
UNCLE MARK .
.
.
Aldara yang masih bersedih dalam tangisan, di dalam kamar kedua orang tuanya, lalu ia mendengar ketukan pintu.
Tok...Tok..
"Nona ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona" teriakan asistem rumah tangga Aldara.
Mendengar, teriakan dan ketukan dari asisten rumah tangganya membuat Aldara menghapus air matanya, dan berjalan menuju pintu kamar kedua orang tua nya. Ia membuka pintu kamar kedua orang tuanya.
"Siapa yang ingin menemuiku" tanya Aldara.
"Saya juga tidak tau Nona"
"Pergilah"
"Baik, Nona"
Pelayan itu menundukan kepalanya, dan lalu pergi di hadapan majikannya. Aldara langsung berbalik badan nya masuk kamar untuk menaruh bingkai foto kedua orang nya di lemari meja, setelah terlihat rapi ia menaruh foto itu, ia pergi munuju pintu kamar kedua orang tuanya dan lalu keluar.
Di ruang tamu sudah terlihat begitu banyak pria-pria yang memakai jas hitam setelan senada dengan celana. Mereka berdiri dengan tegap, dan salah satu pria yang berjas hitam itu ada yang duduk di sofa. Aldara mengerutkan alisnya, ia bingung dengan situasi di ruang tamu rumahnya.
"Kalian siapa?"
"Duduk lah dulu. Lalu kita bicara" laki-laki yang tampan yang duduk di sofa. Aldara mengikuti keinginan laki-laki ini. Walaupun dalam dirinya masih tidak tenang, bahkan sunggup takut.
"Kenapa? Apa Aku menakutimu?" ujar pria yang duduk di sebelah Aldara.
"Ka-kalian siapa" Gadis itu tampak gugup hingga bicara saja sungguh tergagap.
"Mereka anak buahku." ucap pria tampan di sebelah Aldara. "Aku Uncle mu Aldara Samantika Filis" senyuman di wajah pria itu terpancar.
Aldara langsung mendongak kan kepalanya ke atas ke arah pria yang di sebelahnya. Ia sungguh terkejut dengan apa yang di katakan laki-laki tampan ini. "Apa Uncle ku?" tanyanya
"Wajar jika kau terkejut seperti itu, tapi Aku memang Uncle mu"
"Ta-tapi kedua orang tua ku tidak menceritakan padaku, jika Aku sudah memiliki paman"
"Yahh tentu saja mereka tidak cerita, karena Aku bukan paman kandung mu Aldara"
Aldara tampak berfikir, dengan ucapan pria tampan. Rasanya ia tidak jika laki-laki ini adalah paman tirinya. Justru pikiran negatif datang otak nya kini.
"Apa jangan-jangan mereka mau menculik ku ya"
"Aku Mark. Mulai sekarang panggil Aku Uncle, kau mengerti" ucap Mark dengan nada tegas dan dingin, dan pria ini tidak suka di bantah.
"Sekarang siapkan dirimu kita akan pergi kau ikutlah denganku" titahnya.
"Tunggu-tunggu, Aku saja masih tidak percaya kau adalah paman ku kenapa Aku harus mengikutimu. Aku tidak mau" bantah Aldara. Mark hanya tersenyum, tapi senyuman itu membuat Aldara merasa merinding, dan takut.
__ADS_1
Pada akhirnya paksaan pun di lakukan agar Aldara bisa mengikuti dirinya. Aldara memberontak tapi tidak ada satu pelayan di rumahnya membantunya. Mereka hanya menundukan kepala. Pada akhirnya Aldara di bawa masuk ke dalam mobil.
***
Apa-apa ini kenapa Aku harus dengan ikut dengan nya, Aku yakin ini pasti mereka mau memculikku dasar pria kejam!
" Kenapa kau diam saja ? " tanya Mark, yang merasa di tatap oleh Aldara dengan tatapan tajam.
Wajah Aldara berbalik kearah pintu kaca mobil. "Tidak, hanya saja, jangan jual Aku ya. Tidak masalah jika harus di perkosa tapi jangan jual Aku. Jangan bunuh Aku"
Alis Mark mengerut dan tatap bingung. Kenapa gadis ini berbicara padanya, Mark berdengus kesal.
"Usiamu berapa?" tanya Mark.
"18 tahun" jawabnya
"Kau tau, saat Ibuku berpisah dengan Ayahku. Aku tidak menyukai itu, berpisah dengan orang kita sayang memang membuat kita tidak bisa berfikir jerni. Apalagi saat kecil Aku dan keluarga ku ada keluarga yang harmonis, tapi Aku bisa mengiklaskan mereka berpisah walaupun itu butuh waktu. Saat pernikahan Ibuku dan kakekmu Aku melihatmu saat itu masih 5 tahun. Kau anak kecil imut tapi dan saat itu Aku pernah bisa pada ibumu. Jika terjadi apa-apa pada ponakanku kecilku Aku akan datang melindunginya. Aku hanya ingin menepati janjiku saja" Jelas Mark.
"Terus kenapa ?, ibu tidak menceritakan padaku tentang Uncle Mark" tanya nya,
"Entahlah" jawab Mark .
Aldara menatap Mark dengan bingung.
" Karena, saat selang pernikahan, Kedua orang tua kami yang 2 tahun. Ayahku mengalami kecelakaan hingga membuatku sedih. Aku menyalahkan ibumu saat itu, karena ia yang menyetir mobilnya, tapi aku tidak bisa melupakan janjiku untuk menjaga mu, kalau terjadi apa-apa denganmu Aku akan tetap menepati janjiku. Walaupun aku tetap menyalakan ibumu sampai saat ini " tutur Mark .
