LOVE On The RAIN

LOVE On The RAIN
pertemuan


__ADS_3

sementara di sebuah jalan yang lumayan sepi karena malam ini hujan deras maurell nampak bingung berteduh juga tidak terlihat ruko atau tempat tempat tertentu hanya ada pohon rindang akhirnya maurell menemukan sebuah rumah makan kecil untuk berteduh perut nya sangat lapar bibir mungil nya bergetar mata merah ia sangat kedinginan akhirnya menumpang untuk singgah


" permisi boleh saya numpang singgah untuk berteduh? kata maurell sopan


" ouh iya " singkat pemilik itu


nampak nya warteg nya ingin segera tutup namun hujan belum juga turun maurell begitu ketakutan karena di tempat ini begitu sepi.


" apa kau tidak menelpon keluarga mu ? tanya ibu ibu itu


" ti..tidak! jawab maurell


" mengapa ? ini hujan deras setidak nya kau cari kendaraan mobil online " ujarnya


" tidak emh saya...saya..dompet saya ketinggalan buk" kata maurell terbata bata.


" oh begitu kah? yasudah saya pergi dulu hati hati kau ya nak " maurell hanya mengangguk


suasana makin gelap dan makin sepi suara hujan makin deras bergemuruh rasa dingin pun makin menusuk nusuk tubuh maurell begitu menggigil.


" okey gue kesana " jawab albern dari telpon dan bergegas menuju ke sesuatu tempat dimana tadi janjian di telpn


di perjalanan albern nampak santai mengendarai mobil mewah nya dia membunyikan music di mobi nya.


namun tiba tiba matanya terfokus melihat sosok yang sedang berdiri di depan warteg yang gelap gulita sementara hujan deras samar samar terlihat perempuan yang menggigil


" apa hantu ? gumam nya .


" ahk tidak mungkin orang yang berteduh " sambung nya maurell merasa mobil itu berhenti berfikir itu paman nya dia berlari menghambur ke mobil albern dan memohon mohon tentu albern mendengar nya


" paman......paman....tolong maaf kkan aaku...Akku jjanjji mmaau ddinikahkan ppaman llelelaki manaapun yyang mmembuat ppaman ccocokk...ttolong ppaman...." rengek nya di luar mobil bahkan dia tidak sadar itu mobil siapa


" apa maksudnya nikah ? pertanyaan albern di dalam sana.


" paman" lirih maurell " huhu....hik hik..aku janji" ucap nya lagi tersedu sedu.


" apa gadis ini ada masalah dan di usir ? batin albern


" paman ? paman kah itu ? kini maurell penasaran karena tak kunjung ada jawaban


" BUKAN " jawab albern seraya membuka kaca mobil nya maurell melorot kan matanya dadanya sesak karena dia berfikir telah salah orang


" ah maamaaf tuan ! ucap nya gugup.


" masuk lah " titah albern datar


" tidak tuan saya pikir tadi paman saya maaf! silahkan lanjutkan perjalan nya terimakasi" ucap maurell ramah


" MASUK LAH " TITah albern tegas


" tidak tuan terimakasi " tolak nya


" kau tau kemarin disini ada banyak psikopat dengan senjata tajam nya bahkan teman ku jadi korban di penggal leher nya karena di sini kawasan psikopat itu " jelas albern berbohong


" glekk... " maurell menelan ludah nya begitu menakutkan pikirnya

__ADS_1


" ah kalo be be gitu sa saya ikut dengan anda tu tuan" pinta maurell malu.


" tadi kau bilang tidak mau" gurau albern sambil menahan tawa nya


" seperti nya hujan nya ma makin lebat" alasan nya membuat albern makin menahan tawa.akhirnya maurell menaiki mobil albern dengan tubuh basah kuyup


" apa tidak masalah dengan tubuhku yang basah ? tanya maurell polos


" tidak "


" terimakasih *


" hmm...


" kemana kau pulang ? tanya albern membuat maurell menunduk.


" sebenarnya saya di usir oleh paman saya! ternyata benar dugaan albern.


