
" naiklah..setidak nya ada satu lagi pria yang lebih cocok untuk mu ! ucap nya datar
" apa ? aku mohon paman jangan lakukan itu.." rengek maurell
" diam kau ! bentak nya dan menarik maurell masuk ke dalam mobil
perjalanan....
setelah 30 mnt
sampai lah di sebuah club besar di kota ini mobil tuan Jodie parkir persis di depan club ini
" keluar lah " titah paman Jodie
maurell menggeleng takut
" KELUARLAH CEPAT..! bentak nya lagi
" ba..baik lah paman..
setelah itu paman Jodie membawa maurell memasuki club malam itu sungguh membuat maurell terbelalak bagaimana tidak orang orang di sana seperti cacing kepanasan
" ah mungkin kah ini yang di namakan ******* " gumam nya
" ada apa ? tanya paman Jodie
" ah tidak paman...hanya tempat nya terlalu bising..
" kau harus tengang kali ini tidak ada penolakan untuk tuan Hanz wariotomo.usia dia 48 th.dia duda dan disitu kau ada peluang untuk hidup mewah haha.." jelas paman Jodie mendengar penjelasan paman nya maurel membulat kan mata nya bagai mana tidak sungguh keputusan yang tidak masuk akal dia harus menikahi bapak bapak hanya untuk harta.tentu tidak menjamin kebahagiaan.
" paman..apa paman tidak salah ? tanya maurell cengo
" apa yang salah ! justru ini keberuntungan untuk mu " seringai nya bahkan terlihat menyeram kan.
tak lama seorang laki laki tegap tubuh sedikit berisi dan di temani dua orang peria mungkin bodyguard
" tuan Hanz !! sapa Jodie ramah
" halo Jodie " balas nya
" apa kabar tuan ? basa basi nya
" ah sudahlah mana wanita yang kau maksud kemarin.? tanya nya to the point
paman Jodie seraya melirik maurell yang dari tadi hanya diam membisu
" bicaralah bodoh.bisik paman Jodie
" tu..tuan...nama sa saya maurell."
" ummh daun muda " sambung tuan Hanz
" apa kau sedia menjadi istriku ? tanya nya serius
" sa saya ? saya...
__ADS_1
" ehh tentu saja dia mau tuan Hanz..bidik paman maurell seketika melotot
" paman..." panggil nya
pandangan tuan Hanz berganti menatap paman Jodie
" aku sedang bertanya pada dia.tunjuk nya
" ahh maaf tuan..
" BAGAIMANA BICARALAH.tegas Hanz
" saya saya. menolak ! celetuk nya membuat mata paman Jodie menajam
" kurang hajar kau ! maki nya dalam hati
*" habis lah aku...*gumam maurell
" baiklah tidak masalah bagiku.! singkat Hanz
mata maurell berbinar binar bahagia akhirnya terbebas
" tapi tuan ? tanya paman Jodie
" pergilah..aku tidak ingin berpanjangan lagian kita baru kenal 2 hari ini dan aku tidak akan semudah itu menerima kerja sama dengan perusahaan mu ! sindir Hanz sambil tersenyum mengejek dan melanjutkan aktivitas lain disana
perjalanan
" BODOH..BODOH..BODOHHH......teriak paman Jodi sambil terus memukul mukul kemudi
" paman tenanglah..bujuk maurell panik
dan mencekik leher putih maurell
" sialan...kau!!! sialan...kenapa kau tidak mati saja jika menyusahkan ku terus ! kau sama seperti ayah mu sama sama bodoh..bodoh..bodoh..teriak nya lagi tanpa sadar mengucapkan nya
" apa paman ! ayahku ? bodoh..tanya maurell sedih
" iya dia laki laki bodoh yang terus mencari anak nya padahal kau sudah di anggap mati.sambungnya
" maksud paman ? ja jadi..selama ini ayah ku ?
" iya aku menculikmu disaat kau lahir ! puas kau ! bentak nya penuh emosi
" paman kumohon pertemukan lah kami. rengek nya hingga matanya berkaca kaca
" jangan harap kau ! setelah kau menghancurkan rencana dan usaha ku sekarang kau mengemis ! cihh..tidak Sudi aku " balas nya
" paman jahatt...teriak maurell kini air matanya mulai turun
" DIAM KAU ANAK BODOH ! maki nya maurell hanya menggeleng sesekali melinang kan air mata nya
" maaf kan aku paman..aku mohon pertemukan lah kami...
maurell terus merengek memohon dan terus melinangkan air matanya dia bingung harus bagai mana lagi ?
__ADS_1
" turun kau dari mobil ku ! pinta paman saat di tengah jalan saat ini cuaca nya mendung bahkan hujan gerimis sudah bertaburan
" paman ku mohon. jangan " pinta nya memelas
" TURUN ATAU KU LEMPAR KAU KE LUAR DENGAN KASAR. ancam nya mendengar itu maurell terkejut dan mengalah untuk keluar setelah itu mobil nya melaju kembali
" paman tega sekali.. lirih nya sambil terus memandangi punggung mobil
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
albern ARWANA**..**
" pak besok ada pertemuan di perusahaan H** bersama tuan Arga ! ujar sekertaris cantik Hana
" ARGA ? tanya nya memastikan
" iya tuan ! balas nya ramah
setelah itu bibir albern melengkung membentuk senyuman entah kenapa sekertaris Hana melihat nya sangat aneh tapi jantungnya berdebar dan terlena melihat ketampanan CEO nya itu.
" bisa awet muda aku lihat dia seperti ini gumam nya dalam hati
" Apa masih ada yang kau perlukan ? tanya nya dingin pada Hana
" ah maaf pak saya permisi undur diri.pamit nya
" terima kasih.
setelah kepergian Hana
Arga memanglah Kaka kelas sekaligus sahabat albern bahkan dia sudah menganggap Arga sebagai Kaka dan Arga juga begitu terhadap albern
hanya saja beberapa tahun lalu Arga memang pindah negara dia di negara ini baru beberapa bulan dan kebetulan saat ini dia ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan arwana atas nama Abraham ayah dari albern bahkan Arga tidak mengetahui kalau sekarang perusahaan arwana di pegang alih oleh putra tampan nya yaitu sahabat nya
sudut bibir nya terus mengembang kan senyuman sepanjang langkah nya hingga membuat para kariawan nya tergila gila.
__ADS_1
bersambung...
next episode !!