"Tapi, itu kan kecelakaan Uncle dan semua orang akan mati " ucap Aldara
Aldara tidak menyangka lelaki ini, bisa semarah ini padanya. Baginya kan memang benar kalau semua orang pasti akan mati .
Mereka, sudah sampai di Bandara. Karena tadi pagi, ia di paksa ikut bersama nya ke Landon membawa pengawal yang lumayan banyak, mengambil baju-baju Aldara, dan lebih parah Aldara tidak bisa berbuat apa- apa untuk menolak .
" Ayo kita turun " ucap Mark, sambil membuka pintu mobil, dan Aldara mengikutinya .
Saat mereka sudah turun dari mobil, ada seseorang laki-laki paru baya, menghampiri mereka.
" Aldara kau masuklah, kedalam bersama Asisten ku, ia bernama Albert. Pergilah bersamanya " titah Mark . Aldara dan Albert memasuki bandara .
"Kau kan yang di rumah sakit, itu?"
"Iya Nona perkenalkan nama saya Albert" Laki-laki itu tersenyum, dan bersalaman dengan Aldara.
Mark, mengambil paspor yang, di berikan kepada lelaki, melihat isi di dalam dan Mark mengangguk, kalau orang ini kerjanya bagus .
" Bagus aku akan mengirim kan uangnya, kalau lihat saja nanti ke ATM mu " ucap Mark sambil mengantongi Paspor untuk Aldara .
" Baik Tuan " .
Mark, menuju pintu Bandara, dan di sana ada Albert dan Aldara sedang duduk di kursi tunggu .
" Tuan " Albert menunduk kan kepalanya. Albert adala asisten Mark yang usia nya, hanya beda selisih 2 tahun, Albert berumur 33 tahun, dan masih single dan ketampanan tidak jauh dari Mark, tapi tetap Mark lah yang paling tampan. Albert sudah bekerja dengan Mark 5 tahun, Albert bisa jadi sahabat sekaligus Astisten Mark .
" Ayo kita pergi, pesawat nya sudah menunggu "
__ADS_1
Albert dan Aldara mengikuti Mark, dari belakang tubuh, membuat Aldara melihat nya terkejut. Tubuh yang sangat Atlentis, dari belakang saja sudah menggoda, bagi Aldara lelaki ini sangat sempurna, kalau saja ia bukan paman nya, Aldara rela mengejarnya tanpa urat malu .
Mereka menuju pesawat pribadi Mark, dan situ pengawal dengan mengunakan jas hitam, sedang berbaris di pintu pesawat. Membuat Aldara terkejut, ia lebih merasa di bawa ke penjara, karena laki-laki ini semua berwajah seram . Aldara yang tertekan dan gugup, itu di lihat oleh Albert .
" Tenang lah, mereka tidak akan menyakitimu " ucap Albert, Aldara hanya menunduk kepala.
Saat mereka sudah memasuki pesawat, Aldara terpanah di dalam pesawatnya, gimana tidak di dalam pesawat tapi berasa di hotel, ada TV , ada sauna, dan tempat tidur yang megah .
Aldara memang bisa di bilang kaya, tapi Mark bisa membuat dirinya terpanah dengan sesuatu yang belum pernah ia lihat pesawat bagaikan bak hotel .
" Kau istrirahat dulu, kamar mu di sana " ucap Albert membuka jas dan duduk di sofa .
"Dimana ?, di sana" Aldara menujuk kamar dekat pantry .
" Terserah kau dimana saja, jangan ganggu aku. Aku lelah sekali " ucap Mark sambil menyenderkan tubuh nya di sofa dan kedua kaki mengangkat di atas sofa yang satu .
Aldara meninggal Mark di sofa, dan menuju kamar yang ia inginkan, hingga Aldara memilih kamar yang dekat sauna, karena kamar ini paling megah dan besar.
Aldara memasuki kamar itu dan menutup pintu, hingga ia histeris tidak karuan .
"Wahh, kamar ini bagus sekali. Kalau begini Aku tidak masalah di culik" Aldara berlari menuju kasur menaiki kasur dan loncat- loncat .
" Aku sering ke hotel mewah, tapi ini adalah hotel terindah yang belum pernah aku tapaki, tapi ini kan bukan hotel ini pesawat , Wahhhh.." ucap nya sambil histeris dan loncat-loncat di kasur, hingga ia terlentang di kasur, untuk mengatur nafas nya dan tak terasa ia tertidur .
Albert, membuat kopi di pantry, melihat Mark yang menyandar dan tidur di sofa, ia membangunkan Mark dan Albert duduk di sofa bersama Mark .
" Hey bangunlah " ucap Albert yang menepuk pundak Mark .
Mark terbangun dan mengucek matanya dan merenggangkan badan nya, " Kenapa kau membangunkan ku " .
Albert memberika kopi ke Mark, karena tadi ia membuat dua kopi , " Hey, memang tidak boleh, toh jam kerjaku sudah selesaikan ".
" Terus, memang kau bisa seenaknya bisa memabangunkan bos mu " ucap Mark sambil menghirup kopi dengan sekali tegukan .
" Aku hanya bosan " ucap Abert . dan membuat Mark terdiam .
" Apa kau serius ingin membawa wanita itu ke Landon ? " tanya Albert .
" Dia ponakanku, memang tidak boleh aku sebagai Uncle, membawa ponakan nya " jawab Mark .
Hening.
Mark tiba-tiba menyadari bahwa ia tidak mendengar suara Aldara .
.
.
.
Sebenarnya, novel ku yang romantis pertama, minta bantuan ya untuk komen, dan like Vote Novel ini tetap lanjut dan update terus .
See you 😙
__ADS_1