
selesai makan maurell membereskan bekasnya tak lupa mencuci piring nya setelah itu albern menghampiri maurell
" kau tidurlah di kamar ku,biar ku tidur di sofa" titah nya datar
" tidak apa tuan saya disini saja" tolak maurell
" tidak aku saja " tukas nya
" tapi tuan bagaimana bisa aku tidur dikamar sementara pemilik nya malah di sofa" jelas maurell lirih
" jadi kau mau kita tidur bersama? celetuk nya membuat mata maurell membulat sempurna
" ti..tidakk tuan! hanya hanya saya tidak enak" ujar nya terbata bata
" tidurlah jangan banyak berkomentar nanti aku lempar kan kau ke kandang buaya " sontak membuat badan maurell bergetar hebat
" baik lah tuan terimakasi"
albern menahan senyum nya dan berlalu pergi ke sofa tempat nya akan tidur.
pagi di rumah keluarga tuan abraham arwana
semua pelayan berlalu lalang mengerjakan tugas nya dengan teliti dan cekatan rumah mewah dan megah itu tak heran ada banyak pelayan yang mengurus nya
di ruang keluarga ada para penghuni nya terdiri dari tuan Abraham dan sang istri Saraswati Abraham
wanita yang melahirkan satu putra tampan yang turun dari wajah cantik dan wajah tampan suami nya itu memiliki hati yang lembut dan tenang dalam berbicara walau pun hidup nya diliputi kemewahan namun dia tidak menyombong kan itu semua dari dulu sebelum dia bertemu ayah albern dia memang orang yang biasa jadi tak heran jika dia terbiasa memiliki sipat sederhana
" Apa putra ku tidur di apartemen nya ? tanya nya kepada sang suami sambil menyuguhkan kopi hitam ke arah suami nya tuan Abraham menoleh dan tersenyum hangat "terima kasih"
" mungkin dia ingin menginap disana " jawab nya dan anggukan kepala nyonya Saras.
hari ini memang akhir pekan dimana semua pekerja libur dan bersantai sejenak.
" pah ! " panggil nyonya Saras
" iya ? " jawab nya dan menoleh
" emh..putri nya tuan Jodie kau ingat ? tanya nya lagi
" iya ingat kenapa ? jawab nya singkat
" aku mengundang dia untuk makan malam bersama nanti,apa boleh ?
" kenapa mendadak,jangan bilang kau ingin memperkenalkan nya pada putra ku" timpal tuan Abraham sedikit emosi
__ADS_1
" tidak!! aku hanya menyukai gadis itu sangat cantik dan baik,kamu tau sendiri aku tidak memiliki anak perempuan " jelas nya sambil memelas .
" huftt..baiklah tetapi kamu bicara lah dulu kepada putramu"ucap tuan Abraham dan beranjak berdiri menuju kamar nya.
" apa harus aku yakin albern menyukai gadis itu" batin nyonya Saras.
APERTEMEN.
setelah bangun maurell berencana ingin memasak untuk sarapan pagi ini dan beranjak dari kamar menuju dapur apt.
" dimana dia ? tanya nya dalam hantu setelah melihat di sofa kosong melompong
" apa sudah pergi " batin nya lagi
tanpa perduli dia menuju ke dapur untuk memasak sebisanya
selang beberapa menit makanan yang ia buat sudah jadi.dia menuju ke kamar rencana nya untuk membereskan tempat tidurnya tetapi
terdengar samar samar ada orang yang sedang mandi di kamar apa kah itu tuan albern pikirnya
" kapan dia ke kamar ? umpat nya.
lalu dia buru buru ke luar kamar setelah tau orang itu akan selesai mandi
beberapa menit kemudian maurell kembali menuju kamar nya dan mengetuk pintu
" baiklah tunggu di meja " jawab nya dari dalam setelah mendengar jawaban dari orang tersebut maurell beranjak pergi menuju meja makan.
" kenpa kau belum juga makan ? tanya albern dengan menyipit kan mata nya bingung.
" saya menunggu tuan"balas nya menunduk tanpa menjawab albern pun duduk dan memulai sarapan nya.
" tuan " panggil maurell
" hmm.."
" saya rasa anda tidak perlu membawa saya ke rumah tuan " ungkap nya
" why ?
" saya tidak ingin merepotkan mu Tuan" balas nya
" lalu kau ingin kemana setelah ini aku antar kau? tanya nya lagi.
" itu tidak perlu setelah ini saya akan pergi sendiri ! terima kasih atas kebaikan mu tuan " jawab nya kini tersenyum ramah
__ADS_1
" terserah !
setelah mendapat persetujuan dari albern amurell pun pergi tanpa membawa apapun uang maupun baju.
dia berjalan tak tahu arah tiba tiba
" awassss....teriak maurell saat melihat seorang paruh baya menyebrang tanpa melihat arah hampir saja tertabrak mobil
BRUUKHHH......
maurell menarik tangan ibu itu dan alhasil mereka tersungkur ke pinggir tangan maurell sengaja menyanggah kepala ibu itu agar kepala ibu itu tidak terbentur dan dapat lah tangan maurell terluaka karena aspal yang panas dan perih
" astaga! ya tuhan " pekik ibu itu ketakutan
setelah sadar dia menoleh siapa yang menolong nya.
" ya tuhan ! nak nak bangun sayang" panggil nya ketika melihat maurell terpejam dan meringis.
" ibu tidak apa apa kan ? tanya nya menghawatirkan ibu itu
" apa maksudmu justru kau yang terluaka" ucap nya sedih
" tidak Bu tidak apa apa ini luka kecil" timpal nya" syukurlah ibu tidak apa apa "
" terima kasi nak" ucap ibu itu tulus " mari saya antar kamu ke kelinik terdekat."ajak nya dengan cepat maurell menggeleng.
" tidak perlu"
" jangan menolak "
" tidak Bu saya buru buru ada sedikit urusan " bohong nya.
.
.
.
.
.
next up lagi gays mohon dukungan nya ya
biar semangat up lagi"
__ADS_1
tq...