Love Me Uncle

Love Me Uncle
Episode 5


__ADS_3

Rindu.


.


.


.


.


"Bukan nya Aku tidak mau kuliah, Aku kan tau Uncle tidak suka dengan Mamiku, Uncle mau merawatku Aku senang, walaupun Aku tau itu hanya janji Uncle doang pada Mami, untuk kuliah kan Aku, Aku bisa sendiri. Uncle tidak perlu harus merasa berlebihan padaku"


Aldara bangkit dari tempat duduknya, dan berlari menuju lift, meninggal kan Mark yang tercengang atas ucapan gadis ini.


Di dalam lift, Aldara duduk dan menangis, baginya sekarang di dunia ini tidak ada lagi yang menyayanginya dengan tulus, selain keluarganya. Penyesalan dalam hidupnya adalah ia tidak pernah menjadi anak yang berbakti, setiap perkataan kedua orang tuanya selalu di bantah olehnya. Sebabnya adalah karena hidupnya selalu di manja dan penuh perhatian dari teman dan kedua orang tuanya. Hingga ia baru menyadari arti kehilangan ketika orang tuanya pergi.


"Mami Daddy Aku minta maaf, huhu.. hiks" Aldara menangis sambil menutupi wajahnya di lutut. Kini hidupnya sekarang sebatang kara.


Tin.


Suara lift terbuka menuju lantai 5, Aldara menghapus air matanya dengan jarinya dengan kasar lalu bangkit dan keluar dari lift.


Sementara Mark masih kesal dengan ucapan gadis itu pada dirinya. Kenapa gadis itu berfikiran tentang dirinya, apa dia gadis bodoh.

__ADS_1


"Apa semua wanita itu bodoh ya"


Albert yang berdiri di samping Tuan nya, dengan terkejut, tiba-tiba Tuan nya berkata aneh.


"Kenapa Tuan bicara semua wanita itu bodoh?" Tanya Albert


"Iya bodoh, Aku mau merawatnya tapi Aku ingin menguliahkannya terus kenapa gadis itu tersinggung. Bukankah itu bodoh"


"Saya juga tidak mengerti Tuan"


"Nafsu makan ku jadi hilang"


Mark bangkit dari tempat duduknya, karena sikap gadis itu membuatnya tidak mood dan tidak nafsu makan. Mark meninggalkan Albert yang masih berdiri di tempat duduknya tadi.


Aldara menatap foto kedua orang tua nya bersama dirinya waktu kecil, mengusap foto itu dengan halus, Air mata yang membanjiri di wajahnya, menandakan bahwa gadis cantik ini sangat merindukan kedua orang tuanya.


Foto itu langsung di tempelkan di dekapan nya, memeluk seperti memeluk kedua orang tuanya.


"*Sayang kamu lihat ini nilai kamu jelek gini. Mami kecewa sama kamu"


"Mami, kalau Mami tidak suka lihat nilai Aku tinggal tidak usah di lihat"


"Aldara! Kamu tidak sopan sama Mami kamu"

__ADS_1


"Sudah lah Dad, Aku tinggal menyontek saja kan gampang"


"Aldara!"


Aldara selalu mengingat perkataan yang membuatnya kedua orang tuanya marah. Menyesal hanya itu yang di rasakan.


"Mi, Aku akan belajar mulai sekarang, Aku akan membuat Mami dan Daddy bangga. Aku janji"


Aldara hanya menangis dan, menangis hingga ia pun tertidur sambil memeluk foto kedua orang tuanya.


Siang hari yang menyengatkan kota Landon pada musim panas, hingga silauannya memancarkan jendela kamar kerja Mark yang sibuk mengetik di laptopnya. Dengan wajah yang serius berbalut kacamatanya membuat wajahnya semakin tampan. Ia pun menghentikan mengetik laptopnya karena kilasan mengingat perkataan Aldara membuat pikiran nya mulai kacau.


Mark yang duduk kerjanya, membuatnya harus bersandar di kursinya, kacau pikiranya membuatnya mood konsentrasinya terpecah.


Apa salah jika dirinya ingin terbaik untuk ponakannya, ya walaupun ia pun sadar jika ia bukanlah saudara kandung Aldara. Tapi kan ia adalah saudara tiri Ibunya. Apa salah jika ia bersikap baik pada ponakan tirinya itu.Ya walaupun tau jika ia pun belum memaafkan Maminya yang sudah membuatnya kehilangan Ayah kandungnya.


Wajah Mark pun berubah menjadi marah. Hingga ia melihat arah jendela dan jam dinding, Mark pun menyadari bahwa sekarang sudah siang.


"Gadis itu sudah makan belum yaa"


_______________________________


Dukung novel ini ya.

__ADS_1


Mungkin akan ada banyak perubahan dari novel ini. Masih di revisi.


Bye sampai jumpa.


__ADS_2