Love Me Uncle

Love Me Uncle
Episode . 2


__ADS_3

KENAGAN KECILKU .


.


.


" Dimana gadis kecil itu " ucap Mark, melihat seluruh arah, karena ia merasa dari tadi belum ketemu ponakan nya itu .


Albert tersenyum, " Mungkin dia tertidur di kamar sama seperti dirimu "


Mark berdiri, dan meminum kopi yang tinggal setenguk lagi, lalu ia menaruh cangkir kopi itu di meja , dan menggilakan Albert yang masih menikmati kopi nya . Albert hanya tersenyum menyaksi kan Mark pergi .


Mark melangkah kan kaki menuju kamar yang biasa ia pakai, jika menggunakan pesawat ini. Setelah di dalam kamar ia mengambil handuk yang sudah di gantung di belakang pintu, dan Mark menuju kamar mandi .


Setelah, Mark measuk ke kamar mandi, tiba-tiba ada kaki yang menyelip di selimut, dan sosok wanita yang tidur di kasur, wanita itu membalikan badan dan ia terjatuh .


" Auww.. aduk sakit " teriakan kecil yang di dengar wanita saat jatuh dari kasur, ia menyentuh meja di depan kasur, untuk membuatkan berdiri, karna dirinya merasakan sakit di pinggang ia menyentuh pinggang nya .


Saat ia membalikan badan di depan, ternyata sosok wanita itu adalah Aldara yang tidur, di tempat tidur Mark yang biasa ia tiduri jika ia menaiki pesawat ini . Aldara duduk di kasur dan menyentuh pinggang nya yang merasa sedikit nyeri.


Tiba-tiba, ia mendengar suara percikan air mengalir, membuat nya sigap berdiri dan mencari sesuatu, untuk melumpuh kan orang yang dianggap maling bagi dirinya, ia menemukan sapu, dan ia langsung bersembunyi di belakang pintu dan menunggu orang tersebut keluar.


Clekk..


Mark keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk kecil di pinggang, dan satu handuk untuk menegeringkan rambut, dan saat Mark melangkak kaki, ia di hajar oleh seseorang dengan menggunakan sapu .


" Rasakan ini maling , lihat kan. Berani ! sekali kau mau mencuri " teriakan Aldara sambil memukul Mark.


Mark menyilakan tangan dengan tanda silang, untuk menahan sapu yang menyentuh nya ," Apa yang kau lakukan, hey hentikan " ucap Mark mempekik sakit tangan nya . hingga ia mencet tombol yang lampu.


Ctak..


Hingga langkan nya berhenti memukul Mark. Aldara melihat lampu menyala, niat mau memukul lagi laki-laki itu, ternyata sapu yang di pegang jatuh .


" Uncle ! "terikan Aldara, hingga tatapan nya kaget .


Albert yang tertidur di sofa, langsung terbangun mendengar teriakan Aldara, karena Albert takut bos sekaligus sahabatnya, mungkin akan melakukan lebih pada Aldara. Sesampai Albert berlari menuju pintu kamar Mark, dan langsung membuka pintu, " Ada apa ini " dan tiba-tiba semuanya menjadi hening


-------


" Maafkan aku " ucap Aldara yang duduk di sofa sambil menutup rapa kaki dan menundukan kepala .


Mark yang sedang di obati oleh Albert, memarahi Aldara dengan mendesis kesakitan, karena Aldara memukulnya dengan penuh tenaga .

__ADS_1


" Apa kamu pikir?, ini adalah rumah, Aww.. sakit, " ucap Mark, yang merasa sakit, Aldara hanya menundukan kepalanya .


Mark melanjuti ucapan yang belum selesai , " Kau ingin membunuhku ya "


Aldara hanya menggeleng kepala. Albert yang melihat Aldara merasa tidak tega . Akhirnya ia angkat bicara


" Hey sudah lah, itukan ponakan mu, jangan marah - marah seperti itu " kata Albert, sekilah Aldara melirik Albert dan menundukan lagi kepala nya .


