nya ada?"tanya Alluna


"Den,Al tidak ada dirumah,dari tadi dia sudah pergi."Jawab pembantunya

__ADS_1


"Kamu,siapanya den Al?"tanya pembantu itu


"Saya pacarnya,Bi.Kalau boleh tau Albara pergi kemana dan sama siapa?"jawab Alluna sekaligus bertanya.


"Den,Al pergi bareng pa...."ucap Pembantu itu terputus,karena ponsel Alluna berdering.


"Ahhh,tunggu bentar ya,Bi."Jawab Alluna


Alluna mengangkat teleponnya ternyata yang menelepon adalah Caryn.


Caryn menyuruh Alluna untuk datang ke Cafe dekat rumahnya karena ada hal penting yang harus dikatakannya.


Alluna pun mengiyakan perkataan sahabatnya itu dan pamit dari rumah Albara.


"Emm...kalau gitu saya permisi dulu ya,Bi."


"Baiklah,hati-hati nak."Jawab pembantu itu.


Alluna mengendarai mobilnya menuju Cafe didekat rumah Caryn.


Sesampainya diCafe ia melihat Caryn bersama Cintya dan langsung menghampiri mereka.


"Haii,ada apa nyuruh aku kesini?"tanya Alluna.


"Eumm...i-itu aku t-tadi mau...."ucap Caryn tergantung karena melihat Cintya yang memelototinya.


"Kenapa sih?"tanya Alluna heran


"Ahh,iya tadi aku mau bilang kalau aku diterima di Universitas Grissham,hhhh iya."Ucap Caryn tertawa kaku.


"Ohhh,sama dong jadi kita satu kampus,yeayyy!"ucap Alluna senang.


Sebenarnya Caryn ingin mengatakan kalau ia melihat Albara bersama perempuan lain di Toko baju.


Tapi,saat Caryn menyuruh Alluna bertemu dengannya diCafe,Caryn berpapasan dengan Cintya di depan Toko baju tersebut dan menceritakan apa yang ia lihat tadi saat di Toko baju itu.


Flashback On


"Cin,ayuk ke Cafe dekat rumahku,ada yang mau aku bilangin."Ucap Caryn.


"Ayuk."Jawab Cintya


Mereka pun tiba di Cafe dan Caryn menceritakan apa yang ia lihat di toko baju tadi.


"Cin,tadi aku liat Albara bareng cewek lain di toko baju itu."Ucap Caryn


"Iya,aku juga pernah lihat Al sama cewek lain juga waktu kita ke Cafe dulu."Ucap Cintya.


"Tapi,kamu jangan bilang ke Alluna dulu,aku takut dia bakal sedih dan nggak percaya sama kita."Sambung Cintya.


"tapi Cin...."ucap Caryn terputus


"Ryn!"Ucap Cintya dengan tatapan tajamnya,karena itulah Caryn tidak menyelesaikan perkataannya.


Flashback Off


Bersambung....


...Like...


...Comment...


...Vote...


...And Follow juga akun aku ya hehe 😁😊...


THANKS ♥

__ADS_1


__ADS_2