" kenapa apa kau berbuat jahat? katanya


" tidak aku hanya aku tidak berguna dan menyusah kan " jelas maurell lirih sekilas albern melirik maurell


" wajah nya seperti tidak asing bagiku ? aku pernah melihat nya dimana ya ? batin nya


" tuan hujan nya mulai reda aku turun saja di sana ! tunjuk nya di area perhotelan


" ini sudah malam kau ikut saja dengan ku ke rumah orang tua ku " ajak albern


" tapi aku tidak ingin merepot kan mu" ujar maurell


" tidak "


" ini sudah malam apa kau lapar ? tanya albern


maurell hanya menganggukinya


" baiklah seperti nya kita ke hotel apartemen ku" ucap albern membuat maurell membulat kan mata nya


" mau apa ? tukas nya panik


" heyy jangan berfikiran jauh ya! aku tidak berselera dengan anak ABG seperti mu" celetuk albern membuat maurell malu.


sesampai nya di apartemen albern maurell begitu terpana dengan ruangan yang mewah bahkan luas seluas samudra haha.ngaeur author nya.


" kau bisa masak ? tanya albern


" bisa " jawabnya


" yasudah di kulkas ku banyak bahan makanan di dapur sana masak sesuai selera mu aku mau mandi" katanya dan menuju kamar nya


maurell menuju dapur dan memulai memasak stelah berapa menit masakan nya pun matang maurell menata masakan nya di meja piring dan gelas minum juga komplit dengan sendok nya


maurell sangat gugup untuk memanggil albern akhirnya memberanikan diri mengetuk kamar albern


tok...tok....tok....dan munculah albern membuka pintu dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya dan rambut basah membuat siapa pun melihat nya begitu sexy maurell terlonjak kaget

__ADS_1


" astaga " gumamnya


" maaf saya hanya memanggil untuk makan " ucapa nya sambil membelakangi albern


" baik tunggulah disana aku akan berganti pakaian dulu" ujar nya .


berapa menit muncul albern komplit dengan baju santai nya


di sela sela makan nya saling berdiam membisu


" seperti nya aku tidak asing melihat wajah mu ! tanya albern di sela sela makan nya


maurell menengok ke arah albern


" benarkah tuan ? dimana ? tanya nya polos


" entah hanya saja seperti pernah melihat" sambungnya dan di angguki kepala oleh maurel


" kau pernah bekerja ? tanya nya lagi


maurell mengangguk


" dimana ?


" perusahan arwana grup sebagai ofice girl " jelas nya albern menajam kan mata nya tak percaya ternyata benar dia pernah melihat gadis ini.


" apa masih kerja ? tanya nya lagi


maurel menggeleng sambil menunduk


" padahal itu impian ku walaupun hanya sekedar OG tapi aku bisa menginjakan kaki di perusahaan mewah itu.jujur maurell dan meneteskan air mata nya


" mengapa kau keluar ? yang mulai tertarik dengan ungkapan maurell


" paman ku yang menyuruh ku keluar "


" benarkah tapi kenapa alasan nya ? tanya nya


" tidak tahu! tapi aku sempat mendengar percakapan dia dengan istrinya bahwa dia tidak ingin aku mengetahui identitas orang tuaku yang ada di perusahaan itu.ungkapan maurell membuat albern bengong mencerna ucapan nya


" aku pernah mendengar percakapan papa dengan paman jaksa bahwa dia kehilangan putrinya ketika lahir" batin albern


" aku sangat merindukan sosok ayah dan ibu dari kecil bahkan bayi aku belum pernah merasakan ASI dari ibuku bahkan belayan mereka yang aku dapat hanya makian orang orang asing " tangis nya pecah


" kalo boleh tau siapa paman mu ? tanya nya


" paman Jodie " balas nya jujur


albern hanya mencerna ucapan maurell


" tidak apa aku akan membantumu! ucap nya


" terimakasih " balas nya


**Bersambung..

__ADS_1


like coment dan vote ya


love you❤️❤️❤️**


__ADS_2