Mark hanya bernafas kasar sambil tersenyum menyeriat, ia mengiyakan ucapan Albert, " Yasudah kau masuk kamar, terus mandi sebentar lagi kita sampai " titah nya, dan Aldara mengangguk mengiyakan .


Aldara berdiri dari sofa, dan menuju kamar yang ia tempati tadi, tapi saat ini membuka pintu, di hentikan oleh Mark .


" Tunggu ! "


Aldara, menoleh, kebelakang dan melihat Mark, dengan tanda tanya " Ada apa lagi Uncle ? " tanya nya .


" Kenapa, kau memasuki kamarku lagi "


" Terus, kamar ku dimana? , Uncle "


" Terserah kau dimana saja "


Aldara mengeriyat alis, membuka mulut dengan lebar , ia merasa heran dengan sikap Uncle nya itu, bilang boleh ia kamar apa saja, tapi kenapa ia tidak boleh memakai kamar ini . Karena ia malas berdebat, ia mengiyakan kan saja kata Uncle nya itu, dengan langkan kesal ia menuju kamar dekat pantry .


Aldara melihat foto kedua orang tua nya, ia mengenang bersama orang tuanya, saat ia masih kecil, waktu ia sedang memancing , hingga tak terasa air mata mengalir di pipi mulus Aldara .


" Mami, Daddy I Miss You " Aldara menaruh foto kedua orang tuanya, di dekapan dadanya .


Flasback .


Keluarga Aldara yang kala itu sedang memancing di laut, dengan usia Aldara yang masih 7 tahun. Mereka sedang berlibur di Bali karena Aldara libur sekolah. Aldara sedang menyaksikan kedua orang nya memancing ikut senang karena Ayah atau Daddy nya mendapat kan ikan .


" Nak, lihat Daddy, menangkap ikan , besar tidak " ucap Deddy atau sebut saja Josh . Josh memperlihatkan ikan ini kepada anak nya .


Dengan mata yang berbinar-binar, Aldara sangat takjub, biasa ia hanya melihat ikan sebesar ini di TV, tapi sekarang ia bisa melihat nyata.


" Wah Deddy, hebat " Aldara yang bahagia, dan membuatnya loncat-loncat histeris .


Sang ibu atau Mami sebut saja, Derila menyaksikan anak nya ikut tersenyum, ia menghampiri anak gadis nya itu, walaupun ia sedang memancing.


" Sayang, nanti kita bakar ikan ya, kamu mau makan ikan sayang " ucap Derila,


" Mau Mami! " seru Aldra

__ADS_1


Melihat anak nya itu, membuat Josh dan Derila senyum. Aldara terus bahagia saat kedua orang tuanya, berasil menangkap ikan itu.


Kebahagihan yang tak pernah terlupakan saat itu. Hingga membuat ia menyadari , momen bersama keluarga akan menjadi kenangan terindah seperti ini , karna dulu ia hanya memilih bermain dengan teman-teman nya, dibandingkan berlibur dengan orang tuanya. Menyesal tentu saja itu yang di rasakan nya .


-----


LANDON


.


.


.


.


Pesawat menderat, dan melaju depan.


Aldara, Mark dan Albert menuruni, tangga pesawat, melangkah kaki nya di bendara, dengan pengawal yang di kelilingi mereka.


Sesampai di parkiran, ada sebuah mobil yang menjemput mereka, ketiga orang itu menaiki mobil tersebut. selama di mobil mereka tanpa suara suasana menjadi hening .


Hingga sampai di keluarga Delefars, di rumah keluarga Mark. Mereka turun di mobil di kediam Mark.


Aldara terpanah dengan rumah seperti, rumah istana kerajaan, ia terdiam sejenak, matanya tak berkedip menatap rumah itu , menelan ludah, hingga sebuah tangan menepuk pundah Aldara , yang membuatnya terkejut.


" Kenapa kau diam saja ayo, masuk " ucap Mark, melangkah kaki nya menuju p rumah .


Aldara mengikuti, Mark dan Albert di belakang. Saat mereka menuju pintu, tiba- tiba pintunya terbuka .


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA .

__ADS_1


__ADS_2